settings icon
share icon
Pertanyaan

Apa yang dimaksud oleh rahmat umum?

Jawaban


Doktrin rahmat umum berhubungan dengan rahmat berdaulat Allah atas segenap umat manusia tanpa memperhitungkan status terpilihnya mereka. Dalam kata lain, Allah selalu menunjukkan rahmat-Nya kepada semua orang yang tinggal di bumi setiap saat. Meskipun doktrin rahmat umum cukup jelas diajarkan dalam Alkitab, gererja Christian Reformed Church (CRC) mengadopsi doktrin rahmat umum pada Sinode Kalamazoo (propinsi Michigan, A.S.) dan mengembangkan apa yang kita kenal sebagai "ketiga point rahmat umum."

Poin pertama berhubungan dengan sikap baik Allah kepada segenap ciptaan-Nya, bukan hanya kepada orang-orang pilihan. "TUHAN itu baik kepada semua orang, dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya" (Mazmur 145:9). Yesus mengajar bahwa Allah "menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar" (Matius 5:45) dan Allah bersikap "baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat" (Lukas 6:35). Barnabas dan Paulus bakal mengulangi ajaran yang sama: "Namun Ia bukan tidak menyatakan diri-Nya dengan berbagai-bagai kebajikan, yaitu dengan menurunkan hujan dari langit dan dengan memberikan musim-musim subur bagi kamu. Ia memuaskan hatimu dengan makanan dan kegembiraan" (Kisah 14:17). Selain belas kasihan-Nya dan kebaikan-Nya, Allah juga menunjukkan kesabaran-Nya baik atas orang-orang terpilih maupun orang-orang yang tidak terpilih. Meskipun kesabaran Allah bagi mereka yang adalah milik-Nya berbeda dengan kesabaran-Nya bagi orang-orang yang tidak terpilih, Allah masih "panjang sabar"terhadap orang-orang yang tidak terpilih (Nahum 1:3). Setiap nafas yang ditarik oleh orang fasik merupakan contoh rahmat Allah Maha Kudus kita.

Poin kedua dari rahmat umum adalah pengekangan dosa di dalam kehidupan individu maupun di dalam masyarakat. Alkitab mencatat bagaimana Allah campur tangan dan menahan supaya orang tidak melakukan dosa. Di dalam Kejadian pasal 20, Allah mengekang Abimelekh supaya tidak menyentuh Sara, istri Abraham, dan menyampaikan hal itu dalam mimpi dengan berfirman, "Aku tahu juga, bahwa engkau telah melakukan hal itu dengan hati yang tulus, maka Akupun telah mencegah engkau untuk berbuat dosa terhadap Aku; sebab itu Aku tidak membiarkan engkau menjamah dia" (Kejadian 20:6). Suatu contoh lain dimana Allah mengekang hati orang fasik ditemukan ketika Allah melindungi Israel dari serangan bangsa-bangsa berhala tetangga mereka. Allah memerintah supaya para penduduk pria Israel meninggalkan tempat mereka dan hadir menghadap-Nya tiga kali setahun (Kejadian 34:23). Demi meyakinkan mereka akan perlindungan-Nya pada waktu mereka berangkat, Allah berjanji bahwa "tiada seorangpun yang akan mengingini negerimu, apabila engkau pergi untuk menghadap ke hadirat TUHAN, Allahmu, tiga kali setahun" (Keluaran 34:24). Allah juga mengekang Daud supaya ia tidak membalas dendam pada Nabal, yang memaki utusannya (1 Samuel 25:14). Abigail, istri Nabal, menyadari rahmat Allah ketika ia memohon supaya Daud tidak membalas dendam terhadap suaminya, "Oleh sebab itu, tuanku, demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu yang dicegah TUHAN dari pada melakukan hutang darah dan dari pada bertindak sendiri dalam mencari keadilan..." (1 Samuel 25:26). Daud mengakui hal ini dengan menajwab, "Tetapi demi TUHAN, Allah Israel yang hidup, yang mencegah aku dari pada berbuat jahat kepadamu..." (1 Samuel 25:34).

Poin kedua rahmat umum tidak hanya melibatkan pengekangan Allah terhadap dosa, tetapi juga kedaulatan-Nya dalam mengizinkannya demi memenuhi kehendak-Nya. Ketika Allah mengeraskan hati orang (Keluaran 4:21; Yosua 11:20; Yesaya 63:17), Ia melakukannya dengan melepaskan pengekangan-Nya terhadap dosa di hati mereka, sehingga mereka bebas memuaskan dosa di hati mereka. Dalam hukuman-Nya terhadap Israel atas pemberontakan mereka, Allah "membiarkan dia dalam kedegilan hatinya; biarlah mereka berjalan mengikuti rencananya sendiri!" (Mazmur 81:11-12). Ayat Alkitab yang paling jelas menunjukkan bahwa Allah melepaskan penghambat terhadap dosa ditemukan dalam pasal pertama kitab Roma dimana Paulus menggambarkan mereka yang menindas kebenaran dengan kelaliman. Allah "menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran yang terkutuk, sehingga mereka melakukan apa yang tidak pantas penuh dengan rupa-rupa kelaliman, kejahatan, keserakahan dan kebusukan, penuh dengan dengki, pembunuhan, perselisihan, tipu muslihat dan kefasikan" (Roma 1:28).

Poin ketiga dari doktrin rahmat yang diangkat oleh CRC berhubungan dengan "kebenaran sosial oleh hati-hati yang belum dilahirkan kembali." Ini berarti bahwa Allah, tanpa memperbarui hati seseorang, dapat mempengaruhi orang tidak percaya supaya melakukan perbuatan-perbuatan baik terhadap sesamanya. Seperti yang dikatakan Paulus kepada suatu kelompok orang non-Yahudi yang belum percaya, mereka "melakukan apa yang dituntut hukum Taurat, maka, walaupun mereka tidak memiliki hukum Taurat, mereka menjadi hukum Taurat bagi diri mereka sendiri" (Roma 2:14). Pentingnya kendali Allah atas hati orang tidak percaya menjadi jelas jika kita memahami doktrin kebejatan total. Jika Allah tidak menghambat dosa yang tinggal di dalam hati umat manusia, hati yang sifatnya licik (Yeremia 17:9), maka umat manusia bakal menghancurkan diri mereka berabad-abad yang lalu. Karena Ia bekerja melalui rahmat umum-Nya terhadap semua manusia, rancangan berdaulat Allah bagi sejarah umat manusia tidak dapat digagalkan oleh hati yang fasik. Dalam doktrin rahmat umum, kita menjumpai bahwa rencana Allah tetap berjalan, umat-Nya diberkati, dan kemuliaan-Nya semakin agung.

English



Kembali ke halaman utama dalam Bahasa Indonesia

Apa yang dimaksud oleh rahmat umum?
Bagikan halaman ini: Facebook icon Twitter icon Pinterest icon Email icon
© Copyright Got Questions Ministries