settings icon
share icon
Pertanyaan

Apakah arti penting dari ular tedung/ ular senduk dalam Alkitab?

Jawaban


Ular tedung adalah ular berbisa yang disebutkan beberapa kali dalam Alkitab. Kemungkinan besar ini merujuk pada ular kobra Mesir berkerudung atau Naja haje. Gigitan ular yang mematikan ini menyebabkan kelumpuhan saraf yang cepat dan kematian. Karakteristik seperti itu membuat ular tedung menjadi simbol yang kuat, yang sering digunakan secara metaforis dalam Alkitab untuk menggambarkan bahaya, kemarahan yang mematikan, dosa, dan kejahatan. Pemazmur menyatakan bahwa orang-orang jahat menajamkan lidahnya seperti ular, bisa ular senduk ada di bawah bibirnya" (Mazmur 140:4).

Dalam budaya Mesir kuno, ular tedung atau ular kobra digambarkan pada monumen-monumen dan dihormati sebagai lambang perlindungan. Meskipun jarang terlihat di Israel utara, ular tedung dapat ditemukan di daerah berpasir selatan yang membentang hingga ke Mesir dan Sahara.

Penyebutan ular yang paling awal dalam Alkitab ditemukan dalam Kejadian 3. Di sini, ular licik digunakan oleh Setan untuk menipu Hawa agar memakan buah terlarang, yang menyebabkan kejatuhan manusia. Akibatnya, Tuhan mengutuk ular tersebut, menyebabkan ular itu merayap di atas perutnya. Meskipun ular dalam kitab Kejadian tidak secara eksplisit disebut sebagai ular tedung, perannya menetapkan ular sebagai gambaran penipuan, pemberontakan, dan dosa. Gambaran ini terus berlanjut di seluruh Alkitab, membuat ular sering menjadi representasi godaan dan kejahatan.

Ular tedung dikenal suka menyembunyikan diri di lubang-lubang gelap, di dalam dinding, ruang bawah tanah, dan di bawah batang kayu yang tumbang. Yesaya menarik perhatian pada kebiasaan ular ini untuk tinggal di dalam lubang dan sarang yang gelap:

"Anak yang menyusu akan bermain-main dekat liang ular tedung

dan anak yang cerai susu akan mengulurkan tangannya ke sarang ular beludak" (Yesaya 11:8).

Menariknya, gambaran Yesaya tentang seorang anak yang bermain di lubang ular beludak melambangkan kedamaian dan keamanan yang hakiki di dalam kerajaan Tuhan di bawah pemerintahan Mesias. Di sini, kelemahlembutan ular tedung melambangkan pemberantasan bahaya dan penegakan kedamaian ilahi. Gambaran seorang anak yang bermain dengan aman di dekat ular berbisa menyampaikan kekuatan transformatif kerajaan Tuhan, di mana ancaman yang paling berbahaya sekalipun dapat dinetralkan.

Dalam puisi Alkitab, ular berbisa diasosiasikan dengan sifat berbisa yang mematikan (Ayub 20:14-16). Racunnya "yang keras ganas" menjadi ciri khas bangsa-bangsa musuh (Ulangan 32:33). Dalam Mazmur 58:3-5, ular tedung disebutkan dalam kaitannya dengan praktik kuno yang disebut sebagai pawang ular. Di sini, orang fasik dibandingkan dengan "bisa mereka serupa bisa ular, mereka seperti ular tedung tuli yang menutup telinganya, yang tidak mendengarkan suara tukang-tukang serapah atau suara pembaca mantera yang pandai" (ayat 5-6). Ayat-ayat ini menekankan watak ular tedung yang berbahaya, menyamakan kejahatan dan sikap keras kepala orang berdosa dengan karakter ular yang mematikan dan pantang menyerah. Ular tedung kadang-kadang disebut "penambah tuli", mungkin karena keras kepalanya dari para pawang ular.

Dalam Perjanjian Baru, ular terus melambangkan dosa dan kejahatan. Yesus menggunakan perumpamaan ular dalam ajaran-Nya untuk memperingatkan akan bahaya dosa dan kemunafikan. Dalam Matius 23:33, Dia berbicara kepada orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, dengan mengatakan, "Hai kamu ular-ular, hai kamu keturunan ular beludak! Bagaimanakah mungkin kamu dapat meluputkan diri dari hukuman neraka?" Referensi tentang ular ini menggarisbawahi hubungan para pemimpin agama dengan tipu daya dan kerusakan moral.

Mengutip Mazmur 140:3, rasul Paulus memilih ular beludak untuk menggambarkan dan memberikan kesaksian tentang kesalahan universal dari dosa dan ketidakbenaran manusia:

"Kerongkongan mereka seperti kubur yang ternganga, lidah mereka merayu-rayu,

bibir mereka mengandung bisa" (Roma 3:13).

Sepanjang sejarah Kristen, ular tedung telah mempertahankan makna simbolisnya. Dalam seni abad pertengahan dan Renaisans, ular sering muncul dalam adegan yang menggambarkan kejatuhan umat manusia, godaan orang-orang kudus, dan berbagai manifestasi kejahatan. Gigitan mematikan ular tedung berfungsi sebagai pengingat akan konsekuensi dosa dan pentingnya kewaspadaan terhadap godaan.

English



Kembali ke halaman utama dalam Bahasa Indonesia

Apakah arti penting dari ular tedung/ ular senduk dalam Alkitab?
Bagikan halaman ini: Facebook icon Twitter icon Pinterest icon Email icon
© Copyright Got Questions Ministries