Pertanyaan
Siapakah ketujuh bangsa yang diusir dari Kanaan?
Jawaban
Sebagai bagian dari pemenuhan janji-Nya kepada Abraham, Ishak, dan Yakub, Allah membebaskan bangsa Ibrani kuno dari perbudakan di Mesir dan memberikan tanah Kanaan kepada mereka sebagai tanah air mereka. Pada masa itu, Kanaan dihuni oleh beberapa kelompok etnis yang memiliki tradisi budaya dan praktik spiritual yang beragam. Allah memerintahkan bangsa Israel untuk mengusir tujuh bangsa yang berbeda dari tanah mereka. Penaklukan tersebut memiliki dua tujuan: menyediakan tanah bagi Israel dan menghukum orang-orang Kanaan atas kejahatan mereka (lihat Imamat 20, khususnya ayat 23).
Berbicara kepada anak-anak Israel sebelum mereka memasuki Tanah Perjanjian, Musa berkata, “Apabila TUHAN, Allahmu, telah membawa engkau ke dalam negeri, ke mana engkau masuk untuk mendudukinya, dan Ia telah menghalau banyak bangsa dari depanmu, yakni orang Het, orang Girgasi, orang Amori, orang Kanaan, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus, tujuh bangsa, yang lebih banyak dan lebih kuat dari padamu, dan TUHAN, Allahmu, telah menyerahkan mereka kepadamu, sehingga engkau memukul mereka kalah, maka haruslah kamu menumpas mereka sama sekali. Janganlah engkau mengadakan perjanjian dengan mereka dan janganlah engkau mengasihani mereka” (Ulangan 7:1–3). Musa kemudian memperingatkan mereka agar tidak menikah dengan orang-orang kafir dan memerintahkan mereka untuk memberantas agama mereka: “mezbah-mezbah mereka haruslah kamu robohkan, tugu-tugu berhala mereka kamu remukkan, tiang-tiang berhala mereka kamu hancurkan dan patung-patung mereka kamu bakar habis” (Ulangan 7:5).
Tujuh bangsa yang menduduki Kanaan, sebagaimana disebutkan oleh Musa, adalah orang-orang Het, Girgasi, Amori, Kanaan, Feris, Hewi, dan Yebus. Semua bangsa ini telah ditetapkan Tuhan untuk dimusnahkan.
Het – Bangsa Het menguasai wilayah yang luas di Timur Dekat Kuno, termasuk Anatolia, yang kini merupakan Turki. Penyebutan bangsa Het di Kanaan dalam Alkitab kemungkinan merujuk pada koloni-koloni kecil Het. Bangsa Het dikenal karena sistem hukum, strategi militer, dan perkembangan arsitektur mereka. Mereka menyembah berbagai dewa bumi, langit, cuaca, dan sebagainya.
Girgasi – Bangsa Girgasi tampaknya merupakan salah satu bangsa kecil yang disebutkan dalam Kitab Suci. Sumber-sumber di luar Alkitab mengandung sedikit informasi tentang orang-orang ini. Bukti arkeologis menunjukkan bahwa bangsa Girgasi mendiami wilayah dekat Sungai Yordan pada masa penaklukan Yosua.
Amori – Sebuah bangsa Semit di Mesopotamia dan Kanaan, bangsa Amori mengembangkan banyak kota-negara yang kuat. Di Kanaan, wilayah mereka membentang dari Sungai Arnon di selatan hingga Gunung Hermon di utara. Mereka juga menguasai wilayah di sebelah timur Sungai Yordan, namun mereka digusur di sana oleh suku-suku Gad, Ruben, dan Manasye (lihat Yosua 12:6). Alkitab menggambarkan orang-orang Amori sebagai lawan yang kuat yang memiliki keunggulan militer di seluruh wilayah tersebut.
Kanaan – Bangsa Kanaan mewakili kelompok yang beragam yang menunjukkan keahlian dalam perdagangan, konstruksi, dan produksi pertanian. Temuan arkeologis menunjukkan bahwa Baal dan Asyera adalah dewa utama dalam sistem keagamaan Kanaan.
Feris – Di antara kelompok-kelompok Kanaan, suku Feris mendapat perhatian paling sedikit dalam catatan sejarah. Alkitab menggambarkan suku Feris sebagai penduduk daerah pedesaan, bukan pusat-pusat perkotaan. Menurut beberapa sejarawan, orang Feris adalah pengembara yang mendirikan komunitas pertanian kecil dan beternak.
Orang Hewi – Teks-teks Alkitab menyebut orang Hewi berulang kali. Mereka menduduki wilayah di utara Kanaan dan memiliki hubungan dengan kota-kota Sikhem dan Gibeon. Orang Gibeon yang menipu Israel untuk membuat perjanjian damai dengan mereka (Yosua 9) berasal dari suku Hewi.
Yebus – Suku Yebus tinggal di benteng-benteng pertahanan di pegunungan tengah Kanaan. Mereka menguasai Yerusalem, yang mereka sebut Yebus. Raja Daud kemudian merebut Yebus, mengganti namanya menjadi Yerusalem, dan menjadikannya ibu kota negara (1 Tawarikh 11:4–9).
Meskipun Allah memerintahkan untuk mengusir tujuh bangsa Kanaan dan berjanji akan menolong umat-Nya, orang Israel gagal menyelesaikan tugas tersebut sepenuhnya (Yosua 16:10; Hakim-hakim 1:21, 27, 32, 34). Akibatnya, beberapa kelompok etnis tetap tinggal di Israel bersama orang-orang Ibrani. Berabad-abad kemudian, Raja Daud dan putranya Salomo masih harus menghadapi keturunan orang Kanaan: “Semua orang yang masih tinggal dari orang Amori, orang Het, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus, yang tidak termasuk orang Israel, yakni mereka yang masih tinggal di negeri itu dari keturunan bangsa-bangsa itu dan yang tidak dapat ditumpas oleh orang Israel, merekalah yang dikerahkan Salomo untuk menjadi budak rodi; demikianlah mereka sampai hari ini” (1 Raja-raja 9:20–21).
Pengusiran tujuh bangsa Kanaan merupakan peristiwa sejarah penting yang membentuk fondasi agama dan budaya Israel kuno. Narasi Alkitab berfungsi sebagai pengingat akan kesetiaan Allah terhadap perjanjian-Nya, bahkan di tengah ketidaksetiaan manusia.
English
Siapakah ketujuh bangsa yang diusir dari Kanaan?