Pertanyaan
Apa perbedaan antara sola Scriptura dan solo Scriptura?
Jawaban
Sola Scriptura dan solo Scriptura adalah pendekatan yang berbeda terhadap otoritas dan penafsiran Kitab Suci. Frasa Latin sola Scriptura berarti “hanya Kitab Suci saja.” Solo Scriptura berarti “Kitab Suci saja.” Ada perbedaan halus namun penting di antara keduanya.
Sola Scriptura, sebagai salah satu dari lima solas, merupakan prinsip utama Reformasi. Prinsip ini menegaskan bahwa Kitab Suci saja adalah otoritas tertinggi dalam segala hal yang berkaitan dengan iman dan praktik. Solo Scriptura, di sisi lain, menganggap bahwa Kitab Suci adalah satu-satunya otoritas, mengabaikan kredo-kredo historis, pengakuan iman, dan tradisi-tradisi Alkitab. Artinya, Kitab Suci berdiri sendiri hingga otoritasnya meniadakan semua kredo dan pengakuan iman historis gereja, menjadikannya tidak berguna dan tidak mengikat. Kami percaya bahwa sola Scriptura adalah posisi yang lebih baik.
Para pendukung sola Scriptura percaya bahwa Kitab Suci adalah otoritas tertinggi, tetapi mereka juga mengakui pentingnya, dengan otoritas yang lebih rendah, kredo-kredo historis, pengakuan iman, dan tradisi-tradisi Alkitab. Para Reformator, terutama Martin Luther dan John Calvin, berargumen untuk kembali kepada Kitab Suci sebagai otoritas utama. Namun, Luther dan Calvin tidak menolak tradisi-tradisi Alkitab. Oleh karena itu, mereka mendukung penggunaan kredo dan pengakuan iman, meyakini bahwa hal itu membantu kita memahami Kitab Suci. Posisi ini diungkapkan dalam Westminster Confession of Faith (Pengakuan Iman Westminster), yang menyatakan, “Seluruh nasihat Tuhan . . . bisa dengan jelas dinyatakan dalam Kitab Suci, atau dengan konsekuensi yang baik dan perlu dapat disimpulkan dari Kitab Suci” (1.6).
Sebaliknya, pendukung solo Scriptura mengabaikan kredo-kredo historis, pengakuan iman, dan tradisi Alkitab, yang mengakibatkan pendekatan individualistik dalam memahami Alkitab. Pendukung solo Scriptura oleh karena itu percaya bahwa Alkitab dapat dan harus ditafsirkan tanpa pengaruh atau otoritas eksternal apa pun, termasuk misalnya Kredo Para Rasul, Kredo Nicea, atau Katekismus Westminster.
Sola Scriptura mengajarkan kita untuk menerima bahwa “segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik” (2 Timotius 3:16–17). Ia juga mengakui nilai karya-karya teologis lainnya, sejauh karya-karya tersebut didasarkan pada Kitab Suci. Paulus sendiri menghargai tradisi apostolik dan pencermatan bersama gereja (1 Timotius 3:15).
Efesus 4:11–16 lebih lanjut menggambarkan kebutuhan akan penafsiran bersama Kitab Suci. Dalam ayat ini, Paulus menulis bahwa Kristus membagikan karunia, atau jabatan, kepada gereja, seperti rasul, nabi, penginjil, gembala, dan guru. Tujuan dari karunia-karunia ini, kata Paulus, adalah “untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus” (ayat 12). Hal ini menyiratkan bahwa penafsiran Kitab Suci tidak boleh menjadi tugas individu semata; melainkan harus difasilitasi oleh pemimpin-pemimpin yang ditunjuk Tuhan di dalam gereja. Model ini melindungi gereja dari individualisme solo Scriptura.
Bapa-bapa gereja awal, seperti Agustinus dan Athanasius, mengakui otoritas Kitab Suci sambil juga berkontribusi pada refleksi teologis yang membantu mendefinisikan ortodoksi. Hal ini memungkinkan gereja untuk menangani ajaran sesat dan mengklarifikasi keyakinan Kristen yang mendasar. Kelanjutan sejarah hanya memperkuat prinsip sola Scriptura, menunjukkan bahwa penafsiran Kitab Suci bergantung, setidaknya sebagian, pada pria dan wanita yang setia yang telah membuka jalan bagi kita.
Para pendukung sola Scriptura dengan cepat mencatat bahwa bahkan kredo, pengakuan iman, dan tradisi terbaik pun berada di bawah Firman Tuhan. Kitab Suci adalah dokumen satu-satunya yang tidak bercela dan tidak memiliki kesalahan.
English
Apa perbedaan antara sola Scriptura dan solo Scriptura?