settings icon
share icon
Pertanyaan

Apakah pentingnya silsilah keturunan di dalam Alkitab?

Jawaban


Alkitab membuat klaim tentang penciptaan alam semesta, khodrat Allah yang menciptakan alam semesta dan yang berdaulat di atasnya, dan takdir umat manusia. Jika klaim ini benar, maka Alkitab adalah buku terpenting dalam sejarah manusia. Jika Alkitab benar, maka di dalamnya terdapat jawaban bagi pertanyaan kita tentang kehidupan: "Dari manakah saya sebetulnya?" "Mengapa saya disini?" dan "Apa yang terjadi setelah saya mati?" Pentingnya pesan Alkitab menyaratkan pertimbangan dan perhatian yang seksama, dan kebenaran pesan itu dapat diamati, diuji, dan tahan diperiksa.

Alkitab merekam berbagai silsilah keluarga dan keturunan. Sebagian besar dari kita melewatinya dengan cepat atau bahkan tidak membacanya sama sekali, dengan alasan sudah tidak bersangkut paut atau membosankan. Akan tetapi, semua ini adalah bagian dari Alkitab, dan, karena semua Alkitab diilhamkan oleh Allah (2 Timotius 3:16), maka tentu ada maknanya. Ada sesuatu yang dapat kita peroleh dari daftar-daftar itu.

Pertama, silsilah mendukung ketepatan Alkitab dalam sejarah. Daftar-daftar ini merekam keberadaan jasmani tokoh-tokoh Alkitab. Dengan mengenal sejarah keluarga mereka, kita dapat memahami bahwa Alkitab bukan sekedar dongeng atau perumpamaan tentang cara hidup. Alkitab adalah kebenaran yang asli dan bersejarah. Seorang manusia bernama Adam mempunyai keturunan yang nyata (dan, oleh karena itu, dosanya membaca akibat yang nyata pula).

Silsilah ini juga mengukuhkan nubuat. Sang Mesias dinubuatkan akan lahir dari garis keturunan Daud (Yesaya 11:1). Dengan merekam silsilah keturunan-Nya dalam Alkitab, Allah menegaskan bahwa Yesus adalah keturunan Daud (baca Matius 1:17 dan Lukas 3:23-38). Silsilah ini mengesahkan bagaimana Yesus Kristus telah menggenapi berbagai nubuat Perjanjian Lama.

Daftar ini juga mengungkapkan bahwa sifat Allah sangat detil dan sangat memberi perhatian pada individu. Allah tidak menganggap enteng Israel sebagai suatu kelompok orang yang samar; Ia memandang mereka dengan jeli, penuh presisi dan detil. Silsilah menggambarkan Allah yang terlibat. Firman yang diilhamkan membahas manusia lengkap dengan namanya. Manusia nyata, dengan sejarah yang nyata dan masa depan yang nyata. Allah peduli terhadap setiap orang dan detil dalam kehidupannya (Matius 10:27-31; Mazmur 139).

Pada akhirnya, kita juga dapat belajar dari orang-orang yang namanya direkam dalam silsilah. Beberapa dari daftar itu mengisahkan kehidupan sehari-hari para tokoh itu. Sebagai contoh, doa Yabes ditemukan dalam sebuah silsilah (1 Tawarikh 4:9-10). Dari sini kita belajar tentang sifat Allah dan sifat dari doa. Beberapa silsilah lain mengungkapkan bahwa Rut dan Rahab berada dalam garis keturunan Mesias (Rut 4:21-22; Matius 1:5). Kita juga menangkap bahwa Allah menghargai kehidupan para individu ini, meskipun mereka bukan orang Yahudi dan bukan bagian dari umat perjanjian-Nya.

Meskipun silsilah keluarga dan keturunan dirasa tidak berlaku atau bersangkut-paut, semua ini ada tempatnya dalam Alkitab. Silsilah meneguhkan nilai sejarah Alkitab, meneguhkan nubuat, dan mengungkapkan karakter Allah dan kehidupan umat-Nya.

English


Kembali ke halaman utama dalam Bahasa Indonesia

Apakah pentingnya silsilah keturunan di dalam Alkitab?
Bagikan halaman ini: Facebook icon Twitter icon Pinterest icon Email icon
© Copyright Got Questions Ministries