settings icon
share icon
Pertanyaan

Siapakah Silas dalam Alkitab?

Cetak
Jawaban


Silas adalah seorang pemimpin dalam gereja mula-mula, rekan misionaris Paulus, dan seorang “saudara yang dapat dipercayai” (1 Petrus 5:12). Dia adalah seorang Yahudi Helenistik yang, tampaknya, juga merupakan warga negara Romawi (Kisah Para Rasul 16:37). Dia juga disebut sebagai “Silwanus” dalam Surat-surat Paulus (misalnya, 1 Tesalonika 1:1).

Ketika kita pertama kali bertemu Silas dalam Alkitab, dia adalah seorang pemimpin dan pengajar di gereja Yerusalem (Kisah Para Rasul 15:22, 32). Setelah Sidang Yerusalem, Silas dipilih untuk membantu menyampaikan keputusan sidang tersebut ke Antiokhia, bersama dengan rasul Paulus. Tak lama setelah itu, Paulus memulai perjalanan misionaris keduanya, dan dia memilih Silas untuk menemaninya (Kisah Para Rasul 15:40-41).

Dalam perjalanan ini, Paulus dan Silas pergi ke Yunani. Di Filipi, para misionaris ditangkap, dipukuli, dan dipenjara. Namun, “kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka” (Kisah Para Rasul 16:25). Allah kemudian membebaskan mereka secara ajaib, dan penjaga penjara, yang menyaksikan iman mereka, bertanya, “Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?” Paulus dan Silas menjawab, “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu” (ayat 30-31). Penjaga penjara itu diselamatkan pada malam itu, dan ia beserta keluarganya dibaptis. Keesokan harinya, para pejabat kota mengetahui bahwa Paulus dan Silas adalah warga negara Romawi, dan mereka segera merasa takut; perlakuan kasar mereka terhadap Paulus dan Silas pada hari sebelumnya telah melanggar hukum Romawi. Para pemimpin kota segera membebaskan Paulus dan Silas dari tahanan. Para misionaris meninggalkan kota, tetapi mereka meninggalkan sekelompok orang percaya—gereja pertama di Eropa.

Awal mula gereja Filipi adalah pengingat yang besar bahwa, bahkan dalam masa-masa yang sangat sulit, Allah dapat melakukan hal-hal besar. Allah akan memuliakan nama-Nya, bahkan melalui cobaan dan penderitaan kita. Paulus dan Silas memiliki perspektif ini, dan itulah mengapa mereka dapat bernyanyi pada tengah malam.

Fakta bahwa para tahanan “mendengar” Paulus dan Silas bernyanyi puji-pujian bukanlah detail yang boleh diabaikan begitu saja. Sebagai pengikut Yesus Kristus, kita pun memiliki orang-orang yang memperhatikan bagaimana kita merespons keadaan hidup. Jika Paulus dan Silas mengeluh, protes, atau merengek tentang ketidakadilan situasi mereka, penjaga penjara tidak akan pernah tertarik untuk percaya kepada Tuhan Yesus. Namun, mereka menanggapi situasi mereka dengan penuh kasih karunia dan sukacita—tindakan mereka sama sekali berbeda dari apa yang orang lain harapkan. Karena mereka adalah “garam” dan “terang” (Matius 5:13-14), hati orang lain pun terbuka terhadap Injil.

Kemudian, Silas dan Timotius melayani di Berea (Kisah Para Rasul 17:14), dan Silas menghabiskan waktu lebih lama di Korintus untuk melayani setelah Paulus meninggalkan kota itu. Silas juga melayani bersama Petrus; bahkan, ia diperkirakan sebagai orang yang menyampaikan surat 1 Petrus kepada para penerimanya (1 Petrus 5:12)..

Silas adalah teladan yang luar biasa bagi seseorang yang menggunakan karunianya untuk melayani Tuhan dan sesama dengan segenap hatinya. Para rasul menyebutnya “dapat dipercayai,” dan ia dikenal sebagai orang yang “menasihati saudara-saudara itu dan menguatkan hati mereka” (Kisah Para Rasul 15:32). Banyak orang di gereja mula-mula diberkati oleh Silas, dan Paulus serta Petrus terhibur oleh persahabatannya yang setia. Silas adalah “Seorang sahabat . . . menjadi seorang saudara dalam kesukaran” (Amsal 17:17).

English



Kembali ke halaman utama dalam Bahasa Indonesia

Siapakah Silas dalam Alkitab?
Bagikan halaman ini: Facebook icon Twitter icon YouTube icon Pinterest icon Email icon
© Copyright Got Questions Ministries