settings icon
share icon
Pertanyaan

Siapakah Fanny J. Crosby?

Cetak
Jawaban


Lahir pada tanggal 24 Maret 1820 di New York, Frances (Fanny) Jane Crosby adalah seorang guru, penyair, penulis lirik, dan pencipta lagu pujian. Saat ini, ia paling dikenal sebagai pencipta sekitar 9.000 lagu pujian Kristen.

Saat masih bayi, Fanny jatuh sakit dan diperiksa oleh seorang dokter yang tidak berkualifikasi, yang memberinya pengobatan yang salah sehingga akhirnya membuatnya buta seumur hidup. Meskipun kebutaannya bisa saja menjadi sumber kepahitan, Fanny menolak untuk mengasihani diri sendiri dan memilih untuk memusatkan perhatiannya kepada Tuhan. Menanggapi ungkapan penyesalan atas kebutaannya, Fanny berkata, “Jika saat lahir aku bisa mengajukan satu permohonan, itu adalah agar aku dilahirkan buta. Karena ketika aku sampai di surga, wajah pertama yang akan menggembirakan pandanganku adalah wajah Juruselamatku” (dikutip dari www.christianitytoday.com/history/people/poets/fanny-crosby.html, diakses pada 26 Agustus 2020).

Dibesarkan terutama oleh neneknya yang beragama Kristen, Fanny Crosby muda mulai menghafal seluruh bab-bab dalam Alkitab. Seiring berjalannya waktu, hal ini membawanya pada penghafalan seluruh kitab dalam Alkitab, termasuk Injil dan Amsal. Pada usia 15 tahun, Fanny mulai bersekolah di New York Institution for the Blind (Lembaga Tunanetra New York). Selama masa studinya dan kemudian selama tahun-tahun mengajarnya sebagai bagian dari staf pengajar di sekolah tersebut, ia mulai mengasah kemampuannya dalam menulis puisi, yang telah ia mulai sejak usia dini. Ia mulai mengirimkan beberapa puisinya ke surat kabar, dan New York Herald menerbitkan puisinya yang memuji Presiden William Henry Harrison. Pada usia 23 tahun, Crosby sudah berpidato di hadapan Kongres dan bertemu dengan para presiden. Pada tahun 1844, ia menerbitkan buku puisi pertamanya, *The Blind Girl and Other Poems* (Gadis Buta dan Puisi-puisi Lainnya), dan enam tahun kemudian ia mulai menulis lagu-lagu populer. Ia mengalami pengalaman pertobatan pada usia 31 tahun dan bergabung dengan Gereja Metodis Old John Street, gereja Metodis pertama di Amerika. Pada tahun 1858, ia menikah dengan Alexander Van Alstyne, Jr., seorang guru tunanetra lainnya di sekolah tempat Crosby mengajar. Ketika berusia 44 tahun, ia mulai menulis lagu pujian.

Nyanyian pujian karya Crosby memiliki dampak yang luas dan diterbitkan dalam beberapa buku nyanyian pujian dari berbagai denominasi. Ia menulis begitu banyak nyanyian pujian sehingga terkadang ia menggunakan nama pena agar namanya tidak terlalu menonjol dalam buku-buku nyanyian pujian tersebut. D. L. Moody serta pemimpin pujian dan komposer Ira Sankey memanfaatkan lagu-lagu pujian karya Crosby selama kampanye penginjilan mereka, dan mereka mengakui karya Crosby sebagai bagian dari kesuksesan mereka.

Biasanya, Crosby akan menggubah lagu-lagu pujian tersebut dalam benaknya dan meminta seseorang untuk menuliskannya. Berkat kemampuan menghafalnya yang luar biasa, ia dapat menggubah dan mengingat banyak lagu pujian sekaligus. Suaminya secara rutin membantu mencatat lagu-lagu pujiannya dan mengaransemennya menjadi musik. Crosby sangat berharap agar lagu-lagu pujiannya dapat membawa orang-orang ke dalam hubungan dengan Kristus, dan ia menetapkan tujuan pribadi untuk menjangkau satu juta orang bagi Kristus melalui lagu-lagu yang ditulisnya.

Salah satu aspek yang kurang dikenal dari kehidupan Fanny Crosby adalah keterlibatannya dalam pekerjaan penyelamatan dan misi. Ia juga turut merawat mereka yang terdampak wabah kolera tahun 1849, bahkan dengan mempertaruhkan nyawanya sendiri. Crosby juga merupakan pendukung gerakan anti-minuman keras dan anggota Christian Women’s Temperance Union (Persatuan Wanita Kristen untuk Gerakan Anti-Alkohol), yang dipimpin oleh sesama Kristen, Frances Willard.

Beberapa lagu pujian Fanny Crosby yang paling populer antara lain “Blessed Assurance” (Ku Berbahagia), “Safe in the Arms of Jesus” (Selamat di Tangan Yesus), “Rescue the Perishing” (Tolonglah Yang Sesat), “Savior, More Than Life to Me” (Juru Selamat, Lebih Berarti Dari Hidup), “Pass Me Not, O Gentle Savior” (Mampirlah, Dengar Doaku) dan “Jesus, Keep Me Near the Cross” (Dekat Salib-Mu, Yesus). Crosby meninggal pada 11 Februari 1915, pada usia 94 tahun.

English



Kembali ke halaman utama dalam Bahasa Indonesia

Siapakah Fanny J. Crosby?
Bagikan halaman ini: Facebook icon Twitter icon YouTube icon Pinterest icon Email icon
© Copyright Got Questions Ministries