settings icon
share icon
Pertanyaan

Siapakah E. W. Kenyon?

Cetak
Jawaban


Essek William Kenyon (1867—1948), yang lebih dikenal sebagai E. W. Kenyon, adalah seorang penginjil, pendeta, pengkhotbah radio, dan penulis asal Amerika Serikat. Ia juga menulis lagu dan puisi serta mendirikan Bethel Bible Institute (Institut Alkitab Bethel) di Spencer, Massachusetts (yang kemudian berganti nama menjadi Providence Bible Institute/ Institut Alkitab Providence dan dipindahkan ke Rhode Island). Meskipun Kenyon tidak terlalu terkenal semasa hidupnya, ajarannya tentang kuasa iman, pengakuan positif, dan penyembuhan ajaib memainkan peran penting dalam perkembangan gerakan Injil Kemakmuran dan Perkataan Iman. Tulisan-tulisannya memengaruhi para pendeta Pentakosta di masa kemudian seperti Jimmy Swaggart, Kenneth Hagin, Oral Roberts, dan Kenneth Copeland, sedemikian rupa sehingga beberapa sejarawan menganggap E. W. Kenyon sebagai bapak teologi kemakmuran.

E. W. Kenyon lahir dari keluarga miskin di Hadley, New York, dan tumbuh besar dengan pendidikan yang terbatas. Pada usia tujuh belas tahun, ia menyerahkan hidupnya kepada Kristus dalam sebuah pertemuan doa Metodis. Ia menjadi anggota gereja yang aktif dan penginjil, menyampaikan khotbah pertamanya pada usia sembilan belas tahun di gereja Metodis di Amsterdam, New York.

Awalnya, Kenyon mencari nafkah dengan menjual piano dan organ, dan untuk sementara waktu, ia bercita-cita menjadi aktor. Untuk tujuan itu, ia mengikuti pendidikan di Emerson School of Oratory di Boston pada tahun 1892. Karena kurangnya pembinaan rohani dan landasan yang diperlukan dalam doktrin-doktrin dasar Kekristenan, Kenyon sempat menjauh dari iman untuk sementara waktu.

Pada 8 Mei 1893, E. W. Kenyon menikahi Evva Spurling. Sebulan kemudian, pasangan pengantin baru itu menghadiri kebaktian yang dipimpin oleh Pendeta A. J. Gordon di Gereja Baptis Clarendon Street di Boston. Roh Kudus sangat menyentuh hati Kenyon, dan ia dengan antusias mendedikasikan kembali hidupnya kepada Kristus. Istrinya pun mengikuti jejaknya.

Kenyon memulai pelayanannya sebagai gembala di sebuah gereja Free Will Baptist kecil di Elmira, New York. Ia kemudian melayani di berbagai gereja di New England. Selama masa ini, ia diperkenalkan pada tulisan-tulisan George Mueller, yang ajarannya sangat membentuk keyakinan dan pelayanan Kenyon. Akibatnya, E. W. dan Evva memutuskan untuk melangkah dalam iman guna melayani secara mandiri tanpa terikat pada denominasi manapun. Mereka mengadakan pertemuan di YMCA (Young Men's Christian Association/ Asosiasi Kristen Anak Muda) setempat, mengajarkan Firman Tuhan dan mempercayai Tuhan untuk memenuhi kebutuhan finansial mereka.

Banyak pemuda datang ke pertemuan-pertemuan mereka, menerima keselamatan dan kesembuhan. Mereka mulai mencari bimbingan dari Kenyon, yang mendirikan Bethel Bible Institute (Institut Alkitab Bethel) di Spencer, Massachusetts, pada tahun 1898. Kenyon memimpin sekolah Alkitab tersebut selama dua puluh lima tahun berikutnya. Pada tahun 1923, sekolah tersebut pindah ke Dudley, Massachusetts (dengan nama Dudley Bible Institute/ Institut Alkitab Dudley) dan kemudian ke Providence, Rhode Island (dengan nama Providence Bible Institute/ Institut Alkitab Providence). Akhirnya, sekolah tersebut menjadi Barrington College (Perguruan Tinggi Barrington) dan bergabung dengan Gordon College (Perguruan Tinggi Gordon), yang didirikan oleh pendeta dan mentor E. W. Kenyon sebelumnya, A. J. Gordon.

Kenyon pindah ke Los Angeles, California, pada tahun 1923. Awalnya, ia berkhotbah di gereja-gereja lokal dan kemudian mendirikan Gereja Baptis Independen Figueroa, yang berkembang hingga memiliki 1.000 jemaat. Pada tahun 1931, ia membuka jalan baru dalam pelayanan radio Kristen dengan meluncurkan “Kenyon’s Church of the Air” (Gereja Udara Kenyon). Melalui program ini, Kenyon dikenal sebagai “Pembangun Iman,” karena banyak orang terus mengaku mengalami kesembuhan melalui pelayanannya.

Pada tahun-tahun berikutnya, E. W. Kenyon pindah ke Seattle, Washington, di mana ia melanjutkan pelayanan radionya dan mendirikan New Covenant Baptist Church (Gereja Baptis Perjanjian Baru). Ia juga menulis banyak karya.

Ajaran-ajaran E. W. Kenyon diterbitkan dalam beberapa buku yang menekankan kuasa kata-kata positif yang diucapkan dengan iman, konsep “pengetahuan melalui pewahyuan” yang melampaui pengetahuan indrawi, serta kuasa supernatural yang tersedia bagi orang percaya yang telah dilahirkan kembali. Ajaran-ajaran ini mendapat kritik tajam dari kalangan akademis, dengan beberapa pihak berpendapat bahwa gagasan Kenyon membentuk teologi fundamentalis radikal yang terinspirasi oleh sistem-sistem metafisik New Thought (Pemikir Baru). Meskipun Kenyon bukanlah seorang Pentakostal maupun Karismatik, tulisannya berkontribusi pada perkembangan gerakan “kehidupan yang lebih dalam,” “Firman Iman,” “pengakuan positif,” “karismatik,” dan “injil kemakmuran.”

Setelah Evva Kenyon meninggal pada tahun 1914, E. W. menikahi Alice Whitney. Pasangan ini dikaruniai dua anak, seorang putra dan seorang putri.

E. W. Kenyon meninggal pada tahun 1948. Putrinya, Ruth, terus mengembangkan pelayanan penerbitannya melalui Buletin Herald of Life (Pembawa Kabar Kehidupan) dan Gospel Publishing Society (Lembaga Penerbitan Injil).

Berikut ini beberapa kutipan dari buku-buku E. W. Kenyon:

“Dengan Firman itu, kita mengalahkan penyakit. Kita berkata, ‘Penyakit, dalam Nama Yesus Kristus, berhentilah ada. Kanker, dalam Nama Yesus, layu dan berhentilah ada. TBC, dalam Nama Yesus, tinggalkan tubuh itu.’” (A New Type of Christianity)

“Iman berbicara dalam bahasa Allah. Keraguan berbicara dalam bahasa manusia.” (What We Are in Christ)

“Kita mengakui bahwa penyakit dan kelemahan tidak dapat menahan kita dalam perbudakan karena kita memahami kuasa kata-kata Yesus di bibir kita. . . . Firman di bibir kita tidak hanya membebaskan kita, tetapi juga membebaskan orang lain. Firman di bibir kita menyembuhkan orang sakit. Firman di bibir kita menumbuhkan iman di hati mereka yang mendengarkan kita. Firman di bibir kita akan mengubah hidup orang lain saat mereka mendengarkannya. Di dalam kata-kata itulah terdapat kehidupan Allah yang sesungguhnya—kehidupan yang telah dibeli Yesus bagi kita melalui kematian dan kebangkitan-Nya.” (Power of Your Words Devotional)

English



Kembali ke halaman utama dalam Bahasa Indonesia

Siapakah E. W. Kenyon?
Bagikan halaman ini: Facebook icon Twitter icon YouTube icon Pinterest icon Email icon
© Copyright Got Questions Ministries