settings icon
share icon
Pertanyaan

Siapakah Charles Stanley?

Cetak
Jawaban


Dr. Charles Frazier Stanley (1932—2023) adalah seorang pendeta Amerika, pengajar Alkitab, penulis buku terlaris, dan pendiri *In Touch Ministries* (Pelayanan Sentuhan), sebuah pelayanan siaran televisi dan radio dengan misi “untuk memimpin orang-orang di seluruh dunia ke dalam hubungan yang semakin bertumbuh dengan Yesus Kristus dan untuk memperkuat gereja lokal” (www.intouch.org/about-us, diakses pada 8 Juni 2023). Ia melayani sebagai pendeta senior di gereja besar Southern Baptist, First Baptist Atlanta (FBA), selama hampir 50 tahun. Pada 18 April 2023, Charles Stanley meninggal dunia pada usia 90 tahun.

Ciri khas pelayanan Dr. Stanley adalah gaya pengajarannya yang berpusat pada Kristus dan praktis. Ia memiliki karunia unik dalam menguraikan konsep-konsep teologis yang menantang menjadi prinsip-prinsip yang lugas dan berdasarkan Alkitab untuk kehidupan sehari-hari. Stanley mengaitkan imannya yang teguh sebagian besar kepada kakeknya, yang mengajarkannya untuk “mematuhi Tuhan dan menyerahkan konsekuensinya kepada-Nya” (www.christianitytoday.com/news/2023/april/charles-stanley-died-in-touch-first-baptist-atlanta.html, diakses pada 7 Juni 2023).

Lahir di kota kecil Dry Fork, Virginia, di tengah masa Depresi Besar, Charles kehilangan ayahnya (“Charley”) ketika usianya belum genap satu tahun. Ibunya yang bekerja keras dan membesarkannya sendirian, Rebecca (“Becca”), mendidiknya untuk membaca Alkitab, berdoa, dan menghadiri gereja Pentakosta. Pada usia 12 tahun, Charles menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Tak lama kemudian, ia mulai mengikuti jejak ayah dan kakeknya, menanggapi panggilan “untuk memberitakan Injil kepada siapa pun yang mau mendengarkan” (www.intouch.org/meet-dr-charles-stanley, diakses pada 6/7/23).

Saat menempuh studi di Universitas Richmond dan meraih gelar Sarjana Seni (Bachelor of Arts), Stanley bertemu dan menikahi Anna (“Annie”) Margaret Johnson pada Agustus 1955. Bersama-sama mereka membesarkan dua anak, Andy dan Becky.

Stanley ditahbiskan pada tahun 1956 dan kemudian melanjutkan studi untuk meraih gelar Sarjana Teologi di Southwestern Theological Seminary di Texas. Kemudian, ia menyelesaikan gelar magister dan doktor dalam bidang teologi dari Luther Rice Seminary.

Dr. Stanley memulai pelayanan pastoralnya di Gereja Baptis Fruitland di North Carolina pada tahun 1957. Selama masa itu, ia juga menjabat sebagai dosen di Fruitland Baptist Bible Institute, mengajar homiletika, khotbah, dan penginjilan. Dari tahun 1959 hingga 1969, ia melayani sebagai gembala di tiga gereja Baptis yang berbeda, satu di Ohio dan dua di Florida. Ia juga mendirikan George Mueller Christian School di Miami, Florida, pada tahun 1966.

Pada tahun 1969, Stanley menerima posisi sebagai pendeta pembantu di First Baptist Atlanta, yang saat itu merupakan gereja dengan sekitar 5.000 jemaat. Pada 1 Oktober 1971, Dr. Charles Stanley terpilih sebagai pendeta senior, dan, menurut situs web FBA, gereja tersebut mengalami pertumbuhan pesat di bawah kepemimpinannya. Stanley tetap memimpin khotbah sebagai pendeta senior hingga tahun 2020, saat jumlah jemaat telah bertambah menjadi lebih dari 15.000 orang.

Pada awal tahun 1970-an, Stanley meluncurkan program radio dan televisi berjudul “The Chapel Hour” (Waktu Ibadah Kapel). Program tersebut berganti nama menjadi “In Touch with Dr. Charles Stanley” (Terhubung bersama Dr. Charles Stanley) pada tahun 1978 ketika Christian Broadcasting Network/ CBN (Jaringan Penyiaran Kristen) meyakinkan Stanley untuk bergabung dengan jaringan tersebut guna menyiarkan program pengajaran Alkitab praktisnya. Menurut In Touch Ministries (Pelayanan Terhubung), “siaran tersebut berkembang dari 16.000 pemirsa lokal di Atlanta menjadi pemirsa di seluruh negeri dalam waktu satu minggu” (ibid., diakses pada 8 Juni 2023). Pada tahun 1982, In Touch Ministries (Pelayanan Terhubung) didirikan sebagai badan hukum, dan siaran radio In Touch mulai disiarkan secara sindikasi.

Dari tahun 1984 hingga 1986, selama masa perselisihan antara kaum Baptis konservatif dan moderat, Dr. Stanley menjabat sebagai presiden Southern Baptist Convention selama dua periode berturut-turut. Ia adalah anggota pendiri Moral Majority, 1979 (Mayoritas Moral) dan Christian Coalition, 1987 (Koalisi Kristen), dan pada tahun 1988 dilantik ke dalam Hall of Fame National Religious Broadcasters (Balai Kehormatan Penyiar Keagamaan Nasional).

Skandal publik yang mengancam pelayanan Charles Stanley dan mengguncang kehidupan pribadinya bermula pada tahun 1993 ketika istrinya, Anna, mengajukan gugatan cerai. Gereja meminta Stanley untuk mundur, setidaknya untuk sementara, dan berusaha mencapai rekonsiliasi. Seorang pendeta yang bercerai belum pernah diizinkan menjabat sebagai pendeta senior di FBA, dan denominasi Southern Baptist telah lama berpendapat bahwa perceraian mendiskualifikasi seseorang dari pelayanan kepemimpinan. Namun, tidak pernah muncul tuduhan perselingkuhan atau imoralitas, dan gereja akhirnya memutuskan untuk mempertahankan Dr. Stanley sebagai pendeta senior.

Dampak dari peristiwa tersebut berlanjut selama beberapa tahun—sebuah periode yang digambarkan Stanley sebagai masa tersulit dan paling sepi dalam hidupnya. Charles menjadi terpisah dari putranya, Andy Stanley, yang meninggalkan First Baptist Atlanta pada tahun 1995 untuk mendirikan North Point Community Church, sebuah jemaat yang ramah terhadap pencari kebenaran di pinggiran kota Atlanta, Alpharetta. Pernikahan Charles Stanley berakhir pada tahun 2000; namun, ayah dan putranya akhirnya memperbaiki hubungan mereka melalui konseling bersama. Anna Stanley meninggal dunia pada tahun 2014.

Hingga saat ini, ajaran Stanley dapat didengarkan melalui radio, televisi, satelit, dan platform daring di seluruh dunia serta dalam lebih dari 100 bahasa. Selama hidupnya, ia menulis lebih dari 60 buku, banyak di antaranya membahas doa dan prinsip-prinsip praktis untuk kehidupan Kristen. Pada tahun 2020, Stanley beralih menjadi pendeta emeritus di FBA pada usia 87 tahun.

Dr. Charles Stanley pernah mengatakan kepada Baptist Press bahwa cobaan dalam hidupnya membantunya memahami orang-orang yang sedang menderita dan menjadi lebih kredibel di mata mereka. “Tak seorang pun di antara kita yang sempurna,” katanya. Melalui berbagai pergumulan itu, Stanley kembali pada kata-kata kakeknya, yaitu membiarkan Tuhan yang memperjuangkan pertempurannya: “Jika kita belajar untuk bertindak dari dalam kelemahan, kita tidak perlu membela citra kita,” kata Stanley. “Kita tidak perlu berusaha membuat orang lain terkesan. Kita tidak perlu melakukan semua itu. Yang perlu kita lakukan hanyalah melakukan apa yang Tuhan perintahkan kepada kita” (www.baptistpress.com/resource-library/news/charles-stanley-recounts-lessons-god-taught-during-marital-crisis/, diakses pada 8 Juni 2023).

Berikut adalah beberapa kutipan dari Charles Stanley:

“Anda selalu mendapat perhatian penuh dari Tuhan.”

“Anda mungkin mengalami kesulitan, penderitaan, atau ujian—tetapi selama Anda berpegang teguh pada-Nya, Anda akan memiliki harapan” (In Touch with God, Thomas Nelson, 1997).

“Kita sedang dalam proses menentang kebenaran Tuhan atau dalam proses dibentuk dan dipoles oleh kebenaran-Nya” (How to Listen to God, Thomas Nelson, 2002).

“Ucapkan syukur kepada Tuhan karena telah menggunakan setiap orang sebagai alat dalam hidupmu untuk memperdalam wawasanmu akan kasih karunia-Nya dan membentukmu menjadi serupa dengan gambar Anak-Nya” (The Gift of Forgiveness, Thomas Nelson, 2002).

“Tuhan sedang mencari pria dan wanita yang tidak sempurna yang telah belajar untuk hidup dalam ketergantungan pada Roh Kudus dari saat ke saat. Orang-orang Kristen yang telah menerima ketidakcukupan, ketakutan, dan kegagalan mereka. Orang-orang percaya yang tidak lagi puas hanya dengan ‘bertahan hidup’ dan telah meluangkan waktu untuk menyelidiki segala sesuatu yang Tuhan tawarkan dalam hidup ini” (The Spirit-Filled Life: Discover the Joy of Surrendering to the Holy Spirit, Thomas Nelson, 2014).

English



Kembali ke halaman utama dalam Bahasa Indonesia

Siapakah Charles Stanley?
Bagikan halaman ini: Facebook icon Twitter icon YouTube icon Pinterest icon Email icon
© Copyright Got Questions Ministries