Pertanyaan
Siapakah Billy Sunday?
Jawaban
Billy Sunday (1862–1935) adalah seorang pemain bisbol profesional yang kemudian menjadi penginjil terkenal. Sepanjang karier penginjilannya, Kerajaan Allah diperluas dengan diperkirakan 300.000 jiwa. Ia memimpin lebih dari 300 kebaktian kebangkitan rohani dengan perkiraan 100 juta jemaat.
Billy Sunday lahir dengan nama William Ashley Sunday di Story County, Iowa. Ayah Billy, William, meninggal karena pneumonia di sebuah kamp perang empat bulan setelah kelahiran Billy. Ibu Billy, Mary, akhirnya menikah lagi, tetapi suami keduanya akhirnya meninggalkan mereka. Karena tidak mampu menghidupi semua anaknya, Mary mengirim Billy dan kakak laki-lakinya ke panti asuhan. Selama masa tinggalnya di panti asuhan dan setelahnya, Billy Sunday membuktikan dirinya sebagai atlet berbakat; pada usia 21 tahun, Sunday dikontrak oleh Chicago White Stockings. Ia menjadi idola para penggemar dan akhirnya pindah ke Pittsburgh Pirates pada tahun 1890. Billy bukanlah pemain yang paling konsisten, dengan rata-rata pukulan (batting average) sebesar 0,248, tetapi ia adalah pelari base yang mengesankan—pemain pertama yang mengelilingi base dalam waktu 14 detik. Sepanjang kariernya yang berlangsung delapan tahun, ia mencuri total 246 base.
Di luar lapangan bisbol, kehidupan Billy Sunday semakin tidak terkendali. Pada tahun 1886, saat Sunday masih tinggal di Chicago, sebuah tim penginjil dari Pacific Garden Mission menemukannya tergeletak di selokan setelah pesta minuman keras dan memberitakan Injil kepadanya. Billy menanggapi pesan Kristus dengan iman, dan setelah pertobatannya, rekan-rekan setim serta para penggemarnya melihat perubahan yang nyata dalam perilaku dan kebiasaannya. Sunday mulai menghadiri Gereja Presbiterian Jefferson Park, dan pada tahun 1888 ia menikahi Helena “Nell” Thompson, seorang anggota jemaat gereja tersebut. Beberapa tahun kemudian, pada tahun 1891, Sunday secara resmi mengakhiri karier bisbolnya dan mulai bekerja di YMCA sebagai sekretaris pembantu. Gaji dari posisi tersebut jauh lebih rendah daripada yang ia terima selama karier bisbolnya, tetapi ia memperoleh pengalaman yang kelak akan sangat berharga bagi upaya penginjilannya.
Billy Sunday ditahbiskan pada tahun 1903 dan menerima pelatihan dari J. Wilbur Chapman, seorang pendeta dan penginjil Presbiterian. Ketika Sunday memulai kariernya sebagai penginjil mandiri, istrinya, Nell, yang bertindak sebagai administrator, mengatur kampanye-kampanye dan merinci segala sesuatunya. Pada masa “Kerosene Circuit”-nya (dinamai demikian karena sebagian besar kota yang dikunjunginya belum memiliki listrik), Sunday memanfaatkan ketenarannya sebagai mantan pemain bisbol untuk menarik jemaat. Strategi ini terbukti berhasil. Sunday terpaksa berkhotbah di tenda karena tidak ada bangunan yang cukup besar untuk menampung kerumunan orang yang berbondong-bondong datang untuk mendengarnya berbicara. Kemudian, pertemuan-pertemuannya diadakan di tempat pertemuan sementara berbahan kayu yang disebut “tabernakel.” Tabernakel yang dibangun di New York pada tahun 1917 mampu menampung 18.000 orang. Setiap tabernakel memiliki lantai tanah yang ditaburi serbuk gergaji untuk menekan debu. Menanggapi ajakan untuk maju ke depan selama pertemuan Billy Sunday kemudian dikenal sebagai “hitting the sawdust trail” (arti umum: berkelana/ berpetualang, arti istilah Kristen: bertobat atau meresponi panggilan altar). Sunday akhirnya mempekerjakan staf lengkap yang mencakup musisi, pengajar Alkitab, petugas kebersihan, dan lainnya.
Billy Sunday dikenal sebagai pembicara yang “kasar”; ia menggunakan kosakata yang tidak halus dan blak-blakan untuk menyampaikan pesannya. Seperti yang Sunday nyatakan tanpa malu-malu, “Saya ingin memberitakan Injil dengan sangat jelas sehingga orang-orang yang datang dari pabrik tidak perlu membawa kamus.” Sunday adalah seorang penghibur yang energik dengan gaya berkhotbah yang unik. Ia akan memerankan adegan-adegan, berlari melintasi panggung, melepas jaketnya dan menggulung lengan bajunya, melemparkan kursi ke arah iblis, serta dengan berbagai cara lain menyampaikan khotbah yang penuh semangat.
Secara teologis, Sunday adalah seorang Fundamentalis yang mengutuk liberalisme pada masanya: “Saat ini kita menganggap diri kita terlalu pintar untuk percaya pada kelahiran Yesus dari Perawan Maria dan terlalu terpelajar untuk percaya pada Kebangkitan. Itulah sebabnya orang-orang berbondong-bondong menuju iblis.” Ia juga vokal dalam isu-isu sosial, termasuk kejahatan eugenika, pekerja anak, dan konsumsi alkohol: “Whiskey dan bir boleh saja di tempatnya, tapi tempatnya adalah di neraka.” Ia dengan tegas menyatakan bahwa menghadiri gereja tidak dapat menyelamatkan Anda: “Pergi ke gereja tidak membuat Anda menjadi seorang Kristen, sama seperti pergi ke bengkel tidak membuat Anda menjadi sebuah mobil.” Teori evolusi merupakan gagasan baru pada masa itu, dan meskipun Sunday bukanlah seorang penganut kreasionisme “bumi muda”, dia mengecam teori-teori Charles Darwin dengan keras.
Terlepas dari tawaran menggiurkan untuk bermain film, penolakan dari kalangan sekuler dan Kristen, penurunan popularitas di kemudian hari, serta masalah keluarga yang melibatkan putra-putranya, Sunday tetap berkomitmen pada pesan dan misinya. Upayanya dalam mendukung usaha perang (Perang Dunia I) berhasil mengumpulkan jutaan dolar, dan khotbahnya yang menentang alkohol berperan penting dalam membantu disahkannya Undang-Undang Larangan Minuman Keras. Ia bekerja tanpa lelah, menyampaikan hampir 20.000 khotbah, rata-rata 42 khotbah per bulan. Pada puncak pelayanannya, ia berkhotbah lebih dari 20 kali seminggu. Pada tahun 1935, Billy Sunday mengalami serangan jantung ringan, dan setelah mengabaikan perintah dokter untuk beristirahat, ia meninggal dunia pada tahun yang sama, tepatnya pada tanggal 6 November di Chicago. Khotbah terakhirnya mengangkat teks “Apa yang harus kulakukan untuk diselamatkan?” (Kisah Para Rasul 16:30).
Museum dan Pusat Pengunjung Rumah Billy Sunday terletak di Winona Lake, Indiana, kota tempat Sunday memiliki kantor pusatnya sejak tahun 1911.
English
Siapakah Billy Sunday?