Pertanyaan
Siapakah Billy Graham?
Jawaban
William Franklin Graham, Jr., yang lebih dikenal sebagai Billy Graham, adalah seorang penginjil dan hamba Kristus selama lebih dari 70 tahun. Organisasi yang didirikannya, Billy Graham Evangelistic Association (Asosiasi Penginjilan Billy Graham), terlibat dalam pelayanan penginjilan global, pelatihan, dan pelayanan penjangkauan. Billy Graham lahir pada tahun 1918 di North Carolina dan wafat pada tahun 2018 pada usia 99 tahun.
Billy Graham adalah penginjil paling terkenal di dunia selama lebih dari 60 tahun, meneruskan tradisi para tokoh seperti D. L. Moody dan Billy Sunday. Ia mengadakan lebih dari 400 kampanye penginjilan dan pertemuan penginjilan di lebih dari 185 negara dan wilayah. Diperkirakan ia telah memberitakan Injil Yesus Kristus kepada 215 juta orang. Ia juga memiliki jangkauan yang luas melalui acara radio dan televisi, proyek video dan film, usaha surat kabar dan majalah, serta internet. Graham menulis 34 buku, termasuk "Peace with God" (Damai dengan Allah), "Angels" (Malaikat), dan otobiografinya yang laris, "Just As I Am" (Sebagaimana Adanya Saya). Ia sering disebut sebagai “Pendeta Amerika,” Graham berdoa bersama setiap presiden AS mulai dari Harry Truman hingga Barack Obama.
Billy Graham menyampaikan Injil dengan sederhana dan jelas. Pada kebaktian penginjilan terakhirnya pada tahun 2005, ia berkata, “Saya memiliki satu pesan: bahwa Yesus Kristus telah datang, Ia mati di kayu salib, Ia bangkit kembali, dan Ia meminta kita untuk bertobat dari dosa-dosa kita serta menerima-Nya dengan iman sebagai Tuhan dan Juruselamat, dan jika kita melakukannya, kita akan memperoleh pengampunan atas semua dosa kita” (dari situs web resminya).
Billy Graham menikahi Ruth Bell pada tahun 1943, dan mereka tetap menikah hingga Ruth meninggal pada tahun 2007. Billy dan Ruth dikaruniai lima anak. Menurut berbagai sumber, ia adalah suami dan ayah yang penuh kasih serta saleh. Pada pertengahan 1940-an, Graham bekerja sama dengan Youth for Christ (Anak Muda Bagi Kristus) dan pada tahun 1947 mengadakan misi penginjilan pertamanya, atau KKR. Pada akhir tahun 1940-an dan awal tahun 1950-an, nama Graham menjadi sangat dikenal luas di Amerika dan Inggris seiring dengan membanjirnya pengunjung di "pertemuan tenda" (kebaktian akbar) yang diadakannya, bahkan hingga memenuhi stadion dan arena olahraga terbesar sekalipun.
Billy Graham merupakan sosok yang inovatif dalam pemanfaatan media massa. Sejak awal, ia menyadari pentingnya menyebarluaskan Injil melalui segala sarana yang memungkinkan. Ia dianggap sebagai salah satu pelopor penginjilan melalui radio dan televisi. Program radio mingguan miliknya, "Hour of Decision" (Saat Penentuan), mengudara selama lebih dari 50 tahun. Ia turut mendirikan majalah "Christianity Today" (Kekristenan Hari Ini) dan menerbitkan majalah "Decision" (Keputusan). Ia juga menulis berbagai buku serta kolom surat kabar berseri berjudul "My Answer" (Jawaban Saya). Di kemudian hari, ia memanfaatkan internet untuk memberitakan kabar baik tentang Yesus Kristus.
Untuk memaksimalkan jangkauan pelayanannya di setiap kota, Graham bekerja sama dengan dewan gereja setempat. Meskipun Graham sendiri ditahbiskan dalam naungan Southern Baptist Fellowship, ia ingin Injil menjangkau audiens seluas mungkin, sehingga ia merangkul berbagai denominasi. Langkah ini memicu tuduhan ekumenisme, namun bagi Graham, hal itu semata-mata merupakan cara terbaik untuk menjangkau sebanyak mungkin orang. Dewan gereja setempat memberikan dukungan rohani dengan mendoakan rangkaian kegiatan penginjilan tersebut pada minggu-minggu sebelum kedatangan Graham. Mereka juga memberikan bantuan logistik dengan mengurus berbagai detail teknis serta menggalang dana untuk acara besar tersebut. Setelah kegiatan berakhir, berbagai gereja berkomitmen untuk melakukan tindak lanjut terhadap mereka yang baru saja menjadi percaya. Kegiatan penginjilan terakhir Graham, yang berlangsung di New York City pada tahun 2005, disponsori oleh 1.400 gereja setempat dari 82 denominasi yang berbeda.
Penginjilan akbar Billy Graham selalu menarik banyak orang, dan mereka senantiasa mendengar Injil. Setiap kebaktian menyertakan musik—paduan suara besar yang terdiri dari talenta setempat, serta penyanyi dan pemain musik ternama. Setiap kebaktian diakhiri dengan ajakan untuk maju ke depan ("altar call"). Graham mengimbau hadirin untuk menanggapi Injil dengan cara maju ke depan dan menyerahkan hidup mereka kepada Kristus. Lagu pujian "Just As I Am, Without One Plea" (Apa Adanya Diriku, Tanpa Satu Pun Pembelaan) menjadi lagu ajakan tersebut.
Graham selalu memastikan untuk tetap fokus pada tujuan utamanya; yaitu, ia ingin berfokus pada pemberitaan Injil, dan, pada umumnya, ia menjauhi politik serta menghindari kontroversi mengenai hal-hal yang kurang penting. “Tidak ada yang keluar dari Washington atau tempat-tempat semacam itu yang akan menyelamatkan dunia atau mengubah pria dan wanita,” katanya. “Hanya Kristuslah yang mampu melakukannya.”
Graham sesekali mengeluarkan pernyataan yang secara doktrinal dipertanyakan, terutama di tahun-tahun terakhirnya. Sebagai contoh, lebih dari sekali ia tampak terbuka terhadap gagasan bahwa seseorang dapat diselamatkan tanpa iman kepada Yesus Kristus, yang jelas bertentangan dengan ayat-ayat seperti Yohanes 14:6 dan Kisah Para Rasul 4:12. Sebagian besar, jika tidak semua, pernyataan yang meragukan ini kemudian ditarik kembali atau diklarifikasi. Bagaimanapun juga, pernyataan-pernyataan tersebut berfungsi sebagai pengingat yang kuat bahwa tidak ada seorang pun yang sempurna dan bahwa pada akhirnya iman kita harus bertumpu pada Tuhan dan Firman-Nya, bukan pada manusia mana pun.
Billy Graham dipanggil pulang ke hadirat Tuhan pada 21 Februari 2018. Ia meninggalkan warisan pelayanan yang setia kepada Tuhan serta banyak kehidupan yang diubahkan berkat komitmennya untuk menuntun orang-orang kepada Yesus Kristus. Nisan makamnya bertuliskan kata-kata yang sangat tepat: “Pemberita Injil Tuhan Yesus Kristus.”
English
Siapakah Billy Graham?