settings icon
share icon
Pertanyaan

Siapakah Beverly LaHaye?

Cetak
Jawaban


Beverly Jean Davenport LaHaye (1929—2024) adalah seorang tokoh Kristen evangelikal Amerika yang berpengaruh, aktivis politik konservatif, penulis buku terlaris, serta istri dari Dr. Tim Francis LaHaye (1926—2016). Suaminya juga merupakan seorang aktivis evangelikal, pendeta, dan penulis seri novel fiksi Left Behind (Mereka yang Ditinggalkan) yang sangat populer. Pasangan ini memandu banyak program radio dan televisi Kristen yang mempromosikan nilai-nilai keluarga tradisional serta menerbitkan berbagai buku tentang pertumbuhan rohani, pernikahan, dan studi Alkitab. Beverly LaHaye paling dikenal karena mendirikan Concerned Women for America (CWA) (Perempuan Peduli untuk Amerika), organisasi aksi politik perempuan konservatif terkemuka di Amerika Serikat.

Beverly tumbuh besar di Southfield, sebuah pinggiran kota Detroit, Michigan. Ketika ia berusia dua tahun, ayahnya menderita usus buntu pecah dan meninggal secara mendadak. Keluarga tersebut tidak punya pilihan selain tinggal bersama sepasang tetangga yang baik hati, dan ibu Beverly bekerja di perusahaan telepon Michigan. Saat Beverly berusia empat tahun, ibunya menikah lagi dengan seorang duda berusia empat puluh tahun, Daniel Ratcliffe, yang tinggal di dekat sana dan bekerja di industri otomotif Detroit. Pada saat itu, Beverly dan kakak perempuannya, Blanche, menggunakan nama keluarga ayah tirinya.

Ketika ibunya menjadi lemah karena mengalami masalah kesehatan, Beverly sementara waktu tidak bersekolah untuk membantu mengurus rumah tangga dan merawat ibunya. Meskipun tidak terlalu taat beribadah, keluarga tersebut menghadiri sebuah gereja yang berfokus pada misi di Highland Park, Michigan. Saat remaja, hubungan Beverly dengan Tuhan semakin mendalam, dan ia mulai merasa terpanggil ke ladang misi. Pada usia delapan belas tahun, setelah lulus dari Highland Park Community High School pada tahun 1946, Beverly meninggalkan rumah untuk belajar di Bob Jones University (BJU), sebuah perguruan tinggi Kristen konservatif di Greenville, Carolina Selatan. Tak lama kemudian, ia berteman dengan Tim LaHaye, yang juga merupakan mahasiswa tahun pertama. Dalam waktu satu tahun, keduanya menikah pada bulan Juli 1947.

Tim menyelesaikan pendidikannya dan mulai melayani sebagai pendeta, sementara Beverly memutuskan untuk berhenti kuliah saat anak pertama mereka lahir. Ia juga bekerja untuk menambah penghasilan suaminya yang minim sebagai pendeta. Pada tahun 1956, keluarga tersebut pindah dari Carolina Selatan ke Minnesota, dan akhirnya menetap di California. Tim menjadi pendeta senior di Gereja Baptis Scott Memorial di El Cajon, dekat San Diego. Ia menjabat posisi ini selama dua setengah dekade. Pada tahun 1958, Beverly telah melahirkan keempat anak pasangan tersebut: Linda, Larry, Lee, dan Lori.

Setelah menetap di California, kehidupan Tim dan Beverly LaHaye berubah drastis. Jemaat gereja tersebut segera berkembang dari tiga ratus menjadi dua ribu jemaat. Pasangan ini memulai sebuah acara televisi berjudul "The LaHayes on Family Life" (Keluarga LaHaye tentang Kehidupan Keluarga) yang ditayangkan setiap minggu selama tiga puluh menit hingga tahun 1959. Seiring berkembangnya pelayanan pernikahan dan keluarga mereka, mereka mulai menyelenggarakan "Family Life Seminars" (Seminar Kehidupan Keluarga) pada tahun 1972. Seminar-seminar populer ini diselenggarakan di seluruh negeri dan di lebih dari empat puluh negara lain, memberikan pasangan tersebut panggung yang semakin luas untuk menginspirasi dan menggerakkan kaum evangelikal konservatif dalam politik dan kebijakan.

Pada tahun 1976, setelah semua anaknya dewasa, Beverly mulai menulis. Ia menerbitkan "The Spirit-Controlled Woman" (Wanita yang Dikendalikan oleh Roh) sebagai buku pendamping dari buku suaminya, "The Spirit-Controlled Temperament," 1966 (Temperamen yang Dikendalikan oleh Roh). Pada tahun yang sama, Tim dan Beverly menulis bersama "The Act of Marriage," 1976 (Tindakan Pernikahan), sebuah panduan deskriptif tentang keintiman seksual bagi pasangan suami-istri yang terjual jutaan eksemplar. Selama beberapa dekade berikutnya, Beverly LaHaye menulis atau ikut menulis lebih dari tiga puluh buku, termasuk "Who but a Woman?" 1984 (Siapa lagi kalau bukan wanita?), "Understanding Your Child’s Temperament" 1997 (Memahami Temperamen Anak Anda), dan "The Desires of a Woman’s Heart" 1993 (Kerinduan Hati Seorang Wanita).

Beverly, yang pada dasarnya pendiam dan pemalu, mulai mengatasi rasa enggan untuk berbicara di depan umum. Saat mendengarkan suara-suara gerakan feminis radikal yang semakin menguat di Amerika Serikat, Beverly merasa dipanggil oleh Tuhan untuk menyediakan wadah bagi wanita Kristen biasa di Amerika agar dapat membela nilai-nilai keluarga tradisional. Pada tahun 1979, LaHaye mendirikan "Concerned Women for America" (CWA) (Perempuan Peduli untuk Amerika), yang bertujuan melindungi nilai-nilai Alkitab bagi wanita dan keluarga Kristen melalui doa, pendidikan, dan advokasi.

Sepanjang tahun 1980-an dan 1990-an, pengaruh Tim dan Beverly LaHaye terhadap agenda sosial konservatif sangatlah mendalam. Program radio dan televisi mereka, seperti “Beverly LaHaye Live” dan “Beverly LaHaye Today”, menjadi wadah bagi advokasi mereka terhadap nilai-nilai keluarga tradisional. Pandangan mereka, yang didukung oleh jutaan penganut evangelikal, memiliki pengaruh yang signifikan dalam membentuk lanskap sosial dan politik pada masa itu.

Pada tahun 1985, pasangan ini pindah ke Washington, D.C., untuk lebih mendukung gerakan aktivisme mereka dan mendirikan "American Coalition for Traditional Values" (Koalisi Amerika untuk Nilai-Nilai Tradisional). Pada saat itu, CWA telah menjadi organisasi perempuan untuk kebijakan publik terbesar di negara tersebut. Perhatian utama kelompok ini meliputi menjaga kesucian kehidupan manusia bagi janin, membela keluarga tradisional, mereformasi pendidikan publik dengan mengembalikan kewenangan kepada orang tua, melindungi kebebasan beragama di Amerika, menjaga kedaulatan nasional, menghentikan eksploitasi seksual di dunia, dan mendukung Israel.

Beverly LaHaye pensiun sebagai presiden CWA pada tahun 2006, tahun yang sama ketika suaminya didiagnosis menderita penyakit Parkinson. Tim LaHaye meninggal pada tahun 2016 setelah 69 tahun menikah. Ia telah menjadi pendukung dan pemberi semangat terbesar bagi istrinya.

Ronald Reagan menyebut Beverly LaHaye sebagai “salah satu tokoh utama” dalam gerakan politik konservatif yang membantu mengubah wajah politik Amerika (https://www.reaganlibrary.gov/archives/speech/remarks-annual-convention-concerned-women-america, diakses pada 23 Juli 2024). Tim dan Beverly dinobatkan sebagai "The Christian Power Couple" (Pasangan Kristen yang Berpengaruh) oleh majalah TIME pada tahun 2005.

Beverly LaHaye dengan penuh semangat membela politik Kristen konservatif, sehingga menjadi suara terdepan bagi para wanita evangelikal di Amerika. Karyanya memberikan pengaruh yang signifikan terhadap gerakan politik konservatif, terutama dalam bidang nilai-nilai keluarga tradisional, advokasi pro-kehidupan, dan kebebasan beragama. Ia meninggal pada bulan April 2024 pada usia 94 tahun, meninggalkan warisan yang terus membentuk lanskap aktivisme Kristen konservatif.

English



Kembali ke halaman utama dalam Bahasa Indonesia

Siapakah Beverly LaHaye?
Bagikan halaman ini: Facebook icon Twitter icon YouTube icon Pinterest icon Email icon
© Copyright Got Questions Ministries