Pertanyaan
Siapakah Adrian Rogers?
Jawaban
Adrian Pierce Rogers (1931—2005) adalah seorang pendeta, penulis, dan penyiar dari Gereja Baptis Selatan Amerika. Ia juga merupakan seorang pemimpin, visioner, dan penggerak perubahan. Pengaruhnya terasa jauh melampaui tembok Gereja Baptis Bellevue di Memphis, Tennessee, tempat ia melayani sebagai pendeta senior selama lebih dari tiga dekade. Sebagai presiden Southern Baptist Convention (SBC) (Konvensi Baptis Selatan) pada tahun 1979, 1986, dan 1987, Rogers berada di garis depan kebangkitan konservatif, menyerukan agar denominasinya dan para pemimpinnya kembali pada komitmen yang tak tergoyahkan terhadap otoritas Kitab Suci. Dampaknya sangat mendalam, warisannya abadi.
Adrian Rogers lahir dan dibesarkan di West Palm Beach, Florida. Orang tuanya adalah Arden dan Rose Rogers. Adrian lulus pada tahun 1950 sebagai quarterback (pemain penyerang dalam sepak bola Amerika) andalan Palm Beach High School. Saat itu, ia telah menyerahkan hidupnya kepada Yesus Kristus dan merasakan panggilan yang mendalam untuk melayani dalam pelayanan Kristen. Ia sering mengenang malam ketika ia berbaring sendirian di lapangan sepak bola dengan wajah menempel di tanah, berdoa, “Tuhan, aku ingin Engkau memakai aku!”
Setelah lulus SMA, Rogers melanjutkan pendidikannya di Stetson University di DeLand, Florida, di mana ia meraih gelar sarjana seni pada tahun 1954. Selama masa studinya di Stetson, ia menikahi kekasih masa sekolah dasarnya, Joyce Gentry, pada September 1951. Pasangan ini kemudian dikaruniai dua putri (Gayle dan Janice) serta dua putra (Stephen dan David). Sayangnya, anak kelima mereka, seorang bayi laki-laki, meninggal saat masih bayi.
Tahun-tahun awal Adrian Rogers dalam pelayanan ditandai oleh tekad dan kerja keras. Pada usia sembilan belas tahun, ia ditahbiskan oleh Gereja Baptis Northwood di West Palm Beach, Florida. Saat kuliah di perguruan tinggi dan seminari, ia mengemudi ratusan mil setiap akhir pekan untuk melayani sebagai pendeta di sebuah gereja pedesaan terpencil yang hanya memiliki lima puluh jemaat. Rogers juga pernah bekerja di berbagai bidang, termasuk konstruksi, penjagalan daging, penjualan mobil, pengemasan buah, dan mekanik lift. Pada tahun 1958, ia meraih gelar Master of Divinity dari Seminari Teologi Baptis di New Orleans.
Jabatan pendeta senior pertama Rogers adalah di Gereja Baptis Fellsmere, sebuah jemaat sederhana di pesisir timur Florida. Dari tahun 1964 hingga 1972, ia menjabat sebagai gembala senior di First Baptist Church di Merritt Island, Florida. Jabatan berikutnya membawanya ke Memphis, Tennessee, di mana ia menjadi gembala senior di Bellevue Baptist Church mulai tahun 1972 hingga pensiun pada Maret 2005. Selama masa jabatannya yang berlangsung 32 tahun, jumlah jemaat yang semula sudah cukup besar itu meningkat lebih dari tiga kali lipat (dari 9.000 menjadi hampir 30.000) di bawah kepemimpinannya. Saat pensiun, Adrian Rogers dianugerahi gelar pendeta emeritus.
Rogers adalah satu-satunya orang dalam sejarah modern yang terpilih tiga kali sebagai presiden SBC. Kemenangan pertamanya terjadi pada tahun 1979 melalui gerakan akar rumput para pemimpin konservatif untuk merebut kembali kendali atas denominasi yang memiliki enam belas juta anggota tersebut. Kala itu, kelompok moderat dan liberal telah mengambil alih kepemimpinan dan mulai bergeser menjauhi komitmen denominasi terhadap keyakinan bahwa Alkitab tidak mungkin salah maupun keliru. Rogers terpilih kembali pada tahun 1986 dan 1987 dan terus memimpin upaya untuk mengembalikan komite-komite, dewan pengawas, dan seminari-seminari SBC ke akar teologis konservatif mereka—suatu posisi yang dipertahankan denominasi tersebut hingga saat ini.
Adrian Rogers memainkan peran penting dalam kehidupan beberapa Presiden AS, termasuk George W. Bush dan Ronald Reagan. Dua kali, ia menyampaikan khotbah di Gedung Putih.
Pada tahun 1987, Rogers mendirikan “Love Worth Finding” (Kasih yang Layak Ditemukan), sebuah siaran evangelis berskala internasional yang hingga kini masih ditayangkan di puluhan ribu stasiun di seluruh dunia. Pada tahun 1998, “Love Worth Finding” meraih Penghargaan Program Televisi Terbaik dari National Religious Broadcasters (Asosiasi Penyiar Keagamaan Nasional); pada tahun 2001, program ini meraih Penghargaan Program Radio Terbaik. Pada tahun 2003, Adrian Rogers dilantik ke dalam Hall of Fame National Religious Broadcasters (Aula Ketenaran Penyiar Keagamaan Nasional).
Rogers menulis banyak buku dan mengadakan kampanye penginjilan di seluruh dunia. Namun, tempat favoritnya untuk melayani adalah di mimbar. “Yang benar-benar membuat saya bahagia adalah memberitakan Injil dan membawa orang-orang kepada keselamatan,” katanya suatu kali kepada sebuah majalah di Memphis (www.latimes.com/archives/la-xpm-2005-nov-16-me-rogers16-story.html, diakses pada 3 Agustus 2024). Ia dijuluki sebagai “Old Golden Throat” (Si Lawas Dengan Suara Emas) oleh rekan-rekan pelayan Tuhan lainnya.
Gaya khotbahnya sederhana, praktis, dan penuh kuasa. Richard Land, presiden ketujuh Komisi Etika dan Kebebasan Beragama SBC, mengatakan bahwa Adrian Rogers adalah “salah satu tokoh besar dalam iman” dan “mungkin contoh utama dalam setengah abad terakhir dari seorang pengkhotbah ekspositori yang menggunakan karunianya untuk memuliakan Tuhan Yesus Kristus dan kemenangan-Nya bagi umat manusia di kayu salib” (www.nbcnews.com/id/wbna10056815, diakses pada 3 Agustus 2024). Pada tahun 2016, Seminari Teologi Baptis New Orleans mendirikan Pusat Khotbah Ekspositori Adrian Rogers.
Saat menjalani perawatan untuk kanker usus besar, Adrian Rogers terjangkit pneumonia ganda dan meninggal pada 15 November 2005 di Memphis, Tennessee. Ia berusia 74 tahun.
Berikut adalah beberapa kutipan singkat dari Adrian Rogers:
“Iman pada iman hanyalah pemikiran positif, tetapi iman kepada Yesus adalah keselamatan.” (Adrianisms)
“Lebih baik terpecah oleh kebenaran daripada bersatu oleh kesesatan.” (Unmasking False Prophets)
“Sering berlutut akan membuatmu tetap berada di jalan yang benar.” (Adrianisms)
“Inti dari masalah manusia adalah masalah hati manusia.” (Adrianisms)
English
Siapakah Adrian Rogers?