Pertanyaan
Siapa yang menulis kitab Ulangan? Siapa penulis Kitab Ulangan?
Jawaban
Kitab kelima dari Torah, yang juga dikenal sebagai kitab-kitab Musa, mendapatkan judulnya dari terjemahan Yunani Septuaginta, “to deuteronomion,” yang berarti “hukum kedua” atau “hukum yang diulang.” Dalam bahasa Ibrani, kitab ini disebut Debarim, yang diterjemahkan sebagai “kata-kata.” Seperti yang disiratkan oleh judul Yunani, kitab Ulangan mengulang hukum-hukum yang diberikan di Gunung Sinai, yang tercatat dalam kitab-kitab lain dari Taurat. Kitab ini membahas pembaruan perjanjian dengan generasi baru Israel, mengeksplorasi berkat dan kutukan yang terkait dengan hukum, menceritakan sejarah Israel, dan menampilkan Shema yang terkenal: "Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu” (Ulangan 6:4–5). Kitab Ulangan mencakup prinsip-prinsip etika, konsep perjanjian, berkat ketaatan, dan konsekuensi ketidaktaatan.
Sebagai bagian dari kitab-kitab Musa, kitab Ulangan secara tradisional dikaitkan dengan Musa, tokoh kunci dalam Kitab Suci dan tipe Yesus dalam Perjanjian Lama. Seperti kitab-kitab Torah lainnya, kitab Ulangan ditulis langsung oleh Musa atau didiktekan kepada para penulis. Keaslian Musa sebagai penulis mudah dibuktikan, karena sebagian besar kitab Ulangan merupakan kumpulan khotbah yang disampaikan Musa kepada Israel sebelum mereka menyeberangi Sungai Yordan. Kitab Ulangan dibuka dengan pernyataan ini: “Inilah perkataan-perkataan yang diucapkan Musa kepada seluruh orang Israel di seberang sungai Yordan” (Ulangan 1:1).
Bab terakhir kitab Ulangan, yang mencatat kematian Musa, mungkin ditulis oleh orang lain. Terdapat berbagai saran yang masuk akal. Tradisi Yahudi mengaitkan Ulangan 34 dengan Yosua sebagai penulis yang paling mungkin, meskipun imam Eleazar juga dipertimbangkan. Menariknya, penulis modern seperti J.R.R. Tolkien dan Matthew Henry memiliki karya mereka diselesaikan setelah kematian mereka. Tidaklah terlalu jauh untuk mengusulkan bahwa hal yang sama terjadi dengan kitab Ulangan.
Meskipun Alkitab secara jelas mengaitkan kitab Ulangan dengan Musa, beberapa sarjana menolak keaslian Musa dan mendukung hipotesis modern yang memandang Taurat sebagai karya beberapa penulis anonim yang mencakup waktu berabad-abad. Namun, dalam Perjanjian Baru, Yesus membagi Alkitab Ibrani menjadi tiga bagian: “kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur” (Lukas 24:44). Dengan mengklasifikasikan kitab Taurat sebagai “kitab Taurat Musa,” Yesus dengan jelas menegaskan bahwa Taurat ditulis oleh Musa.
English
Siapa yang menulis kitab Ulangan? Siapa penulis Kitab Ulangan?