settings icon
share icon
Pertanyaan

Siapa yang menulis Kitab 1 Raja-raja? Siapa penulis Kitab 1 Raja-raja?

Jawaban


Awalnya merupakan karya tunggal, Kitab Raja-Raja dibagi menjadi dua bagian dalam Septuaginta Yunani, dan judul "Raja-Raja" berasal dari Vulgata Latin. Alkitab modern memisahkan kitab-kitab tersebut seperti yang dilakukan Septuaginta, masing-masing menyoroti periode tertentu dalam sejarah Israel. 1 Raja-raja dimulai dengan Daud yang sudah tua, menggambarkan peristiwa yang mengarah pada penobatan Salomo, dan menceritakan kemunculan dan kejatuhan raja terbijak Israel. Termasuk dalam Kitab 1 Raja-raja adalah tentang pembangunan Bait Suci.

Penulis 1 Raja-raja tetap tidak pasti karena tidak ada penyebutan eksplisit tentang penulis dalam teks dan bukti alkitabiah yang minim. Beberapa petunjuk, seperti gaya sastra, konsistensi tematik, dan materi yang digunakan, menyarankan adanya seorang penulis tunggal atau penyusun. Bersama-sama, 1 dan 2 Raja-raja mencakup sejarah Israel selama lebih dari 400 tahun, artinya penulis kemungkinan memiliki akses ke berbagai sumber materi dan kemungkinan besar menulis selama masa pembuangan Israel.

Berdasarkan petunjuk tersebut, tradisi Yahudi mengaitkan teks ini dengan Yeremia. Komentator lain juga mempertimbangkan Yehezkiel dan Ezra. Ketiga individu tersebut hidup pada masa pembuangan dan merupakan pilihan yang layak.

Beberapa sarjana modern sejalan dengan pandangan sarjana Jerman Martin Noth, yang mengadvokasi teori sejarah Deuteronomistik. Menurut Noth, kitab-kitab dari Ulangan hingga 2 Raja-raja merupakan karya seorang penulis tunggal, dengan Ulangan berfungsi sebagai pengantar bagi seluruh koleksi. Oleh karena itu, 1 Raja-raja menjadi bagian dari kelompok tersebut. Para sarjana lain yang menganut model sejarah Deuteronomistik telah memperkenalkan berbagai modifikasi, seperti gagasan bahwa koleksi tersebut merupakan karya komposit.

Namun, model sejarah Deuteronomistik memiliki tantangan tersendiri. Menurut ulasan Gospel Coalition (Koalisi Injil) tentang karya Noth, “Kritik, pada dasarnya, ditujukan terhadap penjelasan Noth mengenai tujuan Deuteronomis dalam menulis sejarahnya. Sejumlah pakar . . . telah menolak penilaian Noth yang negatif—atau setidaknya netral—tentang pemberitahuan pemulihan Yoyakhin di akhir kitab 2 Raja-Raja, dan lebih memilih untuk melihat secercah harapan dalam tulisan sejarawan tersebut. Yang lain mengeluhkan Noth tidak memperhatikan janji-janji Daud yang memiliki tempat penting dalam DH dan yang, dalam pandangan mereka, tidak dapat dengan mudah diabaikan begitu saja seperti yang dibayangkan Noth” (www.thegospelcoalition.org/themelios/review/the-deuteronomistic-history/, diakses 2/13/24).

Mengidentifikasi penulis teks kuno dapat menjadi tantangan, dan tidak hanya untuk teks-teks Alkitab. Namun, pasti bahwa Ezra atau Yeremia atau siapa pun yang menulis 1 Raja-raja melakukannya di bawah kuasa Roh Kudus. Hasilnya bukan hanya sekadar penuturan peristiwa, tetapi teks teologis yang sarat dengan pelajaran tentang ketaatan versus ketidaktaatan terhadap perintah Tuhan dan gambaran tentang Raja yang sempurna, Yesus.

English



Kembali ke halaman utama dalam Bahasa Indonesia

Siapa yang menulis Kitab 1 Raja-raja? Siapa penulis Kitab 1 Raja-raja?
Bagikan halaman ini: Facebook icon Twitter icon Pinterest icon Email icon
© Copyright Got Questions Ministries