Pertanyaan
Siapa yang menulis Kitab Galatia? Siapa penulis Kitab Galatia?
Jawaban
Penulis Surat Galatia adalah Paulus, seorang rasul dalam gereja mula-mula. Surat ini dimulai dengan salam: “Dari Paulus, seorang rasul, bukan karena manusia, juga bukan oleh seorang manusia, melainkan oleh Yesus Kristus dan Allah, Bapa, yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, dan dari semua saudara yang ada bersama-sama dengan aku, kepada jemaat-jemaat di Galatia” (Galatia 1:1–2). Galatia adalah provinsi Romawi di Asia Kecil tengah, dan gereja-gereja di sana didominasi oleh orang-orang Kristen non-Yahudi. Surat Paulus kepada gereja-gereja tersebut memainkan peran penting dalam melawan legalisme.
Setelah menerima Injil dari Paulus dengan sukacita, para orang percaya di Galatia segera dihadapkan pada kebingungan yang diperkenalkan oleh guru-guru palsu, yang Paulus sebut sebagai “penghasut” dalam Galatia 5:12. Para penghasut ini mengharuskan sunat bagi orang-orang bukan Yahudi dan ketaatan pada hukum Taurat untuk keselamatan. Penghasut-penghasut tersebut juga mempertanyakan kerasulan Paulus, menciptakan suasana ketidakpastian dan keraguan. Tanggapan Paulus mencerminkan seriusnya situasi, mengungkap keseriusan injil palsu yang diajarkan penghasut-penghasut tersebut (Galatia 1:6–9). Ia menekankan bahwa injil adalah lengkap dan tidak boleh diubah, memperingatkan terhadap kesalahan yang mungkin timbul ketika anugerah dianggap tidak cukup untuk keselamatan atau pertumbuhan rohani (Galatia 3:2–3).
Surat kepada jemaat di Galatia adalah salah satu karya Paulus yang paling sedikit diperdebatkan, tetapi penolakannya terhadap Taurat telah membuat beberapa sarjana salah menyimpulkan bahwa Paulus menolak hukum Yahudi. Teologi Paulus kadang-kadang dibandingkan dengan teologi Yakobus, dengan klaim adanya kontradiksi. Namun, Paulus menganggap hukum Taurat sebagai suci (Roma 7:12) dan tidak menentang sunat (Kisah Para Rasul 16:1–3). Sebaliknya, ia menentang pemeliharaan hukum Taurat sebagai syarat untuk keselamatan atau bahkan untuk pengudusan. Injil kasih karunia Paulus didukung oleh rasul-rasul lain, termasuk Yakobus (Galatia 2:9–10). Perbedaan utama terletak pada penekanan mereka: Paulus fokus pada dideklarasikan benar di hadapan Tuhan, sementara Yakobus menekankan pada dinyatakan benar di hadapan Tuhan, tema yang juga ditemukan dalam surat-surat Paulus (Yakobus 2:16–24; bandingkan Filipi 2:12–13). Keduanya sepakat bahwa keselamatan datang oleh kasih karunia melalui iman, yang menghasilkan perbuatan baik dan hidup yang saleh.
Hubungan antara iman dan perbuatan baik menjadi tema dalam surat kepada jemaat di Galatia, karena Paulus menanggapi kekhawatiran bahwa anugerah melalui iman dapat mengarah pada kebebasan yang berlebihan. Paulus menjelaskan bahwa tujuan anugerah adalah untuk menghasilkan hidup yang benar. Karena anugerah, kita dipenuhi oleh Roh Kudus dan dipanggil untuk hidup setiap hari di bawah pengaruh-Nya (Galatia 5:16).
Kitab Galatia berfungsi sebagai penyeimbang terhadap legalisme dan kebebasan yang berlebihan. Paulus menekankan bahwa Penyelamat memberikan penebusan dan pengampunan dari hukuman dosa kita. Keselamatan tidak diperoleh tetapi diberikan kepada mereka yang percaya pada Penyelamat itu. Hidup Kristen harus selaras dengan kendali Roh Kudus, dipandu oleh Firman Tuhan.
English
Siapa yang menulis Kitab Galatia? Siapa penulis Kitab Galatia?