settings icon
share icon
Pertanyaan

Siapa yang menulis Kitab Kejadian? Siapa penulis Kitab Kejadian?

Jawaban


Kitab Kejadian, sebagaimana namanya, adalah narasi tentang permulaan. Nama alternatifnya, Bereshith—yang berarti “pada mulanya”—berasal dari baris pembuka kitab tersebut. Kejadian mencatat asal-usul alam semesta, nenek moyang pertama kita, dan pemberontakan yang merusak baik penciptaan maupun sifat manusia. Kitab ini juga melacak silsilah bangsa Israel, dimulai dari Abraham, melalui siapa Tuhan memulai karya penebusan-Nya.

Kitab Kejadian telah memicu banyak perdebatan, termasuk soal keasliannya. Tradisi Yahudi dan Kristen awal mengaitkan Kejadian dengan Musa, sejalan dengan kitab-kitab lain dalam Pentateukh. Pilihan ini tidak sembarangan, karena baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru menunjuk Musa sebagai penulisnya. Misalnya, Yosua 8:31 menyebutkan Yosua membangun mezbah "menurut apa yang tertulis dalam kitab hukum Musa,” merujuk pada Pentateukh. Yosua 1:7 juga merujuk pada hukum yang diperintahkan oleh Musa. Ayat-ayat pendukung tambahan termasuk Bilangan 33:2; Yosua 23:6; 1 Raja-raja 2:3; dan Matius 4:4.

Dalam Perjanjian Baru, Yesus secara konsisten merujuk pada Musa saat membahas Pentateukh, semakin mengukuhkan keasliannya (misalnya, Matius 19:8; Markus 12:26; Yohanes 5:45–47). Bagi orang Kristen, kesaksian Yesus saja sudah cukup untuk menetapkan Musa sebagai penulis Kitab Kejadian. Dalam Kisah Para Rasul 3:22, Petrus mengutip Ulangan dan mengaitkan ayat tersebut dengan Musa. Dalam Roma 10:5, Paulus menyebut Musa sebagai penulis Kitab Imamat.

Keaslian Musa sebagai penulis Kitab Kejadian tetap tidak dipertanyakan hingga abad ke-19, ketika para sarjana mulai menantang pandangan tradisional. Salah satu keberatan karena peristiwa yang dicatat dalam Kitab Kejadian terjadi sebelum masa hidup Musa. Bagaimana Musa mengetahui peristiwa-peristiwa tersebut?

Pertama, kita menegaskan inspirasi yang dapat dipercaya dari Roh Kudus, menyatakan bahwa “Segala tulisan yang diilhamkan Allah,” termasuk Kitab Kejadian (2 Timotius 3:16). Bimbingan Tuhan dalam mengawasi Kitab Suci memberi kita keyakinan bahwa Musa menerima informasi yang akurat tentang Adam, Nuh, dan orang-orang lain yang hidup sebelum dia.

Selain itu, dunia kuno memiliki tradisi lisan yang kuat yang dapat digunakan Musa sebagai sumber. Juga, Kejadian 5:1 menyiratkan adanya dokumen tertulis yang mungkin diandalkan Musa, terutama silsilah, yang berasal dari patriark kuno seperti Abraham dan Yusuf, yang hidup di Mesir tempat Musa dibesarkan.

Sebagai alternatif terhadap keaslian Musa sebagai penulis Kitab Kejadian, para sarjana modern mengusulkan "hipotesis dokumenter" atau "hipotesis JEDP," yang menyarankan bahwa Kitab Kejadian dan kitab-kitab lain dalam Pentateukh ditulis oleh beberapa penulis dan editor anonim yang mengandalkan tradisi lisan yang mencakup berabad-abad. Ide ini, yang membagi Kitab Kejadian menjadi berbagai segmen berdasarkan nama-nama Allah yang digunakan dalam masing-masing segmen, pertama kali diusulkan oleh Jean Astruc dan dikembangkan oleh Julius Wellhausen, yang memandang Kitab Suci melalui lensa evolusioner. Hipotesis JEDP menimbulkan keraguan terhadap keaslian Kitab Kejadian, menjadikannya karya legendaris yang paling banter, cocok untuk memahami dunia kuno tetapi sama sekali tidak historis. Namun, tidak ada bukti eksternal yang mendukung hipotesis JEDP; tidak pernah ditemukan dokumen J, E, D, atau P. Tidak ada sarjana Yahudi atau Kristen kuno yang pernah menyiratkan bahwa dokumen-dokumen tersebut ada.

Berdasarkan kesaksian internal Kitab Suci, latar belakang Musa, dan bukti arkeologis tentang penulisan awal, kesimpulan yang paling masuk akal adalah bahwa Musa menulis dan mengedit Kitab Kejadian.

English



Kembali ke halaman utama dalam Bahasa Indonesia

Siapa yang menulis Kitab Kejadian? Siapa penulis Kitab Kejadian?
Bagikan halaman ini: Facebook icon Twitter icon Pinterest icon Email icon
© Copyright Got Questions Ministries