Pertanyaan
Siapa yang menulis Kitab Yudas? Siapa penulis Kitab Yudas?
Jawaban
Penulis Surat Yudas memperkenalkan dirinya sebagai “Dari Yudas, hamba Yesus Kristus dan saudara Yakobus” (Yudas 1:1). Surat yang sangat singkat ini ditulis dengan rasa urgensi, yang menjelaskan mengapa isinya begitu ringkas. Nama "Jude" (nama Kitab "Yudas" dalam bahasa Inggris) memiliki akar etimologis yang sama dengan "Judas" (Yudas). Selain Yudas Iskariot, Injil menyebutkan dua orang bernama Yudas. Salah satunya adalah seorang rasul, anak Yakobus (Lukas 6:16), dan yang lainnya adalah saudara Yesus dan Yakobus—seorang Yakobus yang berbeda dari ayah Yudas yang lain (Matius 13:55; Markus 6:3). Lebih mungkin bahwa penulis Yudas adalah saudara Yesus, bukan rasul, karena ia mengidentifikasi dirinya sebagai saudara Yakobus. Meskipun skeptis terhadap Yesus selama hidup-Nya (Yohanes 7:3–5), Yudas kemungkinan bertobat setelah kebangkitan. Meskipun sedikit yang diketahui tentang Yudas sebagai pribadi, jelas bahwa ia dihormati di gereja awal, telah menikah, dan terlibat dalam perjalanan misionaris (1 Korintus 9:5).
Yudas awalnya berencana menulis tentang “keselamatan kita bersama,” tetapi beralih ke pembelaan iman dalam suratnya (Yudas 1:3). Nada suratnya menunjukkan keseriusan situasi, seperti terlihat dalam ayat 4, “Sebab ternyata ada orang tertentu yang telah masuk menyelusup di tengah-tengah kamu, yaitu orang-orang yang telah lama ditentukan untuk dihukum. Mereka adalah orang-orang yang fasik, yang menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka, dan yang menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus." Penyalahgunaan anugerah adalah masalah serius, baik yang mengarah pada kebebasan berlebihan maupun legalisme. Nada Yudas sejalan dengan nada Paulus dalam surat Galatia, dengan kedua surat tersebut menyimpulkan hal yang sama: anugerah tidak boleh disalahgunakan.
Kitab Yudas dan 2 Petrus memiliki kesamaan, sehingga beberapa pengamat menyimpulkan bahwa keduanya ditulis pada waktu yang hampir bersamaan. Jika demikian, maka tanggal penulisan kedua surat tersebut diperkirakan antara tahun 67 dan 80 M. Kedua surat tersebut memperingatkan tentang ajaran palsu, menekankan keteguhan iman, dan merujuk pada sumber-sumber di luar Alkitab. Yudas mengutip Kitab Henokh (Yudas 1:9), yang kemungkinan juga digunakan oleh Petrus (2 Petrus 2:4).
Peringatan Yudas terhadap kebohongan tetap relevan hingga hari ini. Kita dipanggil untuk mempertahankan iman, berkomitmen pada kebenaran, dan mengenali serta menolak kebohongan.
English
Siapa yang menulis Kitab Yudas? Siapa penulis Kitab Yudas?