settings icon
share icon
Pertanyaan

Siapakah César Chávez?

Cetak
Jawaban


César Chávez (1927—1993) adalah seorang pemimpin serikat pekerja dan aktivis hak-hak sipil yang mengabdikan hidupnya untuk “la causa” (“perjuangan”): memperjuangkan nasib para pekerja pertanian di Amerika Serikat melalui negosiasi tanpa kekerasan terkait kondisi kerja dan kehidupan mereka.

Cesario Estrada Chavez lahir di Yuma, Arizona, dari orang tua keturunan Meksiko-Amerika. Ketika ia mulai bersekolah, ia diharuskan mengganti namanya menjadi Cesar karena penggunaan bahasa Spanyol dilarang. Selama masa Depresi Besar, keluarganya terpaksa menjual rumah dan lahan pertanian mereka, yang dianggap Cesar sebagai ketidakadilan besar terhadap kaum miskin. Keluarga Chavez pindah ke California dan menjadi pekerja pertanian migran. Cesar putus sekolah setelah kelas delapan dan mulai bekerja di ladang secara penuh waktu.

Pada tahun 1946, Chavez bergabung dengan Angkatan Laut AS. Setelah masa dinasnya berakhir, ia kembali bekerja di ladang dan menikahi Helen Fabela. Seiring waktu, mereka dikaruniai delapan anak. Chavez menjadi anggota National Farm Labor Union (Serikat Buruh Pertanian Nasional), dan, dalam upaya memperbaiki kehidupan para pekerja pertanian, ia ikut serta dalam aksi pemogokan di ladang kapas dan anggur. Pada tahun 1952, ia terlibat dengan Community Service Organization/CSO (Organisasi Layanan Masyarakat), sebuah kelompok hak-hak sipil Latino. Selama dekade berikutnya, ia mendaftarkan pemilih baru dan berjuang melawan diskriminasi rasial dan ekonomi. Ia menjadi direktur nasional CSO. Setelah mengundurkan diri pada tahun 1962, Chavez menggunakan tabungan seumur hidupnya untuk mendirikan National Farm Workers Association/ NFWA (Asosiasi Pekerja Pertanian Nasional) di Delano, California, bersama Dolores Huerta.

Pada tahun 1965, NFWA bergabung dengan para pekerja pertanian keturunan Filipina-Amerika melawan para petani anggur, yang memicu "Delano Grape Strike" (Pemogokan Anggur Delano). Selama pemogokan ini, Chavez bersikeras bahwa para demonstran tidak boleh membalas dengan kekerasan. Selama pemogokan yang berlangsung lima tahun itu, Cesar memimpin pawai sejauh 340 mil dari Delano ke Sacramento dan memimpin aksi mogok makan selama 25 hari. Pada tahun 1970, para petani di Delano menandatangani kontrak dengan serikat pekerja yang menyetujui kenaikan upah bagi para pemetik buah dan memberikan mereka hak untuk berserikat. Para pemilik kebun juga memperkenalkan program kesehatan dan memberlakukan langkah-langkah keselamatan baru terkait penggunaan pestisida pada tanaman. Sepanjang tahun 1970-an, Chavez terus memimpin upaya serikat pekerja untuk memperoleh perjanjian kerja bagi para pekerja pertanian di seluruh industri pertanian, dengan menggunakan taktik tanpa kekerasan.

Cesar meninggal pada tahun 1993 pada usia 66 tahun dan secara anumerta dianugerahi Presidential Medal of Freedom (Medali Kebebasan Presiden), penghargaan sipil tertinggi di Amerika Serikat. Hari Cesar Chavez adalah hari libur peringatan federal yang diperingati pada tanggal 31 Maret untuk merayakan warisan Chavez.

Chavez menggambarkan gerakannya yang memperjuangkan kaum miskin sebagai upaya mempromosikan filosofi Kristen radikal, yang dapat diartikan sebagai pencarian keadilan sosial yang berakar pada ajaran Katolik Roma. Chavez terinspirasi oleh Santo Fransiskus dari Assisi, yang melepaskan kekayaan materialnya untuk hidup bersama dan bekerja demi kaum miskin. Chavez juga dipengaruhi oleh perlawanan tanpa kekerasan yang dilakukan oleh Mahatma Gandhi dan Martin Luther King, Jr. Keyakinan Chavez memotivasinya untuk berjuang secara damai dan penuh semangat demi kepentingan kaum miskin, kepada siapa ia berkata, “¡Si se puede!” (“Ya, kamu bisa!”).

Mengenai misinya dan komitmennya terhadap taktik tanpa kekerasan, Cesar Chavez berkata, “Ketika kita benar-benar jujur pada diri sendiri, kita harus mengakui bahwa hidup kita adalah satu-satunya hal yang benar-benar menjadi milik kita; oleh karena itu, cara kita menggunakan hidup kita lah yang menentukan seperti apa diri kita sebenarnya. Saya sangat yakin bahwa hanya dengan memberikan hiduplah kita menemukan hidup, bahwa tindakan keberanian yang paling sejati, tindakan kejantanan yang paling kuat adalah mengorbankan diri kita untuk orang lain dalam perjuangan tanpa kekerasan demi keadilan. Menjadi seorang pria berarti menderita demi orang lain. Semoga Tuhan membantu kita untuk menjadi pria sejati” (The Words of César Chávez, Texas A&M University Press, 2002, hlm. 167).

Dalam komitmennya terhadap perlakuan yang adil bagi para pekerja, dedikasinya terhadap protes tanpa kekerasan, dan kepeduliannya terhadap kaum miskin, Cesar Chavez adalah sosok yang dapat diteladani oleh umat Kristiani.

English



Kembali ke halaman utama dalam Bahasa Indonesia

Siapakah César Chávez?
Bagikan halaman ini: Facebook icon Twitter icon YouTube icon Pinterest icon Email icon
© Copyright Got Questions Ministries