Siapakah para roh-roh yang berada di dalam penjara?



 


Pertanyaan: Siapakah para roh-roh yang berada di dalam penjara?

Jawaban:
Berbicara mengenai kurun waktu di antara kematian dan kebangkitan Yesus, 1 Petrus 3:19 menyatakan, "... di dalam Roh itu juga Ia pergi memberitakan Injil kepada roh-roh yang di dalam penjara." Siapakah para "roh-roh yang berada di dalam penjara" ini, mengapa Yesus sedang menginjili mereka, dan apa yang sedang Ia beritakan pada mereka? Sebagai latar belakang, silahkan membaca artikel kita yang berjudul "Di manakah Yesus dalam tiga hari antara kematian dan kebangkitanNya?"

Pertama, mari kita mengamati kata roh. Di dalam bahasa Yunani kata tersebut adalah pneumasin, sebuah bentuk dari kata pneuma, yang berarti "angin, nafas, udara." Kata ini sering digunakan dalam Perjanjian Baru untuk membahas malaikat (Ibrani 1:14), iblis (Markus 1:23), dan roh Yesus (Matius 27:50), dan Roh Kudus (Yohanes 14:17). Di dalam Alkitab sudah jelas bahwa manusia mempunyai roh (Ibrani 4:12), tetapi Alkitab tidak pernah menyebut manusia sebagai "roh." Kita mempunyai roh, tetapi kita bukanlah roh. Allah Roh Kudus, para malaikat, dan para iblis tidak mempunyai roh; mereka adalah roh. Jadi makna di dalam penggunaan kata roh di dalam "roh-roh yang berada di dalam penjara" sedang membahas roh yang bukanlah manusia pada khodratnya.

Jika para roh di dalam penjara ini bukan roh orang mati, dan kita mengetahui dengan pasti bahwa Roh Kudus tidak dipenjara, dan malaikat kudus Allah tidak dipenjara, maka pilihan yang tertinggal ialah - roh yang dipenjara adalah iblis. Tentunya sudah jelas bahwa tidak semua setan sedang dipenjara. Perjanjian Baru memberi berbagai contoh dari tindakan iblis. Jadi roh yang dipenjara itu semestinya berupa sebuah kelompok iblis, yang lain daripada sekutu iblis lainnya, yang pada suatu waktu dipenjarakan.

Apakah kita bisa memperkirakan sebuah alasan mengenai kenapa sebagian, tetapi tidak semua dari iblis dipenjara? Yudas ayat 6 sedang memberi kita sebuah petunjuk yang penting, "Dan bahwa Ia menahan malaikat-malaikat yang tidak taat pada batas-batas kekuasaan mereka, tetapi yang meninggalkan tempat kediaman mereka, dengan belenggu abadi di dalam dunia kekelaman sampai penghakiman pada hari besar." Sekali lagi, Perjanjian Baru telah menjelaskan bahwa tidak semua iblis sedang di-"belenggu abadi di dalam dunia kekelaman." Yudas ayat 6, mirip dengan 1 Petrus 3:19, sedang membahas sebuah kelompok iblis yang dosanya lebih parah terhadap Allah.

Dosa apakah yang kira-kira mereka lakukan? Kejadian 6:1-4 merekam "anak-anak Allah...mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan" dan menciptakan sebuah ras raksasa, sang Nefilim. Para anak-anak Allah adalah malaikat yang terjatuh (iblis) yang melakukan hubungan seks dengan wanita manusia, dan kemungkinan besar inilah identitas para roh-roh yang dipenjara di dalam 1 Petrus 3:19. Para iblis yang melakukan dosa ini dipenjara oleh Allah demi menghindari pengulangan dari dosa ini, dan mencegah para iblis lainnya berpartisipasi dalam dosa tersebut. Interpretasi ini juga didukung oleh faktanya bahwa 1 Petrus 3:20 juga mengutip "pada waktu Nuh," dan insiden para anak-anak Allah yang terjadi sebelum Allah mengirimkan air bah pada jaman Nuh (Kejadian 6).

Roh-roh terpenjara yang dikutip 1 Petrus 3:19 merupakan iblis yang berdosa luar biasa terhadap Allah dengan "meninggalkan tempat kediaman mereka" (Yudas 6) pada peristiwa yang melibatkan anak-anak Allah dan wanita manusia (Kejadian 6:1-4).



Kembali ke halaman utama dalam Bahasa Indonesia

Siapakah para roh-roh yang berada di dalam penjara?