settings icon
share icon
Pertanyaan

Apa yang dimaksud dengan rencana cadangan pil kontrasepsi darurat (morning-after pill)?

Jawaban


Wanita telah menggunakan berbagai metode kontrasepsi selama ribuan tahun. Dengan kemudahan dan keefektifan kontrasepsi modern, muncullah budaya yang memperlakukan seks dengan santai, dengan pengetahuan bahwa kehamilan tidak harus menjadi efek samping. Pemikiran tersebut berlanjut bahkan ketika kontrasepsi tidak digunakan dan kehamilan lebih mungkin terjadi. Terkadang seks dianggap enteng, dan terkadang alat kontrasepsi tidak berfungsi. Dalam kasus lain yang tragis, terkadang seorang wanita diserang di luar keinginannya. Apapun itu, kontrasepsi darurat tersedia untuk mencegah kehamilan setelah hubungan seks terjadi.

Kontrasepsi darurat adalah obat atau bahan kimia yang dimasukkan ke dalam tubuh wanita setelah ia melakukan hubungan seks untuk mencegah kehamilan. Kontrasepsi darurat tidak termasuk mifepristone-RU-486-yang merupakan obat penggugur kandungan kimiawi yang dirancang khusus untuk menyebabkan aborsi tanpa pembedahan pada janin yang ditanamkan pada dinding rahim. Ada dua jenis kontrasepsi darurat yang paling umum: pil dan IUD tembaga.

Kontrasepsi Darurat

Pil Kontrasepsi Darurat (ECP: Emergency Contraceptive Pills) mengandung berbagai bahan kimia yang dirancang untuk mencegah atau menunda ovulasi dan/atau membatasi mobilitas sperma sehingga tidak dapat mencapai sel telur. ECP yang hanya mengandung progestin tersedia tanpa resep dan memiliki tingkat efektivitas yang lebih tinggi daripada ECP estrogen/progestin, tetapi ECP estrogen/progestin adalah pil dengan dosis yang telah diperhitungkan dengan cermat dan mungkin lebih nyaman. Efektivitasnya dapat dibatasi oleh berat badan perempuan, jumlah hari sejak ia berhubungan seks, dan apakah ovulasi telah terjadi. Ulipristal asetat ("ella") menggunakan dosis yang lebih rendah dari bahan kimia yang ditemukan dalam RU-486. Obat ini tidak dirancang untuk menjadi obat penggugur kandungan, tetapi tidak untuk digunakan oleh wanita hamil. Ini lebih efektif dalam berbagai faktor dan mungkin memiliki efek samping yang lebih sedikit.

IUD yang mengandung tembaga biasanya digunakan untuk kontrasepsi jangka panjang (dapat digunakan selama sepuluh tahun), tetapi, jika dipasang sesaat setelah berhubungan seks, IUD ini juga dapat digunakan sebagai kontrasepsi darurat. IUD tembaga tidak mempengaruhi ovulasi; metode utamanya adalah menciptakan lingkungan yang beracun bagi sperma. IUD ini sangat efektif (mencapai 99 persen) tetapi dapat menimbulkan beberapa efek samping yang serius, termasuk penyakit radang panggul.

Masalah dengan Kontrasepsi Darurat

Kontroversi dengan ECP dan IUD tembaga adalah, selain mencegah atau menunda ovulasi dan membatasi mobilitas sperma, bahan kimia yang juga diketahui dapat mengubah lapisan rahim sehingga sel telur yang telah dibuahi tidak dapat tertanam. Bagi otoritas medis dan pemerintah sekuler, hal ini tidak menjadi masalah; banyak yang tidak menganggap seorang wanita hamil sampai sel telur yang telah dibuahi tertanam di dinding rahim. Mereka berpendapat bahwa, jika sel telur yang telah dibuahi diinduksi secara artifisial untuk keluar, maka itu adalah aborsi; jika sel telur yang telah dibuahi tidak pernah menempel, maka itu bukan aborsi.

Pola pikir seperti ini memang terasa praktis. Obat-obatan dan bahan kimia yang memengaruhi ovulasi dan pergerakan sperma kebetulan juga memengaruhi dinding rahim; dengan obat yang dapat mencegah kehamilan setelah hubungan seksual terjadi, saat ini tidak ada cara untuk mendapatkan efek yang satu tanpa yang lain. Keyakinan ini semakin mudah diterima karena berkurangnya kemungkinan implantasi bukanlah metode utama obat-obatan tersebut dalam mencegah kehamilan. Itu hanyalah kemungkinan tingkat kedua atau ketiga.

Membuat pembedaan antara sel telur yang telah dibuahi dan sel telur yang telah dibuahi lalu menempel (terimplantasi) mungkin terasa praktis, tetapi itu tidak berarti logis. Sel telur yang dibuahi tetaplah sekumpulan sel yang mengandung DNA seorang individu. Kebetulan saja sel telur yang terimplantasi memiliki akses pada sumber daya yang diperlukan untuk bertahan hidup, sedangkan yang tidak terimplantasi tidak memilikinya.

Alkitab juga tidak membuat perbedaan. Dalam Mazmur 139:16, Daud mengakui bahwa Tuhan mengenalnya sebagai individu ketika ia masih berupa "bakal anak". Gambarannya adalah segumpal tanah liat tanpa struktur atau bentuk. Tidak ada anggota badan, tidak ada kepala, tidak ada tulang belakang atau jantung. Hal ini tentu saja menggambarkan kelompok sel embrio sebelum implantasi.

Haruskah orang beriman menggunakan kontrasepsi darurat? Melakukan hal tersebut berarti mengambil risiko dengan nyawa seorang bayi. Di luar anjuran bagi pasangan untuk "memenuhi bumi" dan diskusi yang lebih luas tentang pengendalian kelahiran, tidak ada yang secara khusus tidak alkitabiah tentang mencegah ovulasi atau mencegah pembuahan sel telur. Baik sel telur maupun sperma bukanlah manusia. Namun, dengan sengaja melakukan sesuatu yang dapat mencegah sel telur yang telah dibuahi untuk berimplantasi sama saja dengan menolak memberikan ASI kepada bayi yang baru lahir. Sel-sel tersebut tidak kurang dari sebuah kehidupan individu sebelum mereka terhubung ke dalam rahim daripada ketika mereka dilepaskan setelah lahir.

English



Kembali ke halaman utama dalam Bahasa Indonesia

Apa yang dimaksud dengan rencana cadangan pil kontrasepsi darurat (morning-after pill)?
Bagikan halaman ini: Facebook icon Twitter icon Pinterest icon Email icon
© Copyright Got Questions Ministries