settings icon
share icon
Pertanyaan

Apakah perbedaan antara murid dan rasul?

Jawaban


Setiap rasul adalah murid, tetapi tidak setiap murid adalah rasul. Setiap orang yang percaya kepada Yesus disebut murid-Nya. Matius 28:19-20 mencatat Yesus berkata, "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

Kata Yunani untuk "murid" secara sederhana mengacu pada seorang pelajar dan digunakan di seluruh Perjanjian Baru untuk menyebut orang-orang yang percaya kepada Yesus dan mengikuti-Nya (Lukas 14:26-33). Sebagai contoh, Kisah Para Rasul 6:1 mengatakan, "Pada masa itu, ketika jumlah murid makin bertambah." Kata murid dalam konteks ini berarti "orang percaya" atau "orang Kristen".

Kata Yunani untuk "rasul" secara harfiah berarti "orang yang diutus" dan dapat merujuk kepada seorang utusan atau siapa pun yang diutus dalam sebuah misi. Seorang rasul diberi otoritas oleh orang yang mengutusnya. Semua rasul adalah murid - mereka adalah bagian dari banyak orang yang percaya kepada Yesus-tetapi mereka sekelompok murid yang terpilih menjadi Dua Belas Rasul (Matius 10:1-4; Markus 3:14; Kisah Para Rasul 26:14-18). Mereka adalah dua belas murid yang pertama (meskipun Yudas Iskariot pada akhirnya membalikkan kesetiaannya dan menolak Kristus) dan Matias (Kisah Para Rasul 1:12-26) atau Paulus (2 Timotius 1:1; Roma 11:13; 1 Korintus 9:1-2). Ada kelompok orang terpilih yang terdiri dari dua belas rasul dapat dilihat pada fondasi tembok Yerusalem Baru: dua belas fondasi, masing-masing bertuliskan nama seorang rasul (Wahyu 21:14).

Ada orang-orang lain yang disebut sebagai "rasul" dalam Perjanjian Baru - meskipun bukan anggota Dua Belas Rasul - contohnya Barnabas (Kisah Para Rasul 14:14), Apolos (1 Korintus 4:6-9), Timotius dan Silas (1 Tesalonika 1:1, 2:6), Epafroditus (Filipi 2:25), dan dua orang rasul yang tidak disebutkan namanya (2 Korintus 8:23, karena mungkin sudah termasuk dalam daftar sebelumnya). Orang-orang ini adalah "orang-orang yang diutus" karena mereka dipilih untuk pekerjaan tertentu atas nama gereja, tetapi mereka bukan bagian dari Dua Belas murid yang dipilih langsung oleh Yesus. Yesus juga disebut sebagai "rasul" dalam Ibrani 3:1, yang mengindikasikan bahwa Ia diutus dan memiliki otoritas dari Bapa-Nya.

Efesus 4:11-16 berbicara tentang para rasul bersama dengan para pemimpin gereja lainnya yang berperan untuk memperlengkapi jemaat untuk melakukan pelayanan. Perbedaan utama para rasul tampaknya adalah dalam hal otoritas mereka. Pengajaran para rasul menjadi fondasi bagi kebenaran iman kita (Kisah Para Rasul 2:42; Efesus 2:20). Kualifikasi untuk menjadi seorang rasul termasuk pernah bersama dengan Kristus selama pelayanan-Nya, pernah secara pribadi menyaksikan Yesus setelah kebangkitan-Nya, dan diberi kuasa oleh Roh Kudus untuk melakukan mukjizat atau tanda-tanda ajaib (Kisah Para Rasul 1:21-22; 10:41; 2 Korintus 12:12). Paulus adalah pengecualian dari kualifikasi tersebut. Meskipun ia tidak menemani Yesus dalam perjalanan-Nya di dunia, Yesus menampakkan diri secara khusus kepadanya dalam perjalanan ke Damsyik dan menetapkannya sebagai rasul bagi bangsa-bangsa lain (Kisah Para Rasul 26:14-18). Inilah sebabnya mengapa Paulus membandingkan posisinya di antara para rasul lainnya "seperti kepada anak yang lahir sebelum waktunya" (1 Korintus 15:8, TB).

Tidak ada rasul, dalam arti khusus, yang masih hidup di dunia saat ini. Hanya ada dua belas orang, dan mereka memiliki tugas khusus dalam pendirian gereja. Namun, kata rasul masih digunakan oleh beberapa kelompok Kristen untuk merujuk kepada seorang misionaris atau pemimpin wirausaha dalam arti umum. Namun, orang-orang ini tidak memenuhi kualifikasi yang sama dengan kedua belas rasul dalam Alkitab.

Singkatnya, setiap orang yang percaya kepada Yesus sebagai Juruselamatnya adalah murid Yesus. Namun, hanya sekelompok orang percaya mula-mula yang terpilih sebagai rasul dan diberi wewenang untuk melakukan tanda-tanda ajaib dan membagikan pewahyuan yang ada dalam Perjanjian Baru.



English



Kembali ke halaman utama dalam Bahasa Indonesia

Apakah perbedaan antara murid dan rasul?
Bagikan halaman ini: Facebook icon Twitter icon Pinterest icon Email icon
© Copyright Got Questions Ministries