Pertanyaan
Apa yang dimaksud dengan hati yang menyesal (hancur hati)?
Jawaban
Alkitab sering berbicara tentang hati yang menyesal (hancur hati). Dalam Yesaya 66:2, Tuhan berkata, "Tetapi kepada orang inilah Aku memandang: kepada orang yang tertindas dan patah semangatnya dan yang gentar kepada firman-Ku." Dan dalam Mazmur 51:19, Daud menulis, "Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah." Hati yang menyesal dikatakan sebagai sesuatu yang disukai Tuhan, dan dalam ayat-ayat ini dihubungkan dengan kerendahan hati, kehancuran, dan rasa takut yang sehat akan Firman Tuhan. Jadi, apa sebenarnya yang dimaksud dengan hati yang menyesal?
Menurut International Bible Encyclopedia (Ensiklopedia Alkitab Internasional), "Hati yang menyesal (hancur hati) adalah hati yang kesombongannya dan kecukupan dirinya telah direndahkan sepenuhnya oleh kesadaran akan rasa bersalah." Kata-kata Ibrani dan Yunani yang sering diterjemahkan "penyesalan" sebenarnya berarti "remuk, lumpuh, atau hancur." Ketika penyesalan mengubah hati, kita mendapatkan gambaran tentang hati nurani yang dihancurkan oleh beban rasa bersalahnya sendiri. Ketika roh manusia berhenti membenarkan pilihan-pilihannya yang salah, sadar akan kebobrokannya, dan dengan rendah hati menerima penghukuman Tuhan yang adil atas dosa, maka penyesalan pun hadir. Hati yang menyesal tidak memberikan alasan dan tidak mengalihkan kesalahan. Hati yang menyesal sepenuhnya setuju dengan Tuhan tentang betapa jahatnya dosa itu. Hati yang menyesal akan melemparkan dirinya ke dalam belas kasihan Tuhan, karena ia tahu bahwa ia tidak layak menerima apa pun kecuali murka yang adil (Yesaya 6:5; Mazmur 41:4).
Kondisi hati yang menyesal adalah kondisi yang diberkati. Tuhan berfirman, "Aku bersemayam di tempat tinggi dan di tempat kudus tetapi juga bersama-sama orang yang remuk dan rendah hati, untuk menghidupkan semangat orang-orang yang rendah hati dan untuk menghidupkan hati orang-orang yang remuk" (Yesaya 57:15). Mereka yang menyesal dijanjikan tempat tinggal bersama Tuhan. Hati mereka yang hancur akan dihidupkan kembali.
Yesus mengilustrasikan seperti apa hati yang menyesal dalam Lukas 18:10-14. Pertobatan yang rendah hati yang dikehendaki Tuhan dikontraskan dengan sikap membenarkan diri sendiri dalam perumpamaan tentang orang Farisi dan Pemungut cukai. Doa yang fasih dari orang Farisi yang sombong tidak sampai ke hati Tuhan, tetapi seruan rendah hati dari orang berdosa yang bertobat membawa pengampunan. Mereka berdua membutuhkan belas kasihan, tetapi hanya hati yang penuh penyesalan yang dapat menerimanya.
Yesus juga merujuk kepada hati yang menyesal dalam Ucapan Bahagia ketika Dia berkata, "Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur" (Matius 5:4). "Dukacita" di sini adalah kesedihan karena dosa-dosa seseorang. Belas kasihan dan pengampunan Tuhan menghibur mereka yang melihat dosa mereka seperti Dia melihatnya.
Hati yang menyesal tidak meremehkan pengampunan Tuhan. Hati yang menyesal berduka atas dosanya sendiri dan akibat dari dosa tersebut terhadap Anak Allah (2 Korintus 5:21). Penyesalan adalah faktor kunci dalam pertobatan yang sejati. Tanpa itu, kita seperti orang Farisi yang sombong, melakukan gerakan-gerakan agama tetapi menyimpan kesombongan di dalam hati kita. Penyesalan setuju bahwa hati yang berniat mengikut Kristus harus menolak kejahatan dalam segala bentuknya. Hati yang menyesal tidak memiliki pikiran untuk mengulangi dosanya, tetapi mencari kekuatan dari Tuhan untuk mengalahkan dosa dan terus maju menuju kekudusan (1 Petrus 1:15-16).
English
Apa yang dimaksud dengan hati yang menyesal (hancur hati)?