Pertanyaan
Apakah arti penyakit sampar (pandemi) dalam Alkitab?
Jawaban
Penyakit sampar (pandemi) adalah bencana yang mematikan, biasanya berupa penyakit, yang menyerang seluruh masyarakat. Penyakit sampar itu menular, ganas, dan menghancurkan. Sebagai contoh, Wabah Hitam di Eropa yang menewaskan lebih dari tiga puluh persen populasi selama akhir Abad Pertengahan adalah wabah sampar. Dalam Alkitab, wabah penyakit biasanya merupakan tanda penghakiman Tuhan atas suatu bangsa atau kelompok masyarakat (Ulangan 32:24; 1 Tawarikh 21:12; Yehezkiel 7:14-15). Tuhan yang melindungi dan memberkati juga adalah Tuhan yang mengirimkan bencana dan penyakit sampar untuk menggenapi tujuan-tujuan-Nya yang benar di bumi (Yesaya 45:7; Yehezkiel 5:16-17; Amos 4:10). Penyakit sampar dijanjikan sebagai bagian dari penghakiman terakhir Tuhan atas dunia dalam Wahyu 18:8.
Kata yang diterjemahkan "sampar" sering diterjemahkan sebagai "wabah" atau "bencana" dalam versi baru Alkitab bahasa Inggris. Namun, karena kata ini sering dipasangkan dengan kedua kata tersebut, kata ini dapat menyiratkan kehancuran yang lebih besar daripada sekadar penyakit fisik. Wabah sampar mencakup segala bentuk kehancuran publik dan massal dan sering kali menyertai kelaparan (Yehezkiel 7:15) atau perang (Yeremia 21:9). Yesus telah memperingatkan tentang penyakit sampar ketika Dia menjelaskan tentang akhir zaman (Lukas 21:11).
Setelah sensus dosa yang dilakukan Daud, Tuhan menjatuhkan penghakiman atas Israel dalam bentuk penyakit sampar: "Jadi TUHAN mendatangkan penyakit sampar kepada orang Israel dari pagi hari sampai waktu yang ditetapkan, maka matilah dari antara bangsa itu, dari Dan sampai Bersyeba, tujuh puluh ribu orang" (2 Samuel 24:15). Tuhan juga telah mengirimkan penyakit sampar sebagai akibat dari pemberontakan Korah (Bilangan 16:49) dan sebagai penghakiman atas amoralitas Israel di Baal-Peor (Bilangan 25:9), tetapi wabah yang dicatat dalam 2 Samuel 24 adalah yang paling mematikan yang pernah menimpa bangsa Israel. Kemudian Tuhan berbelas kasihan dan menghentikan penghakiman tersebut: "Ketika malaikat mengacungkan tangannya ke Yerusalem untuk memusnahkannya, maka menyesallah TUHAN karena malapetaka itu, lalu Ia berfirman kepada malaikat yang mendatangkan kemusnahan kepada bangsa itu: 'Cukup! Turunkanlah sekarang tanganmu itu'" (ayat 16).
Tuhan kita yang berdaulat adalah Tuhan atas segala wabah penyakit (Habakuk 3:5). Dengan mengetahui bahwa Tuhan memegang kendali, kita tidak perlu takut, apa pun yang terjadi (lihat Mazmur 91:5-6). Orang-orang percaya tidak kebal dari dampak hidup di dunia yang telah jatuh, tetapi kita diyakinkan bahwa "sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus" (Roma 8:1). Tuhan mungkin menguji iman kita melalui masa wabah penyakit, tetapi orang Kristen tahu bahwa cobaan seperti itu bukanlah penghakiman Tuhan terhadap mereka (lihat 1 Korintus 11:32; Yakobus 1:3; 1 Petrus 1:7).
Di antara berbagai bentuk penghakiman yang Tuhan timpakan kepada orang-orang yang tidak benar dan memberontak adalah penyakit sampar. Tidak semua wabah merupakan penghakiman langsung dari Tuhan, tetapi Alkitab menunjukkan bahwa beberapa kejadian wabah dalam sejarah merupakan hukuman atas dosa. Tuhan mengirimkan penyakit sampar untuk menghukum bangsa Israel karena penyembahan berhala dan ketidaktaatan mereka yang terus menerus (Ulangan 32:24; Yeremia 42:22), dan selama masa kesengsaraan Dia akan mengirimkan penyakit sampar untuk menghukum orang-orang yang tidak mau bertobat: "Maka pergilah malaikat yang pertama dan ia menumpahkan cawannya ke atas bumi; maka timbullah bisul yang jahat dan yang berbahaya pada semua orang yang memakai tanda dari binatang itu dan yang menyembah patungnya." (Wahyu 16:2; bdk. Wahyu 18:8; Matius 24:7).
English
Apakah arti penyakit sampar (pandemi) dalam Alkitab?