settings icon
share icon
Pertanyaan

Apa pentingnya Alkitab?

Jawaban


Pentingnya Alkitab tidak dapat dilebih-lebihkan. Sepanjang sejarah, banyak orang telah menulis buku-buku untuk menekankan pentingnya Kitab Suci. Namun, kita tidak boleh hanya mengandalkan kata-kata manusia. Yang penting adalah apa yang Alkitab katakan tentang dirinya sendiri.

Beberapa penulis menyebut Alkitab sebagai surat cinta Tuhan kepada kita. Yang lain menggambarkannya sebagai panduan hidup kita. Alkitab adalah keduanya dan jauh lebih dari itu. Pentingnya Alkitab didasarkan pada fakta bahwa ia adalah wahyu Tuhan kepada kita (Yohanes 1:1–5). Kitab Suci adalah Firman Tuhan bagi umat manusia. Ia diilhamkan, atau dihembuskan oleh Tuhan, artinya setiap kata dalam setiap bagian naskah asli berasal dari Tuhan: “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik” (2 Timotius 3:16–17). Alkitab juga tanpa kesalahan, artinya setiap kata dalam setiap bagian dari tahap asli yang ditulis tangan tidak mengandung kesalahan (2 Petrus 1:20–21; Mazmur 12:6; Amsal 30:5; 1 Tesalonika 2:13).

Pentingnya Alkitab adalah bahwa ia memberi kita kesempatan untuk melihat dan mengenal Tuhan. Kitab Suci mengungkapkan karakter dan sifat-Nya, kedaulatan dan kuasa-Nya, serta alasan-Nya menciptakan kita, alam semesta, dan segala isinya. Kita membaca tentang cara Tuhan berurusan dengan umat manusia, kebaikan dan anugerah-Nya, cahaya dan kasih-Nya, kekudusan dan keadilan-Nya, serta belas kasihan dan kasih sayang-Nya.

Alkitab mengungkapkan keinginan Tuhan sejak awal untuk memiliki umat-Nya sendiri (Imamat 26:12). Di dalamnya, kita belajar tentang persekutuan yang sempurna yang pernah dimiliki manusia dengan Tuhan di surga dan bagaimana persekutuan itu terputus karena dosa dan ketidaktaatan. Namun, melalui pengorbanan Anak Allah, Yesus Kristus, kita dapat diampuni. Kita menemukan bahwa Tuhan menginginkan untuk menebus kita dan memulihkan kita ke dalam hubungan yang benar dengan diri-Nya (Roma 5:1–11, 18–19). Melalui membaca Firman Tuhan, kita dapat memahami tujuan hidup kita serta rencana Tuhan sejak awal waktu hingga kekekalan (1 Petrus 2:9; Efesus 2:10).

Pentingnya Alkitab adalah bahwa ia adalah kitab yang memberi hidup. Firman Tuhan hidup dan berkuasa, “lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita” (Ibrani 4:12). Tuhan yang berkehendak untuk menebus kita telah memberikan kuasa kepada Firman-Nya untuk menyelamatkan kita (2 Timotius 3:15). Kita “telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal” (1 Petrus 1:23).

Tidak hanya Alkitab memiliki kuasa untuk menyelamatkan kita, tetapi juga memiliki kuasa untuk menguduskan kita: “Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu” (1 Petrus 1:22). Firman Tuhan memiliki kuasa untuk membersihkan kita, menguduskan kita, dan menjadikan kita kudus (Yohanes 15:3; 17:17; Efesus 5:26). Dan Firman-Nya memberi kita kuasa untuk mengalahkan dosa dan membawa pikiran kita ke dalam ketaatan rohani kepada Tuhan (2 Korintus 10:4–5).

Pentingnya Alkitab adalah bahwa ia menunjukkan kehendak Tuhan. Dengan menaati apa yang Tuhan katakan dalam Alkitab, kita dapat menjaga diri kita tetap suci (Mazmur 119:9, 11). Merenungkan ajaran Kitab Suci akan menyebabkan kita berkembang secara rohani dan membawa berkat serta kesuksesan sejati dalam hidup (Yosua 1:8; Yakobus 1:25).

Alkitab mengandung kebijaksanaan dan petunjuk yang esensial untuk menjalani hidup: “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku” (Mazmur 119:105). Yesus mengajarkan kita untuk bergantung pada Firman Tuhan sebagai “makanan" sehari-hari kita. Kita tidak boleh meremehkan pentingnya mengonsumsinya secara teratur, karena itulah bahan bakar kehidupan rohani kita (Ulangan 8:3; Matius 4:1–4). Firman Tuhan membekali dan memberdayakan kita untuk melayani-Nya (2 Timotius 3:17; Ibrani 4:12), dan kita dapat menggunakannya sebagai senjata terkuat kita melawan musuh kita, iblis, dan kuasa kegelapan (Efesus 6:17).

Firman Tuhan adalah kekal: “Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya” (Yesaya 40:8). Kebenaran adalah kekal: “Dasar firman-Mu adalah kebenaran dan segala hukum-hukum-Mu yang adil adalah untuk selama-lamanya” (Mazmur 119:160). Bagaimana kita dapat meragukan pentingnya Alkitab, ketika kita membaca, “Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu” (Matius 24:35)?

English



Kembali ke halaman utama dalam Bahasa Indonesia

Apa pentingnya Alkitab?
Bagikan halaman ini: Facebook icon Twitter icon Pinterest icon Email icon
© Copyright Got Questions Ministries