settings icon
share icon
Pertanyaan

Apakah yang dimaksud dengan pemfitnah (reviler) di dalam Alkitab?

Jawaban


Pemfitnah adalah orang yang menggunakan kata-kata untuk merusak, mengendalikan, atau menghina karakter atau reputasi seseorang. Saat ini kita menyebut pemfitnah sebagai pelaku kekerasan verbal. Pemfitnah adalah kata serbaguna yang digunakan dalam Alkitab untuk menggambarkan semua jenis dosa verbal, seperti fitnah, ledakan kemarahan, dan kata-kata kotor. Pemfitnah biasanya dicantumkan bersama dosa-dosa yang kita anggap lebih besar, seperti homoseksualitas dan pencurian (1 Korintus 6:9-10; 2 Timotius 3:2-3). Paulus mencantumkan para pemfitnah di antara orang-orang yang tidak bermoral secara seksual dan pemabuk dalam 1 Korintus 5:11, dan ia memerintahkan gereja untuk tidak berurusan dengan orang-orang seperti itu jika mereka mengaku sebagai orang Kristen.

Imamat 24:10-16 memberikan konteks Perjanjian Lama untuk memahami apa itu pemfitnah. Dalam ayat ini, seorang pria terdengar mengutuk Tuhan dan dibawa kepada Musa untuk melihat apa yang harus dilakukan terhadapnya. Orang itu dituduh sebagai penghujat Tuhan. Dalam hal ini, kata "penghujat" juga diterjemahkan sebagai "pemfitnah" dalam beberapa versi. Tanggapan Tuhan terhadap dosa ini adalah dengan mengatakan, "Siapa yang menghujat nama TUHAN, pastilah ia dihukum mati" (ayat 16).

Perkataan kita sangat berarti bagi Tuhan (Mazmur 19:14) karena apa yang keluar dari mulut mengungkapkan apa yang ada di dalam hati (Matius 15:11). Orang dalam Imamat 24 menghujat Tuhan karena ia mencaci maki Dia di dalam hatinya. Kita sering berdalih atas perkataan kotor kita dengan mengatakan pada diri kita sendiri, "Saya tidak benar-benar seperti itu. Saya hanya terprovokasi." Yesus berkata bahwa kita memang seperti itu, di dalam hati (Matius 15:18), dan, "yang diucapkan mulut meluap dari hati" (Matius 12:34). Para pemfitnah hanya mengungkapkan apa yang ada di dalam hati mereka, dan hati itulah yang diselidiki dan dihakimi oleh Tuhan (Yeremia 17:9-10).

Para pemfitnah memberikan izin kepada diri mereka sendiri untuk menyalahgunakan karunia berbicara sambil membenarkan dosa mereka yang sedang berlangsung. Para pelaku kekerasan verbal menyalahkan korban mereka. Orang yang bermulut kotor menyalahkan pergaulan yang buruk (Efesus 5:4; 1 Korintus 15:33). Para pemfitnah dan penghujat tidak percaya kepada Tuhan atau telah mereduksi Dia dalam pikiran mereka menjadi sebuah entitas yang membuat mereka merasa nyaman (Mazmur 14:1; Zefanya 3:5). Orang yang memfitnah Tuhan tidak takut akan Tuhan dan akan menghadapi murka-Nya suatu hari nanti (Amsal 1:7). Kita bahkan diperingatkan untuk tidak mencaci maki kemuliaan malaikat (Yudas 1:10).

Para pemfitnah yang datang kepada Kristus dapat berubah dengan menyerahkan mulut mereka kepada Tuhan (Roma 6:13-14). Mereka dapat memperhitungkan dosa lisan mereka sebagai sesuatu yang disalibkan bersama dengan dosa-dosa lain di masa lalu mereka (Roma 6:6-7). Mereka dapat meminta Tuhan untuk membuat mereka peka terhadap kata-kata yang menyinggung Roh Kudus (Efesus 4:30), dan mereka dapat mendisiplinkan diri mereka sendiri untuk meminta pengampunan setiap kali mereka mencaci maki seseorang dengan cara apa pun (1 Yohanes 1:9).

Mulut kita diciptakan untuk kemuliaan Tuhan, bukan untuk tujuan yang lebih rendah: "Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah, dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi." Para pencaci maki harus belajar untuk melihat dosa mereka seperti Tuhan.

Yesus berkata kepada para pengikut-Nya bahwa para pemfitnah akan mencaci maki mereka, tetapi mereka tidak boleh berkecil hati. Manusia mencaci maki Dia, dan mereka yang tidak mengenal-Nya akan terus mencaci maki para pengikut-Nya (Yohanes 15:18). Murid-murid tidak boleh berkecil hati ketika mereka dicaci maki. Sebaliknya, Yesus memberi mereka dorongan semangat: "Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu" (Matius 5:11-12). Pemfitnah selalu ada, tetapi tidak boleh disebut sebagai umat Tuhan (Efesus 5:3-4).

English



Kembali ke halaman utama dalam Bahasa Indonesia

Apakah yang dimaksud dengan pemfitnah (reviler) di dalam Alkitab?
Bagikan halaman ini: Facebook icon Twitter icon Pinterest icon Email icon
© Copyright Got Questions Ministries