Pertanyaan
Apa itu palimpsest, dan mengapa palimpsest penting dalam studi manuskrip?
Jawaban
Palimpsest adalah gulungan atau halaman buku di mana tulisan asli telah dihapus tetapi masih menyisakan jejak konten aslinya. Palimpsest merupakan manuskrip daur ulang. Pemulihan teks yang dihapus dari palimpsest saat ini dibantu oleh pemindaian multispektral dan fluoresensi sinar-X, dan hal ini memiliki nilai penting dalam studi manuskrip. Kemampuan membaca palimpsest membantu kita melacak sejarah teks atau terjemahan.
Bahan tulis zaman dahulu sangatlah mahal. Salah satu bahan tersebut adalah vellum atau perkamen, kulit hewan yang telah diolah untuk digunakan sebagai permukaan tulis. Karena harganya yang mahal, vellum sering kali didaur ulang. Tulisan asli dihapus atau dikikis (palimpsest secara harfiah berarti “mengikis lagi”), dan kulit tersebut digunakan kembali. Praktik ini umum dilakukan pada Abad Pertengahan. Seringkali, tulisan asli masih terlihat samar-samar di atas perkamen, dan dengan kemampuan gambar yang ditingkatkan, kita dapat membaca apa yang ditulis pertama kali di atas perkamen. Teks asli seringkali dapat dipulihkan hampir sepenuhnya.
Terkadang, vellum atau kulit binatang yang semula berisi bagian dari Perjanjian Baru kemudian "dikerok ulang" dan digunakan untuk teks lain. Dalam beberapa kasus, pengikisan ulang dilakukan karena ketidaktahuan: penyalin yang membutuhkan ruang lebih untuk apa yang dia salin tidak mengerti bahasa Yunani dan mungkin tidak menyadari makna teks yang dia kikis. Pada tahun 692 M, Sinode Trullan melarang penjualan manuskrip kuno Kitab Suci atau ajaran Kristen untuk digunakan kembali.
Ketika kita memulihkan tulisan yang semula ada di atas vellum, maka kita memiliki naskah Perjanjian Baru lain (dan lebih tua) yang tersedia untuk studi dan evaluasi. Studi dan evaluasi palimpsest dilakukan seperti halnya dengan naskah lain. (Sebagian besar ahli Perjanjian Baru modern tidak menangani dokumen asli secara langsung, melainkan dengan salinan elektroniknya.)
Biara Santa Katarina di Sinai, Mesir, memiliki koleksi manuskrip kuno yang mencakup lebih dari 180 palimpsest dari abad kelima hingga kedua belas dalam delapan bahasa yang berbeda. Di antara teks-teks tersebut terdapat Codex Syriacus (Codex א), yang berisi sebagian besar keempat Injil yang diterjemahkan ke dalam bahasa Syria.
Beberapa palimpsest terkenal lainnya meliputi:
• Codex Ephraemi Rescriptus (Codex C), abad kelima. Memuat seluruh Perjanjian Baru.
• Codex Nitriensis (Codex R), abad keenam. Memuat Injil Lukas.
• Codex Dublinensis (Codex Z), abad keenam. Memuat 295 ayat dari Injil Matius.
• Codex Ambrosianus, abad kesembilan. Memuat sekitar 150 ayat dari Mazmur.
Paul Wegner, mengutip Bruce Metzger, menyatakan bahwa sekitar 20 persen manuskrip Perjanjian Baru kuno adalah palimpsest (The Journey from Tests to Translations, Baker Academic, 1999, hlm. 213). Mungkin masih ada manuskrip Perjanjian Baru kuno lainnya yang belum ditemukan, yang disimpan pada kulit binatang kuno yang ditimpa teks lain.
English
Apa itu palimpsest, dan mengapa palimpsest penting dalam studi manuskrip?