Pertanyaan
Apa yang Alkitab katakan tentang misantropi?
Jawaban
Misantropi adalah ketidaksukaan secara umum terhadap orang lain. Misantropi dapat berkisar dari ketidakpedulian pasif hingga kebencian aktif terhadap seluruh ras manusia. Meskipun jarang terjadi dalam bentuk yang paling ekstrem, kebanyakan dari kita menghargai bentuk misantropi yang lebih ringan sebelum kita mengenal Yesus. Kebencian terhadap orang lain adalah bagian dari natur dosa kita yang jatuh dan mementingkan diri sendiri. Tetapi ketika Roh Kudus bergerak ke dalam hati yang bertobat, misantropi harus pergi. Yesus mengubah orang yang tidak berperikemanusiaan menjadi orang yang mengasihi orang lain.
Misantropi adalah kebalikan dari kasih, dan kasih diperintahkan kepada kita lebih sering daripada apa pun. Dari Imamat 19:18 hingga Yohanes 13:24, Alkitab memerintahkan kita untuk mengasihi Tuhan (Ulangan 6:5), mengasihi sesama (Galatia 5:14), dan mengasihi musuh (Lukas 6:27). Mustahil untuk menaati perintah-perintah tersebut dan tetap bersikap tidak toleran. Karena Tuhan tidak memerintahkan kita untuk melakukan apa yang tidak dapat kita lakukan, maka baik kasih maupun ketidaksukaan adalah pilihan yang kita buat.
Kita sering memaafkan sikap misantropis dalam diri kita karena pengalaman negatif atau menyakitkan di masa lalu. Prasangka rasial, bias sosial-ekonomi, dan bahkan semangat keagamaan yang salah tempat dapat berkontribusi pada misantropi. Media yang kita nikmati juga dapat mengeraskan hati kita terhadap sesama manusia. Jika kita membenamkan diri dalam pidato yang sensasional, menimbulkan rasa takut, atau penuh kebencian dari beberapa acara radio, siaran TV, dan podcast, kita mulai melihat seluruh dunia sebagai tempat yang gelap dan buruk. Kebencian terhadap Muslim, Yahudi, Hindu, atau kelompok agama lain dapat menyamar sebagai semangat ketuhanan, padahal sebenarnya kita sedang bermain tepat di tangan musuh kita, Setan, yang mengilhami kebencian.
Bagaimana seorang yang tidak mengenal Tuhan berubah? Roma 5:5 mengatakan bahwa "kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita." Ketika kita menyerahkan hidup kita kepada Yesus, Dia mulai membersihkan kita. Salah satu aspek dari sifat dosa lama kita yang harus diganti adalah sikap kita terhadap manusia, yang diciptakan menurut gambar Allah (Yakobus 3:9-10). Mengasihi Tuhan berarti mengasihi orang-orang yang dikasihi-Nya. 1 Yohanes 4:20 tidak menyisakan ruang untuk sikap tidak mengasihi: "Jikalau seorang berkata: 'Aku mengasihi Allah,' dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya."
Satu kebenaran yang dapat kita sadari tentang diri kita sendiri adalah bahwa kasih kepada orang lain tidak datang dengan sendirinya. Itulah sebabnya kasih harus diperintahkan. Jadi langkah pertama untuk mengubah sikap tidak mengasihi adalah dengan mengenalinya sebagai dosa. Ketika kita setuju dengan Tuhan tentang dosa kita dan mengakuinya, Dia tidak hanya mengampuni kita (1 Yohanes 1:9), tetapi juga memampukan kita untuk mengatasinya (Roma 6:1-4).
Kemudian kita dapat mempelajari arti kasih dan meneladani cara-cara yang Yesus tunjukkan. 1 Korintus 13:4-8 memberi kita perspektif Tuhan tentang kasih. Teladan Yesus tentang pelayanan yang rendah hati menunjukkan kepada kita bagaimana mempraktikkannya (Matius 14:14; Markus 6:34). Kita melihat bahwa kasih-Nya selalu disertai dengan tindakan. Kasih tidak bersifat pasif; kasih secara aktif bekerja demi kebaikan orang lain. Ketika Yesus berbelas kasihan, Dia melakukan sesuatu. Untuk mengikuti teladan-Nya, kita harus menemukan cara untuk melayani orang lain tanpa pamrih. Tidak masalah apakah kita merasa mengasihi atau tidak, karena ketaatan bukanlah sebuah perasaan; ketaatan adalah sebuah tindakan.
Misantropi adalah puncak dari pemikiran yang berpusat pada diri sendiri. Hal ini dibangun di atas gagasan yang salah bahwa kita sendiri yang layak menerima kasih dan pengampunan Tuhan, tetapi tidak orang lain. Misantropi mengasumsikan bahwa pendapat kita tentang orang lain adalah akurat dan bahwa kita benar dalam menilai mereka semua tidak layak. Misantropisme bertentangan dengan Yohanes 3:16, yang mengatakan bahwa Tuhan melihat kelompok orang yang sama dan melakukan sesuatu untuk menyelamatkan mereka. Dia memilih untuk menyelamatkan kita karena, entah kita mengakui atau tidak, kita semua termasuk dalam kelompok yang tidak layak (Roma 3:10). Ketika kita mengizinkan kasih Tuhan menembus kekerasan hati kita, ketidakpedulian tidak lagi berkuasa.
English
Apa yang Alkitab katakan tentang misantropi?