Pertanyaan
Mengapa Tuhan memilih Abraham?
Jawaban
Sebelum nama Abram diubah menjadi Abraham, Tuhan memanggilnya dari kampung halamannya di Ur Kasdim, sebuah wilayah yang dipenuhi dengan penyembahan berhala. Abram tidak mengetahui tentang Tuhan yang benar atau rencana-Nya untuk memilih suatu bangsa yang istimewa bagi-Nya, dan ia juga tidak tahu bahwa Juruselamat dunia akan lahir dari keturunannya. Kejadian 12:1–3 berbunyi, “Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: 'Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.’” Dalam ayat-ayat ini, kita melihat alasan Tuhan memilih Abraham.
Mengapa Tuhan memilih Abraham? Untuk menjadikannya berkat, pertama bagi bangsa yang akan lahir darinya—bangsa Israel—dan pada akhirnya bagi semua bangsa di bumi. Janji yang sama diulang dalam Kejadian 22 ketika Abraham siap menaati perintah Tuhan untuk mengorbankan Ishak, anak yang dijanjikan kepadanya. Tuhan menghentikannya dari menyakiti Ishak dan memberitahunya bahwa keturunannya akan sebanyak “bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut” (ayat 17). Dari Abraham lahirlah bangsa Israel, umat pilihan Tuhan, kepada siapa dipercayakan “firman Allah” (Roma 3:2). Firman-firman tersebut mencakup hukum Tuhan dan nubuat-nubuat tentang Mesias yang akan datang.
Mengapa Tuhan memilih Abraham? Untuk mempersiapkan jalan bagi Mesias. Tuhan berjanji bahwa melalui keturunan Abraham, semua bangsa di bumi akan diberkati (Kejadian 22:1–18). Referensi terhadap “keturunan” Abraham dalam ayat ini mengacu pada Yesus Kristus, melalui siapa semua orang di dunia akan diberkati dengan kesempatan untuk hidup kekal. Paulus menjelaskan hal ini kepada jemaat Galatia: “Adapun kepada Abraham diucapkan segala janji itu dan kepada keturunannya. Tidak dikatakan 'kepada keturunan-keturunannya' seolah-olah dimaksud banyak orang, tetapi hanya satu orang: 'dan kepada keturunanmu', yaitu Kristus” (Galatia 3:16).
Mengapa Tuhan memilih Abraham? Untuk memperlihatkan imannya sebagai teladan bagi kita. “Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui” (Ibrani 11:8). Kita harus mengikuti teladan ketaatan Abraham ketika kita dipanggil untuk meninggalkan pengejaran duniawi dan kenyamanan. Sebagai ahli waris iman Abraham, kita dapat meneladani contohnya dan pergi ke mana pun Tuhan memimpin kita, mempercayai Tuhan untuk masa depan. Seperti Abraham, kita harus menantikan janji-janji Tuhan tergenapi dalam hidup kita. Hasil dari iman Abraham adalah ia dengan sederhana dan sepenuh hati menaati panggilan Tuhan.
Yesus berkata, “Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku” (Lukas 14:33). Jenis iman yang diberkati Tuhan adalah iman seperti yang dimiliki Abraham, yaitu iman yang rela meninggalkan segala sesuatu demi Tuhan Yesus Kristus. Jika kita tidak bertekad untuk meninggalkan segala sesuatu, menanggung segala kesusahan yang mungkin menanti di depan, dan bertahan hingga akhir hidup kita dalam pelayanan kepada Yesus, kita tidak dapat menjadi murid-Nya. Kita harus rela menyerahkan segala sesuatu, seperti yang dilakukan Abraham, dan hidup dengan iman.
English
Mengapa Tuhan memilih Abraham?