settings icon
share icon
Pertanyaan

Apa itu kritik sumber?

Jawaban


Kritik sumber adalah bidang khusus dalam studi Alkitab yang bertujuan untuk menentukan sumber-sumber yang digunakan dalam pengembangan bentuk akhir teks Alkitab. Seorang kritikus sumber, misalnya, membaca Kitab Kejadian dan bertanya, “Dari mana penulis mendapatkan informasi ini? Dokumen tertulis dan/atau tradisi lisan apa yang berkontribusi pada cerita-cerita yang tercatat di sini?” Kritik sumber awalnya digunakan untuk menganalisis literatur sekuler, tetapi pada abad ke-18, Jean Astruc mulai mengadaptasi metode kritik sumber untuk digunakan pada kitab-kitab tertentu dalam Alkitab.

Karena perkembangan kritik sumber dalam lingkaran akademis, metode ini sering digunakan tanpa mempertimbangkan masalah teologis penting seperti ilham dan ketidakberdosaan Alkitab. Selain itu, beberapa peneliti telah mengembangkan teori-teori radikal mengenai perkembangan sebagian teks Alkitab, yang menyebabkan para sarjana konservatif mengkritik penggunaan kritik sumber dalam studi Alkitab.

Yang paling menonjol, kritik sumber digunakan untuk menganalisis Taurat, Yesaya, dan Injil. Mengenai Taurat, lima kitab pertama Perjanjian Lama, beberapa sarjana telah menyusun isi kitab-kitab tersebut sesuai dengan teori empat sumber unik (ditandai dengan J, E, D, dan P). Dengan demikian, para kritikus sumber ini menolak keaslian Musa sebagai penulis Taurat dan lebih memilih gagasan bahwa kitab-kitab tersebut dikembangkan oleh banyak penulis/editor selama bertahun-tahun.

Karena adanya transisi besar dalam kitab Yesaya, kitab terpanjang kedua dalam Perjanjian Lama, banyak kritikus sumber berbicara tentang "Yesaya kedua" (dan bahkan "Yesaya ketiga"). Keyakinan mereka bahwa Yesaya ditulis oleh lebih dari satu penulis didasarkan terutama pada kosakata dan struktur sastra. Namun, teori ini semakin sulit untuk didukung sejak penemuan Gulungan Laut Mati. Naskah-naskah Yesaya yang ditemukan di gua-gua Qumran berasal dari abad ke-2 SM dan membuktikan bahwa Yesaya adalah dokumen tunggal, bukan gabungan dari beberapa penulis.

Injil-Injil Sinoptik (Matius, Markus, dan Lukas) menjadi fokus utama para kritikus sumber. Injil-Injil tersebut mengandung kisah-kisah yang bervariasi tentang peristiwa yang sama, dan beberapa kisah tidak menyebutkan peristiwa penting. Misalnya, kelahiran Yesus hanya ditemukan dalam Matius dan Lukas, dengan kedua Injil tersebut mengungkapkan bagian yang sangat berbeda dari cerita tersebut. Apa penjelasan terbaik untuk perbedaan-perbedaan ini? Sumber apa yang digunakan?

Pada abad ke-20, dokumen Q yang disebut-sebut menjadi populer untuk menjelaskan kesamaan dalam Injil-Injil. Menurut teori ini, baik Matius maupun Lukas menggunakan isi kitab Markus ditambah dokumen Q yang tidak diketahui untuk menyusun kisah mereka. Ini menjelaskan mengapa Markus tidak menyebutkan kelahiran Yesus—kisah itu terdapat dalam dokumen Q, yang hanya digunakan oleh Matius dan Lukas. Banyak kritikus sumber menganggap sumber Q sebagai satu-satunya "kisah sejati" tentang kehidupan Yesus dan sebuah "kitab yang hilang" dari Alkitab. Meskipun ada catatan tertulis tentang kehidupan Yesus sebelum beberapa Injil ditulis (lihat Lukas 1:1), tidak ada catatan sejarah tentang dokumen Q. Keberadaan Q belum pernah dibuktikan, dan tidak ada cara untuk memastikan bahwa para penulis Injil Sinoptik mengambil dari sumber yang sama. Q hanyalah teori, tidak lebih.

Orang Kristen yang percaya pada Alkitab berhak merasa khawatir terhadap asumsi skeptis dalam kritik sumber. Namun, jenis studi ini dapat memberikan informasi berharga. Misalnya, Lukas dengan jelas menyatakan bahwa ia menggunakan sumber-sumber berbeda dalam Injilnya (Lukas 1:1-4). Tidak diragukan lagi Lukas mewawancarai Maria, ibu Yesus, dan sangat mungkin ia menggunakan isi Markus sebagai titik awal. Sebagian besar ahli Perjanjian Baru sepakat bahwa Markus ditulis sebelum Injil-Injil lainnya. Tidak ada dari hal ini yang mengurangi inspirasi atau ketidakberdosaan Firman Allah.

Pada akhirnya, Roh Kudus adalah sumber teks Alkitab. “Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran” (Yohanes 16:13). Saat para penulis manusia menulis Alkitab, Roh Kudus memimpin mereka untuk hanya memasukkan apa yang benar. Semua sumber yang tidak akurat ditolak. Firman Allah “tidak pernah . . . dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah” (2 Petrus 1:21).

English



Kembali ke halaman utama dalam Bahasa Indonesia

Apa itu kritik sumber?
Bagikan halaman ini: Facebook icon Twitter icon Pinterest icon Email icon
© Copyright Got Questions Ministries