Pertanyaan
Apa yang Alkitab katakan tentang kelimpahan?
Jawaban
Concise Oxford English Dictionary (Kamus Bahasa Inggris Oxford Ringkas) mendefinisikan kelimpahan sebagai "jumlah yang sangat banyak dari sesuatu; keadaan berlimpah atau makmur." Dalam Perjanjian Lama, Israel hidup dengan sumber daya yang terbatas. Dengan demikian, kelimpahan adalah simbol berkat Tuhan atas penyediaan fisik dan kesejahteraan rohani dan merupakan elemen kunci dalam Alkitab tentang harapan masa depan Israel. Dalam Perjanjian Baru, kelimpahan menonjol dalam Perjanjian Baru tentang keselamatan di dalam Yesus Kristus (lihat Yohanes 10:10).
Terjemahan Alkitab yang lebih tua, seperti King James Version tahun 1611, menggunakan kata-kata bahasa Inggris: abundance, abound, abundant, and abundantly (kelimpahan), dengan sangat bebas untuk menerjemahkan sekitar dua puluh kata bahasa Ibrani dan hampir sama banyaknya dengan kata-kata bahasa Yunani. Istilah-istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan aspek-aspek karakter Tuhan yang tidak terbatas, seperti kasih dan kesetiaan-Nya.
Para penulis Perjanjian Lama menyatakan bahwa Tuhan "berlimpah kasih-Nya dan setia-Nya" (lihat Keluaran 34:6; lihat juga Bilangan 14:18; Mazmur 86:5, 15; Yoel 2:13). Mereka mengingat dan mengandalkan "kasih setia-Mu yang besar" dan "pertolongan-Mu yang setia" (Mazmur 69:13; lihat juga Mazmur 5:7; Yesaya 63:7; Ratapan 3:32). Mereka mengandalkan belas kasihan Tuhan, "sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya" (Yesaya 55:7).
Tuhan menyediakan "hujan yang melimpah" bagi umat-Nya (Mazmur 68:9; lihat juga 1 Raja-raja 18:41; Ayub 36:28; Yoel 2:23), air (Mazmur 1:3; 78:20; Bilangan 24:7), buah-buahan dan tumbuh-tumbuhan (Yehezkiel 47:12; Daniel 4:12; Wahyu 22:2), makanan (Bilangan 13:27; 2 Tawarikh 31:10; Mazmur 37:19; Amsal 3:10), tanah yang luas untuk ditinggali (Kejadian 26:22; Keluaran 3:8; Mazmur 31:8; Mazmur 66:12), serta berkat-berkat berupa kekayaan dan kemakmuran (Kejadian 24:35; Ulangan 8:8-10).
Kelimpahan materi sering kali merupakan upah atas ketaatan kepada Tuhan (Imamat 26:3-5; Ulangan 30:6-9; Ayub 42:12), meskipun tidak selalu (lihat Ayub 1:12; 2:6; Mazmur 37:16; Filipi 4:11-13).
Alkitab memiliki banyak hal yang dapat dikatakan tentang kelimpahan rohani baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Kuasa ilahi Tuhan telah dicurahkan dengan berlimpah-limpah bagi umat-Nya sejak zaman penciptaan hingga pembebasan Israel dari perbudakan di Mesir dan di setiap zaman sejak itu (Ulangan 9:26; Mazmur 93:4; Yoel 2:29-32; Roma 1:20). Melalui Yesus Kristus, kelimpahan kuasa-Nya adalah berkat rohani yang kini bekerja di dalam dan melalui kita sebagai orang percaya (Efesus 1:18-20; 3:7, 20).
Rasul Paulus berbicara tentang "kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah" (Efesus 2:6-7; lihat juga Roma 5:20). Kasih karunia Tuhan adalah berkat rohani yang telah dicurahkan dengan berlimpah kepada mereka yang ada di dalam Yesus Kristus: "Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan" (2 Korintus 9:8). Kasih karunia Tuhan melimpah kepada kita, mencukupi setiap kebutuhan kita sehingga kita dapat bermurah hati dan berbagi dengan orang lain (2 Korintus 9:9-14). Melalui kasih karunia Tuhan yang melimpah, kita telah diampuni dengan berlimpah (Efesus 1:7) dan dipenuhi "dengan limpahnya kepadaku dengan iman dan kasih dalam Kristus Yesus" (1 Timotius 1:14).
Rasul Petrus menggambarkan kelimpahan kasih karunia dan damai sejahtera Tuhan yang "makin melimpah" kepada kita (1 Petrus 1:2; 2 Petrus 1:2). Pelipatgandaan atau penggandaan kasih karunia-Nya dari kita kepada lebih banyak orang menghasilkan kelimpahan atau "semakin besar" ucapan syukur (2 Korintus 4:15; 9:11-12).
Alkitab juga memberikan pengharapan bagi orang-orang percaya dengan menjamin berkat-berkat yang berlimpah di masa depan dari Tuhan. Meskipun kita melewati banyak cobaan dan masalah dalam kehidupan saat ini, pengalaman-pengalaman ini mempersiapkan kita (1 Petrus 5:10), membangun kita (Yakobus 1:2-3), dan "mengerjakan bagi kami" kelimpahan masa depan "kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya" (2 Korintus 4:17; lihat juga Roma 8:18; Yesaya 64:4). Janji Tuhan akan kehidupan kekal yang berkelimpahan jauh melebihi harapan kita dan bahkan imajinasi kita yang paling liar sekalipun (Yohanes 10:10; Mazmur 31:19; 1 Korintus 2:9; 2 Petrus 1:11; Wahyu 21:4).
English
Apa yang Alkitab katakan tentang kelimpahan?