Pertanyaan
Kapan Kitab Mikha ditulis?
Jawaban
Nabi Mikha melayani kerajaan selatan Yehuda pada masa ketika banyak raja-rajanya korup. Meskipun pesannya terutama ditujukan kepada Yehuda, Mikha bernubuat pada periode ketika kerajaan utara Israel jatuh ke tangan Kekaisaran Asyur. Ia melayani pada abad ke-8 SM dan menulis kitab yang dinamai menurut namanya antara tahun 735 dan 710 SM.
Rentang waktu pelayanan Mikha membantu menentukan kapan ia menulis kitab tersebut. Mikha 1:1 menyatakan, “Firman TUHAN yang datang kepada Mikha, orang Moresyet, pada zaman Yotam, Ahas dan Hizkia, raja-raja Yehuda, yakni berkenaan dengan yang dilihatnya tentang Samaria dan Yerusalem.” Yotam berkuasa sekitar tahun 750 hingga 735 SM, Ahas dari 735 hingga 715 SM, dan Hizkia dari 715 hingga 686 SM. Masa pemerintahan ini menempatkan pelayanan Mikha pada paruh kedua abad ke-8 SM.
Bukti internal lain muncul di awal kitab. Mikha bernubuat, “Sebab itu Aku akan membuat Samaria menjadi timbunan puing di padang, menjadi tempat penanaman pohon anggur. Aku akan menggulingkan batu-batunya ke dalam lembah dan akan menyingkapkan dasar-dasarnya” (Mikha 1:6). Referensi terhadap Samaria ini penting untuk penanggalan kitab karena merujuk pada kehancuran kota tersebut sebagai peristiwa yang masih akan terjadi di masa depan. Hal ini menyarankan bahwa Mikha menulis kitab ini sebelum orang Asyur menaklukkan kota tersebut pada tahun 722 SM.
Selain bukti internal dalam kitab Mikha, Alkitab memberikan detail lain yang membantu menentukan kapan nabi Mikha mencatat penglihatan yang diberikan Tuhan kepadanya. Salah satu detail tersebut berasal dari masa pemerintahan Hizkia. Yeremia 26:18–19 mengutip Mikha 3:12 dan menegaskan bahwa Mikha bernubuat selama pemerintahan Hizkia, memperingatkan Yehuda tentang hukuman.
Menanggapi peringatan Mikha, Raja Hizkia merendahkan diri dan mencari Tuhan. Yeremia menceritakan, “Apakah Hizkia, raja Yehuda, beserta segenap Yehuda membunuh dia? Tidakkah ia takut akan TUHAN, sehingga ia memohon belas kasihan TUHAN, agar TUHAN menyesal akan malapetaka yang diancamkan-Nya atas mereka? Dan kita, maukah kita mendatangkan malapetaka yang begitu besar atas diri kita sendiri?” (Yeremia 26:19). Ayat ini menegaskan bahwa Hizkia dan Mikha hidup pada masa yang sama.
Mikha melayani pada periode yang sama dengan para nabi Yesaya dan Hosea. Berbeda dengan para nabi tersebut, yang mulai bernubuat pada masa pemerintahan Uzia, Mikha tidak menyebut Uzia. Hal ini menyiratkan bahwa pelayanannya dimulai kemudian, pada masa pemerintahan Raja Yotam. Pelayanan yang tumpang tindih ini semakin mendukung perkiraan bahwa Mikha menulis kitab tersebut antara tahun 735 dan 710 SM.
Salah satu aspek paling berkesan dari pelayanan Mikha adalah nubuatnya tentang Mesias. Menulis berabad-abad sebelum kelahiran Yesus Kristus, ia menyatakan, “Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala” (Mikha 5:1). Nubuat ini disampaikan pada masa gelap dalam sejarah Yehuda, dan memberikan harapan yang cerah dan pasti bagi umat Tuhan.
English
Kapan Kitab Mikha ditulis?