settings icon
share icon
Pertanyaan

Kapan Kitab Yeremia ditulis?

Jawaban


Tuhan memanggil Yeremia untuk menjadi nabi—seorang juru bicara bagi-Nya—bahkan sebelum ia dilahirkan. Tuhan berfirman, “Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa” (Yeremia 1:5). Kitab Yeremia adalah catatan tentang pelayanan nabi kepada kerajaan selatan Yehuda pada masa ketika umat Tuhan mengadopsi nilai-nilai duniawi dan hidup yang tidak bermoral. Yeremia menulis sebagian besar kitab ini selama peristiwa yang digambarkannya, kemungkinan antara tahun 586 dan 570 SM.

Petunjuk internal mendukung keaslian Yeremia sebagai penulis dan membantu mengklarifikasi kapan kitab ini ditulis. Pertama, Yeremia mengidentifikasi dirinya sebagai penulis dalam ayat pertama: “Inilah perkataan-perkataan Yeremia bin Hilkia, dari keturunan imam yang ada di Anatot di tanah Benyamin” (Yeremia 1:1). Kemudian, pada ayat berikutnya, ia secara tepat mencatat panggilan pelayanannya. Ia menulis, “Dalam zaman Yosia bin Amon, raja Yehuda, dalam tahun yang ketiga belas dari pemerintahannya datanglah firman TUHAN kepada Yeremia” (Yeremia 1:2). Yosia berkuasa dari tahun 640—609 SM, sehingga tahun ketiga belas adalah tahun 627 SM.

Selain menentukan tanggal panggilan Yeremia, ayat-ayat pembuka juga menggambarkan durasi pelayanannya. Hal ini membantu menentukan kapan kitab ini ditulis. Yeremia 1:2 mencantumkan raja-raja yang berkuasa selama pelayanan Yeremia. Ia melayani “dalam zaman Yoyakim bin Yosia, raja Yehuda, sampai akhir tahun yang kesebelas zaman Zedekia bin Yosia, raja Yehuda, hingga penduduk Yerusalem diangkut ke dalam pembuangan dalam bulan yang kelima” (Yeremia 1:3). Dengan demikian, pemerintahan Yoyakim setelah pemerintahan Yosia (609—598 SM). Kemudian, pemerintahan Zedekia setelah pemerintahan Yoyakim (597—586 SM).

Sebagai bukti tambahan atas keaslian Yeremia, sebagian dari kitab ini ditulis dalam sudut pandang orang pertama. Misalnya, Yeremia 1:4 berbunyi, “Firman TUHAN datang kepadaku, bunyinya” Demikian pula, Yeremia 25:3 menyatakan, “sudah dua puluh tiga tahun lamanya, firman TUHAN datang kepadaku.” Pernyataan-pernyataan ini menunjukkan peran Yeremia dalam menyusun kitab tersebut dan membantu menentukan waktu penulisan kitab tersebut.

Meskipun Yeremia adalah penulis kitab tersebut, ia menggunakan jasa penulis Barukh sebagai juru tulisnya. Barukh disebutkan dalam Yeremia 32:12; 36:4; dan 45:1.

Bukti tambahan menunjukkan bahwa Yeremia terus menulis hingga akhir masa pelayanannya. Tahun 586 SM menandai jatuhnya Yerusalem dan waktu ketika Yeremia dibawa ke Mesir (Yeremia 43—44). Bagian tersebut menyarankan bahwa ia terus melayani hingga tahun 570 SM. Tuhan berkata, “Sesungguhnya, Aku menyerahkan Firaun, Hofra, raja Mesir, ke dalam tangan musuhnya dan ke dalam tangan orang-orang yang berusaha mencabut nyawanya, sama seperti Aku telah menyerahkan Zedekia, raja Yehuda, ke dalam tangan Nebukadnezar, raja Babel, musuhnya yang berusaha mencabut nyawanya” (Yeremia 44:30). Masa pemerintahan Firaun Hofra berakhir sekitar tahun 570 SM. Hal ini menunjukkan bahwa Yeremia masih melayani ketika ia menyampaikan nubuat ini.

Tuhan memanggil Yeremia untuk melayani pada salah satu periode paling korup secara rohani dalam sejarah Yehuda. Kitab ini mencerminkan pengalamannya sebagai nabi bagi suatu bangsa yang berada di ambang hukuman. Secara keseluruhan, referensi sejarah, sudut pandang orang pertama, dan isi nubuat menunjukkan bahwa nubuat Yeremia ditulis antara tahun 586 dan 570 SM—selama tahun-tahun terakhir kehidupan dan pelayanan Yeremia.

English



Kembali ke halaman utama dalam Bahasa Indonesia

Kapan Kitab Yeremia ditulis?
Bagikan halaman ini: Facebook icon Twitter icon Pinterest icon Email icon
© Copyright Got Questions Ministries