settings icon
share icon
Pertanyaan

Kapan Kitab Ulangan ditulis?

Jawaban


Setelah bangsa Israel melarikan diri dari perbudakan di Mesir, mereka berkemah di Gunung Sinai selama 11 bulan sebelum melanjutkan perjalanan ke utara menuju Gurun Sinai menuju Tanah Perjanjian. Perjalanan yang seharusnya hanya memakan waktu beberapa hari atau minggu berubah menjadi 40 tahun karena kurangnya iman mereka, selama periode itu ribuan orang Israel meninggal tanpa pernah memasuki tanah yang mengalir susu dan madu. Ini adalah masa kelam dalam sejarah Israel, dan generasi mendatang perlu belajar darinya. Untuk alasan ini, Tuhan mengarahkan Musa untuk menulis Kitab Ulangan, yang terutama terdiri dari tiga pidato yang ia sampaikan untuk mendorong orang Israel taat kepada Tuhan. Musa menulisnya pada akhir periode 40 tahun, sekitar tahun 1400 SM, saat Israel berkemah di dekat Tanah Perjanjian.

Kitab Ulangan menyebut Musa sebagai penulisnya lima kali (1:1, 5; 31:9, 22, 24), membantu menetapkan kerangka waktu penulisan kitab ini. Ia hidup sekitar tahun 1520 hingga 1400 SM, dan meninggal pada usia 120 tahun tepat sebelum orang Israel memasuki Tanah Perjanjian (Ulangan 34:7). Seperti yang terungkap dalam Kitab Ulangan, Musa menyampaikan dan mencatat tiga pidato yang membentuk kitab ini pada tahun terakhir hidupnya (Ulangan 32:44–47).

Latar belakang Kitab Ulangan adalah dataran Moab, dekat Sungai Yordan, di luar batas timur Tanah Perjanjian. Ayat pertama kitab ini mengidentifikasi lokasi geografisnya: “Inilah perkataan-perkataan yang diucapkan Musa kepada seluruh orang Israel di seberang sungai Yordan, di padang gurun, di Araba-Yordan, di tentangan Suf, antara Paran dengan Tofel, Laban, Hazerot dan Di-Zahab” (Ulangan 1:1; lihat juga 29:1). Dalam konteks sejarah Israel, deskripsi geografis ini menyarankan tanggal sekitar 1400 SM, membantu menetapkan waktu pidato Musa dan, oleh karena itu, menjelaskan kapan Kitab Ulangan ditulis.

Selain itu, pidato pertama Musa dalam kitab ini diberi tanggal pada hari tertentu: “Pada tanggal satu bulan sebelas tahun keempat puluh berbicaralah Musa kepada orang Israel sesuai dengan segala yang diperintahkan TUHAN kepadanya demi mereka” (Ulangan 1:3). Tahun keempat puluh merujuk pada empat dekade setelah Tuhan membebaskan Israel dari perbudakan Mesir. Musa menyampaikan ketiga pidato yang tercatat dalam Ulangan pada hari itu. Kemudian, ia menuliskannya.

Para skeptis menolak pembacaan literal pernyataan-pernyataan Ulangan mengenai waktu penulisan kitab tersebut. Mereka menentang catatan Alkitab dengan kesimpulan dari studi mereka sendiri, dengan argumen bahwa kitab tersebut merupakan karya para penulis dan editor yang hidup ratusan tahun setelah Musa. Teori ini, yang dipopulerkan pada abad ke-19 oleh sarjana Jerman Julius Wellhausen, dikenal sebagai hipotesis dokumenter. Hipotesis ini menyarankan bahwa beberapa penulis dan editor menyusun tulisan-tulisan Musa, termasuk Kitab Ulangan, untuk tujuan agama dan politik berabad-abad setelah peristiwa yang mereka gambarkan. Namun, para sarjana Alkitab konservatif yang meyakini ilham Alkitab menafsirkan indikator kronologis dalam Kitab Ulangan mengenai waktu penulisan kitab tersebut secara literal.

Kata-kata terakhir Musa kepada orang Israel adalah pengingat dan dorongan untuk hidup sesuai dengan perjanjian Tuhan. Ulangan 6:5 menekankan bahwa kasih yang mendalam kepada Tuhan harus mendorong mereka untuk hidup secara benar: “Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.” Bukti terbaik menunjukkan bahwa kata-kata ini, serta bagian lain dalam kitab tersebut, bukanlah hasil karya editor tak dikenal yang hidup ratusan tahun kemudian, melainkan diucapkan dan dicatat oleh Musa yang menyaksikan peristiwa-peristiwa tersebut secara langsung.

English



Kembali ke halaman utama dalam Bahasa Indonesia

Kapan Kitab Ulangan ditulis?
Bagikan halaman ini: Facebook icon Twitter icon Pinterest icon Email icon
© Copyright Got Questions Ministries