Pertanyaan
Kapan Kitab Roma ditulis?
Jawaban
Pada akhir perjalanan misionaris Rasul Paulus, ia berusaha memberitakan Injil Yesus Kristus di jantung Kekaisaran Romawi, kota Roma (lih. Roma 15:23–25). Sebagai persiapan untuk kunjungannya, ia memperkenalkan diri dan pesannya dalam surat yang ditulisnya kepada orang-orang Kristen di kota tersebut. Surat ini, Kitab Roma, dianggap sebagai salah satu penyajian Kristen yang paling mendalam yang pernah ditulis. Paulus menulis Kitab Roma pada akhir perjalanan misionaris ketiganya, pada tahun 56 atau 57 M.
Rincian dalam Kitab Kisah Para Rasul memberikan wawasan tentang kapan Paulus menulis Roma. Sebagian besar ahli percaya ia menyusun surat tersebut selama tinggal di Korintus, sebelum ia bepergian ke Yerusalem dan akhirnya ke Roma (lih. Kisah Para Rasul 20:2–3). Dalam Roma 15:23, Paulus menulis, “aku telah beberapa tahun lamanya ingin mengunjungi kamu,” menunjukkan bahwa ia belum pernah mengunjungi kota tersebut. Rindunya akhirnya terpenuhi ketika ia tiba di Roma sebagai tawanan, seperti yang dijelaskan pada akhir Kisah Para Rasul.
Bukti internal yang menempatkan surat Roma pada tahun 56 atau 57 M termasuk penyebutan Paulus tentang orang-orang yang terkait erat dengan kota Korintus. Misalnya, Febe, seorang pelayan gereja di Kengkrea, disebutkan dalam Roma 16:1–2. Seorang pria bernama Gayus disebutkan dalam Roma 16:23 dan kemungkinan adalah orang yang sama yang disebutkan dalam 1 Korintus 1:14. Paulus juga menyebut Erastus, direktur pekerjaan umum kota Korintus, yang disebutkan lagi dalam 2 Timotius 4:20. Individu-individu ini membantu mengonfirmasi bahwa Paulus berada di Korintus pada pertengahan tahun 50-an ketika ia menulis Surat Roma.
Selain itu, di bagian akhir surat kepada jemaat Roma, Paulus mengatakan bahwa ia telah "memberitakan sepenuhnya Injil Kristus" dari Yerusalem hingga Ilirikum (Roma 15:19). Ia menjelaskan bahwa ia sedang mempersiapkan diri untuk membawa persembahan bagi orang-orang Kristen di Yerusalem sebelum berangkat ke Spanyol (Roma 15:25, 28). Rencana ini sesuai dengan tahap akhir perjalanan misionaris ketiganya (Kisah Para Rasul 20—21). Secara keseluruhan, detail-detail ini mendukung pandangan bahwa Surat Roma ditulis pada akhir masa tinggal Paulus di Korintus. Kemungkinan besar surat ini ditulis pada musim dingin tahun 56—57 M. Hal ini menjadikan Surat Roma salah satu surat terakhir Paulus yang ditulis selama perjalanan misionarisnya.
Pengumuman Paulus tentang kabar baik Yesus dalam Surat Roma sangat berani dan kuat. Ia merangkum kerinduannya di awal surat. Paulus menyatakan, “Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani” (Roma 1:16). Di tengah kemerosotan moral yang merajalela di dunia Romawi, Paulus membawa pesan yang sangat dibutuhkan. Hal ini membuat pemberitaannya semakin berani.
English
Kapan Kitab Roma ditulis?