Pertanyaan
Kapan Kitab Obaja ditulis?
Jawaban
Nabi Obaja hidup pada abad ke-9 SM, setelah Israel terpecah menjadi dua kerajaan, Israel di utara dan Yehuda di selatan. Nubuat Obaja ditujukan kepada Yehuda, tetapi fokusnya adalah pada Edom yang berdekatan. Obaja mengutuk kekerasan Edom dan kegembiraan mereka atas penderitaan Yehuda. Ia bernubuat berabad-abad sebelum Babel menaklukkan Yehuda dan membawanya ke pembuangan. Obaja menulis kitab ini selama atau segera setelah peristiwa yang digambarkannya, sekitar tahun 850 hingga 840 SM.
Kitab Obaja hanya terdiri dari 21 ayat, tetapi memberikan petunjuk tentang siapa yang menuliskannya dan kapan. Secara teknis, kitab ini anonim karena tidak mencantumkan pernyataan yang jelas tentang penulisnya. Berbeda dengan kebanyakan kitab para nabi lainnya. Misalnya, Yeremia dimulai dengan, “Inilah perkataan-perkataan Yeremia bin Hilkia” (Yeremia 1:1), dan Hosea dimulai dengan, “Firman TUHAN yang datang kepada Hosea bin Beeri” (Hosea 1:1). Namun, Obaja dimulai dengan sederhana, “Penglihatan Obaja” (Obaja 1:1). Meskipun pernyataan tersebut mengaitkan penglihatan dalam kitab ini dengan Obaja, dan dia kemungkinan besar adalah penulisnya, identifikasi tersebut kurang spesifik dibandingkan dengan banyak kitab nabi lainnya.
Fokus Obaja pada Edom juga membantu menentukan tanggal kitab ini. Edom, sebuah negara di sebelah tenggara Yehuda, yang memanfaatkan kesempatan menyerang kerajaan selatan pada pertengahan abad ke-9 SM, ketika Yerusalem diserang. Menurut 2 Tawarikh 21:8–17, ketika orang Filistin dan Arab menyerang Yehuda, Edom ikut serta dalam serangan tersebut. Sebagai tanggapan atas agresi orang Edom, Obaja menuduh mereka sebagai oportunis yang mengkhianati “saudara” mereka alih-alih memberikan bantuan (Obaja 1:10). Orang Edom, keturunan Esau, memiliki hubungan kekerabatan dengan orang Yehuda.
Obaja sangat tegas dalam kritiknya terhadap Edom. Ia menulis, “Pada waktu engkau berdiri di kejauhan, sedang orang-orang luar mengangkut kekayaan Yerusalem dan orang-orang asing memasuki pintu gerbangnya dan membuang undi atasnya, engkaupun seperti salah seorang dari mereka itu” (Obaja 1:11). Ia melanjutkan dengan menuduh Edom bersukacita atas penderitaan Yehuda dan menjarah rakyat serta tanah mereka (Obaja 1:12–14). Banyak ahli mengaitkan serangan terhadap Yerusalem ini dengan invasi Filistin dan Arab yang tercatat pada pertengahan abad ke-9 SM, yang mendukung penanggalan penulisan Obaja pada tahun 860 hingga 850 SM.
Selain itu, 2 Raja-raja 8:20–22 merujuk pada peristiwa pada pertengahan abad ke-9 SM. Disebutkan bahwa Edom memberontak melawan Yehuda dan menjelaskan waktunya: “Pada zamannya [Yoram] memberontaklah Edom dan melepaskan diri dari kekuasaan Yehuda dan mereka mengangkat seorang raja atas mereka sendiri” (2 Raja-raja 8:20). Yoram memerintah Yehuda dari tahun 848 hingga 841 SM. Ia berusaha menghentikan pemberontakan Edom tetapi gagal dan harus mundur (2 Raja-raja 8:21).
Karena Obaja adalah salah satu kitab terpendek dalam Alkitab, sedikit yang diketahui tentang nabi atau kitab yang dinamai menurut namanya. Namun, ada cukup bukti Alkitab untuk memberi keyakinan kepada pembaca tentang kapan kitab ini ditulis. Sebagai penulis, Obaja menggambarkan masa-masa sulit bagi Yehuda, ketika musuh-musuh mereka memanfaatkan penderitaan mereka. Namun, umat Tuhan masih dapat berharap bahwa suatu hari Tuhan akan membawa keadilan. Pembalasan adalah milik Tuhan. Obaja menulis, “Sebab telah dekat hari TUHAN menimpa segala bangsa. Seperti yang engkau lakukan, demikianlah akan dilakukan kepadamu, perbuatanmu akan kembali menimpa kepalamu sendiri” (Obaja 1:15).
English
Kapan Kitab Obaja ditulis?