Pertanyaan
Kapan Kitab Kisah Para Rasul ditulis?
Jawaban
Kitab Kisah Para Rasul melanjutkan kisah yang dimulai dalam Injil Lukas. Kitab ini dibuka dengan kenaikan Yesus ke surga dan turunnya Roh Kudus pada hari Pentakosta. Setelah kedatangan Roh Kudus, Ia memberdayakan para rasul untuk memberitakan Injil dan membantu mereka memahami Kitab Suci, yang mengarah pada kelahiran gereja. Lukas, penulis Kisah Para Rasul, menggabungkan kesaksian para saksi mata dan pengalamannya sendiri untuk menulis kitab ini. Ia menulis Kisah Para Rasul setelah Injilnya, kemungkinan antara tahun 58 dan 62 M.
Memahami bukti-bukti tentang keaslian Lukas sebagai penulis Kisah Para Rasul membantu memperkecil rentang waktu penulisan kitab ini. Seperti dalam Injilnya, Lukas tidak menyebut namanya sendiri dalam Kisah Para Rasul, tetapi bukti-bukti internal dan eksternal yang kuat mendukung keasliannya. Salah satu bukti internal yang penting adalah partisipasi Lukas dalam pekerjaan misi bersama rasul Paulus. Hal ini menjelaskan bagian-bagian dalam Kisah Para Rasul di mana kata ganti orang ketiga berubah menjadi kata ganti orang pertama. Misalnya, “Setelah Paulus melihat penglihatan itu, segeralah kami mencari kesempatan untuk berangkat ke Makedonia, karena dari penglihatan itu kami menarik kesimpulan, bahwa Allah telah memanggil kami untuk memberitakan Injil kepada orang-orang di sana” (Kisah Para Rasul 16:10, penekanan ditambahkan; lihat juga 20:5–21:18; 27:1—28:16).
Kedua, Paulus menyebut Lukas tiga kali dalam surat-suratnya, mengonfirmasi hubungan mereka dan membuktikan bahwa mereka melayani bersama. Misalnya, dalam Kolose 4:14, Paulus menulis, “Salam kepadamu dari tabib Lukas yang kekasih dan dari Demas” (Kolose 4:14; lihat juga 2 Timotius 4:11; Filemon 1:24). Hubungan pribadi antara Lukas dan Paulus memperkuat bukti internal Kisah Para Rasul dan membantu menentukan tanggal penulisan kitab tersebut.
Ketiga, baik Lukas maupun Kisah Para Rasul ditujukan kepada Teofilus (Lukas 1:3). Kisah Para Rasul bahkan merujuk pada Injil, seperti yang ditulis Lukas, “dalam bukuku yang pertama aku menulis tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus” (Kisah Para Rasul 1:1). Kelanjutan ini mendukung kesimpulan bahwa Kisah Para Rasul ditulis segera setelah Injil Lukas, dengan keduanya kemungkinan besar ditulis antara tahun 58 dan 62 M.
Selain bukti internal mengenai keaslian dan waktu penulisan, terdapat dukungan kuat dari para pemimpin Kristen awal. Bapa-bapa Gereja seperti Irenaeus (130–202 M), Klemens dari Aleksandria (150–215 M), Tertullian (155–220 M), Origen (185–253 M), Eusebius (260–339 M), dan Jerome (342–420 M) mengidentifikasi Lukas sebagai penulis Kisah Para Rasul. Hal ini juga mendukung penempatan penulisan Kisah Para Rasul dalam masa hidup Lukas, memperkuat argumen untuk menanggalkannya antara tahun 58 dan 62 M.
Kisah Para Rasul berakhir dengan Paulus di penjara di Roma. Ayat-ayat terakhir berbunyi, “Dan Paulus tinggal dua tahun penuh di rumah yang disewanya sendiri itu; ia menerima semua orang yang datang kepadanya. Dengan terus terang dan tanpa rintangan apa-apa ia memberitakan Kerajaan Allah dan mengajar tentang Tuhan Yesus Kristus” (Kisah Para Rasul 28:30–31). Akhir yang tiba-tiba dari Kisah Para Rasul menyiratkan bahwa kitab ini ditulis segera setelah peristiwa-peristiwa tersebut, ketika Paulus masih hidup, bukan di kemudian hari.
Dalam Kitab Kisah Para Rasul, Lukas memulai kisah para pengikut Yesus yang menerima kuasa dari Roh Kudus. Mereka pun menjadi saksi “di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi” (Kisah Para Rasul 1:8). Baik bukti internal maupun eksternal menunjukkan bahwa Lukas menulis Kitab Kisah Para Rasul saat Injil menyebar sepanjang jalur geografis ini pada dekade-dekade awal setelah kematian, kebangkitan, dan kenaikan Yesus.
English
Kapan Kitab Kisah Para Rasul ditulis?