Pertanyaan
Kapan Kitab Keluaran ditulis?
Jawaban
Kitab Keluaran menceritakan bagaimana Tuhan menyelamatkan umat-Nya dari perbudakan di Mesir dan membebaskan mereka untuk hidup kudus dalam perjanjian dengan-Nya. Bagian-bagian yang paling diingat dari cerita ini meliputi Tuhan menghukum Mesir dengan sepuluh tulah, Israel melarikan diri melalui air Laut Merah yang terbelah, dan Tuhan memberikan Sepuluh Perintah Allah kepada Musa di Gunung Sinai. Bukti internal dan eksternal Alkitab menunjukkan bahwa Musa menulis Kitab Keluaran pada akhir peristiwa yang diceritakannya, antara tahun 1440 dan 1400 SM.
Karena Musa menulis Kitab Keluaran, mengetahui tanggal kehidupan Musa memberikan titik awal untuk menentukan kapan kitab tersebut ditulis. Musa hidup antara tahun 1520 dan 1400 SM, sehingga penulisan Kitab Keluaran terjadi selama periode 120 tahun tersebut. Selain itu, Kitab Keluaran mengandung informasi yang dapat lebih memperjelas rentang waktu tersebut. Misalnya, Keluaran 24:4 menandai saat Musa mulai menulis: “Lalu Musa menuliskan segala firman TUHAN itu. Keesokan harinya pagi-pagi didirikannyalah mezbah di kaki gunung itu, dengan dua belas tugu sesuai dengan kedua belas suku Israel.” Hal ini terjadi setelah Israel menyeberangi Laut Merah, bepergian ke selatan di Semenanjung Sinai, dan berkemah di kaki Gunung Sinai. Keberangkatan Israel dari Mesir terjadi ketika Musa berusia 80 tahun (Keluaran 7:7), sehingga ia menulis Kitab Keluaran selama 40 tahun terakhir hidupnya.
Referensi langsung yang mendukung Musa sebagai penulis Keluaran selama empat puluh tahun antara keberangkatan Israel dari Mesir dan masuknya mereka ke Tanah Perjanjian mencakup penyebutan Musa yang mencatat peristiwa-peristiwa yang terjadi. Misalnya, Musa terlihat menulis catatan sejarah pertempuran Israel dengan orang Amalek di Semenanjung Sinai (Keluaran 17:14), Sepuluh Perintah Allah di Gunung Sinai (Keluaran 34:4, 27–29), dan wahyu Tuhan tentang Kitab Perjanjian (Keluaran 20:22—23:33).
Selain itu, terdapat banyak bukti Alkitab di luar Kitab Keluaran yang mengaitkan keaslian penulisan kepada Musa, memperkuat dukungan terhadap waktu penulisan kitab tersebut. Sumber-sumber yang mengonfirmasi keaslian penulisan Musa termasuk ayat pertama Kitab Yosua, di mana Tuhan berkata kepada pengganti Musa, “Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa” (Yosua 1:7; lihat juga Yosua 1:8; 8:31–32). Selain itu, kitab-kitab sejarah dan nabi-nabi juga bersaksi tentang keaslian Musa (1 Raja-raja 2:3; 2 Raja-raja 14:6; Nehemia 13:1; Daniel 9:11–13; Maleakhi 4:4). Dalam Perjanjian Baru, Injil-injil menegaskan keaslian Musa sebagai penulis Keluaran (Markus 7:10; 12:26; Lukas 2:22–23; Yohanes 5:46–47; 7:19), demikian pula tulisan-tulisan Paulus (Roma 10:5).
Argumen paling umum yang menentang keaslian Musa sebagai penulis Kitab Keluaran, dan oleh karena itu juga menentang waktu penulisan kitab tersebut, berpendapat bahwa beberapa penulis dan editor berkontribusi pada bentuk akhir kitab tersebut ratusan tahun setelah peristiwa yang diceritakan terjadi. Argumen ini, yang dikenal sebagai hipotesis dokumenter, populer dalam teologi liberal di Eropa pada abad ke-19, dan menolak bukti yang terdapat dalam Kitab Keluaran, serta bukti dalam kitab-kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru lainnya, yang menunjuk Musa sebagai penulisnya. Sebaliknya, hipotesis ini mengasumsikan bahwa empat penulis tak bernama berkontribusi pada penulisan Kitab Keluaran sekitar 600 hingga 800 tahun setelah Musa hidup. Penulis-penulis teoretis ini diidentifikasi dengan huruf J untuk Yahwist, E untuk Elohist, P untuk Priestly, dan D untuk Deuteronomist—berdasarkan nama-nama Allah yang digunakan dalam lima kitab pertama Alkitab. Hipotesis dokumenter ini belum pernah dibuktikan, dan tetap menjadi gagasan yang tidak realistis bagi mereka yang meragukan kesaksian Yesus dan penulis Perjanjian Baru bahwa Musa menulis Kitab Keluaran dan selebihnya dari Pentateukh.
Memahami kapan Musa menulis Kitab Keluaran dapat memperkuat keyakinan pembaca terhadap keandalan historis narasi tersebut dan membuka jalan untuk memahami relevansinya bagi masa kini.
English
Kapan Kitab Keluaran ditulis?