Pertanyaan
Kapan Kitab Imamat ditulis?
Jawaban
Kitab Imamat membahas tentang kekudusan Allah, dosa manusia, dan persembahan serta kurban yang memungkinkan bangsa Israel kuno untuk bergaul dengan Allah. Meskipun Kitab Imamat mengandung lebih sedikit narasi dan lebih banyak deskripsi tentang hukum ritual dibandingkan dengan kitab-kitab lain yang ditulis oleh Musa—Kejadian, Keluaran, Bilangan, dan Ulangan—ada bukti yang cukup mengenai waktu penulisan kitab ini. Secara khusus, Musa menulis Kitab Imamat setelah bangsa Israel meninggalkan Gunung Sinai, antara tahun 1440 dan 1400 SM, selama 40 tahun mereka mengembara di padang gurun sebelum memasuki Tanah Perjanjian.
Periode ini menandai bagian penting dalam sejarah Israel. Setelah Allah membebaskan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir, mereka berangkat ke Gunung Sinai. Latar belakang semua 27 bab Kitab Imamat terjadi di kaki Gunung Sinai selama periode 11 bulan sekitar tahun 1440 SM. Salah satu tujuan keluarnya bangsa Israel dari Mesir adalah agar mereka dapat menyembah Allah dengan bebas (Keluaran 7:16), dan Kitab Imamat menjelaskan cara mereka melakukannya.
Tanggal 1440 SM diperoleh dari referensi yang terdapat dalam kitab-kitab sebelum dan setelah Kitab Imamat, khususnya Kitab Keluaran dan Kitab Bilangan. Kitab Keluaran mencatat kedatangan Israel di Gunung Sinai pada hari pertama bulan ketiga setelah meninggalkan Mesir (Keluaran 19:1–2). Kemudian, Bilangan mencatat keberangkatan Israel dari Gunung Sinai pada hari ke-20 bulan kedua tahun kedua setelah meninggalkan Mesir—yaitu, 11 bulan setelah mereka mendirikan perkemahan (Bilangan 10:11–12).
Bukti tambahan mengenai kapan Musa menulis Kitab Imamat terdapat dalam kitab itu sendiri. Bukti kunci adalah ayat terakhir kitab tersebut: “Itulah perintah-perintah yang diperintahkan TUHAN kepada Musa di gunung Sinai untuk disampaikan kepada orang Israel” (Imamat 27:34). Pernyataan ringkasan ini didukung oleh contoh-contoh lain dalam kitab yang menyebutkan Allah memberikan wahyu kepada Musa (Imamat 7:38; 25:1; 26:46). Selain itu, beberapa ahli mencatat bahwa Imamat mengandung lebih dari lima puluh referensi tentang Allah yang berkomunikasi langsung dengan Musa.
Petunjuk lain mengenai kapan Musa menulis Kitab Imamat terdapat dalam Kitab Keluaran, yang mengungkapkan bahwa Musa berusia 80 tahun ketika Allah membebaskan Israel dari perbudakan Mesir (Keluaran 7:7). Karena Musa hidup antara tahun 1520 dan 1400 SM, dan perkemahan Israel di Gunung Sinai terjadi sekitar 40 tahun sebelum kematiannya, Musa menulis Kitab Imamat antara tahun 1440 dan 1400 SM.
Argumen paling umum yang menentang penulisan Kitab Imamat oleh Musa antara tahun 1440 dan 1400 SM berasal dari abad ke-19 di kalangan beberapa sarjana Eropa yang teologinya menafikan doktrin-doktrin dasar Kristen Alkitabiah seperti ilham Alkitab, keilahian Yesus Kristus, kematian penebusan-Nya di kayu salib, dan kebangkitan-Nya secara fisik dari kematian. Usulan para sarjana liberal ini, yang disebut hipotesis dokumenter, menyatakan bahwa seorang penulis tak dikenal menulis Kitab Imamat pada pertengahan abad ke-6 SM—900 tahun setelah Musa hidup. Menurut teori mereka, seorang imam tak dikenal menulis sebagian besar Kitab Imamat dan mengedit bagian-bagian dari Kitab Kejadian, Keluaran, Bilangan, dan Ulangan.
Secara ringkas, pembacaan yang lugas terhadap Alkitab menunjukkan bahwa Musa menulis Kitab Imamat antara tahun 1440 dan 1400 SM. Usulan alternatif bergantung pada saran yang berasal dari luar Alkitab dan mengasumsikan bahwa detail historis Kitab Suci tidak dapat diandalkan.
English
Kapan Kitab Imamat ditulis?