Pertanyaan
Kapan Kitab Hosea ditulis?
Jawaban
Nabi Hosea melayani kerajaan Israel bagian utara pada abad ke-8 SM. Masa itu ditandai dengan kemerosotan spiritual dan moral. Pesan utamanya berpusat pada kesetiaan Tuhan meskipun Israel tidak setia. Hosea membandingkan ketidaksetiaan Israel dengan moral seorang pelacur, menggunakan pernikahannya dengan istrinya yang tidak setia, Gomer, sebagai gambaran yang kuat (Hosea 1—3). Dia kemungkinan menulis kitab ini antara tahun 755 dan 710 SM, pada masa penyembahan berhala nasional.
Mengidentifikasi Hosea sebagai penulis kitab ini membantu menentukan kapan ia menuliskannya. Hosea 1:1 berbunyi, “Firman TUHAN yang datang kepada Hosea bin Beeri.” Ayat ini mencatat masa pelayanannya dengan menyebutkan beberapa raja Yehuda—Uzia, Yotam, Ahaz, dan Hizkia—serta Yerobeam bin Yoas (yaitu Yerobeam II), yang memerintah kerajaan Israel bagian utara.
Raja pertama yang disebutkan, Uzia, mulai memerintah pada tahun 792 SM, dan raja terakhir, Hizkia, mengakhiri pemerintahannya pada tahun 686 SM. Tanggal-tanggal ini memberikan garis waktu yang luas untuk pelayanan Hosea. Sebagian besar ahli percaya bahwa ia mulai bernubuat sekitar tahun 750 SM. Penyebutan Yerobeam II, yang memerintah di Israel dari sekitar tahun 793 hingga 753 SM, sesuai dengan rentang waktu ini. Hal ini menunjukkan bahwa pelayanan Hosea dimulai pada bagian akhir pemerintahan Yerobeam dan berlanjut setelahnya.
Petunjuk tambahan dalam kitab ini membantu mengklarifikasi tanggalnya. Misalnya, nabi merujuk pada keadaan sejarah yang menempatkan pelayanannya selama pemerintahan Yerobeam II. Pada masa itu, Israel mengalami ketidakstabilan politik, aliansi yang tidak bijaksana, dan kemerosotan moral dan spiritual yang meluas. Hosea, yang sering merujuk pada Israel sebagai “Efraim,” mengkritik aliansi yang berubah-ubah dengan Mesir dan Asyur. Ia menulis, “Efraim telah menjadi merpati tolol, tidak berakal, dengan memanggil kepada Mesir, dengan pergi kepada Asyur” (Hosea 7:11). Referensi seperti ini menunjukkan bahwa Hosea melayani sebelum kerajaan utara jatuh ke tangan Asyur pada tahun 722 SM.
Referensi geografis dalam Hosea memberikan bukti tambahan tentang tanggal penulisan kitab ini. Deskripsinya tentang wilayah utara menunjukkan bahwa ia menulis berdasarkan pengalaman langsung. Misalnya, ia menulis, “Janganlah pergi ke Gilgal, dan janganlah naik ke Bet-Awen”—Bet-Awen (“rumah kejahatan”) adalah istilah hinaan untuk Bethel, yang berarti “rumah Allah.” Tempat-tempat yang disebutkan Hosea, bersama dengan kota-kota seperti Samaria dan Gilead, adalah tempat populer di kerajaan utara. Referensi-referensi ini menunjukkan bahwa Hosea menggambarkan sebuah negara yang masih berfungsi, bukan yang sudah dikalahkan. Rincian ini menunjukkan bahwa kitab ini ditulis sebelum pembuangan ke Asyur.
Banyak ahli percaya Hosea adalah nabi pada masa yang sama dengan Amos, Yesaya, dan Mikha. Awal dari masing-masing kitab mereka mencantumkan beberapa raja yang sama, dan pesan-pesan mereka membahas masalah yang sama di Israel dan Yehuda pada abad ke-8 SM. Amos menyebut Uzia dan Yerobeam II (Amos 1:1). Yesaya menyebut Uzia, Yotam, Ahas, dan Hizkia (Yesaya 1:1). Mikha menyebut Yotam, Ahas, dan Hizkia (Mikha 1:1).
Pesan Hosea menyerukan Israel untuk bertobat dari dosa mereka dan kembali kepada Tuhan. Jika mereka melakukannya, mereka akan menemukan bahwa Dia adalah Tuhan yang penuh kasih, belas kasihan, dan baik hati. Seperti yang Tuhan nyatakan melalui nabi, “Aku akan memulihkan mereka dari penyelewengan, Aku akan mengasihi mereka dengan sukarela, sebab murka-Ku telah surut dari pada mereka” (Hosea 14:5). Pemulihan mereka akan membawa penyembuhan pribadi dan berkat nasional.
English
Kapan Kitab Hosea ditulis?