settings icon
share icon
Pertanyaan

Kapan Kitab Ezra ditulis?

Jawaban


Kitab Ezra ditulis pada masa kritis dalam sejarah Israel, setelah bangsa itu mengalami masa pembuangan. Kejahatan para raja di Kerajaan Israel Utara dan Kerajaan Yehuda Selatan mengakibatkan konsekuensi yang menghancurkan. Pemberontakan mereka, bersama dengan penyembahan berhala yang meluas di kalangan rakyat, menyebabkan hukuman Tuhan atas bangsa itu. Akibatnya, Tuhan mengizinkan pasukan asing untuk menaklukkan mereka. Penakluk membawa banyak orang Israel ke dalam pembuangan, mengasingkan mereka ke tanah yang jauh. Sekitar 70 tahun kemudian, Tuhan mengizinkan keturunan mereka untuk kembali ke Israel. Kitab Ezra, yang kemungkinan ditulis oleh Ezra sang imam, menceritakan bagian penting dari kisah ini. Ia menulisnya antara tahun 457 SM, ketika ia tiba di Israel, dan 444 SM, ketika Nehemia mulai memerintah Yerusalem.

Memahami identitas penulis kitab ini membantu menentukan waktu penulisan kitab tersebut. Ezra adalah imam Lewi di Israel. Ia kembali ke Yehuda untuk membantu memulihkan ibadah bangsa Israel kepada Tuhan di Yerusalem. Kitab ini mencerminkan tema-tema keimaman, yang menunjukkan bahwa Ezra lah yang menuliskannya. Yang patut diperhatikan, kitab ini menekankan silsilah Ezra, menelusuri keturunannya hingga “Harun imam kepala” (Ezra 7:5). Peran Ezra sebagai imam sejalan erat dengan fokus utama kitab ini pada ibadah di Israel.

Upaya Ezra untuk memulihkan ibadah di Israel berasal dari kesetiaannya yang mendalam terhadap Kitab Suci. Ia digambarkan sebagai "seorang ahli kitab, mahir dalam Taurat Musa" (Ezra 7:6). Di Israel kuno, seorang ahli kitab tidak hanya menulis—ia juga menafsirkan, mengajar, dan menerapkan hukum. Selain itu, “tangan TUHAN, Allahnya, melindungi dia” (Ezra 7:6). Hal ini menandakan bahwa Tuhan memberkati pelayanan Ezra di Israel. Kesetiaan Ezra kepada Tuhan membekalinya untuk memperbarui ibadah di bangsa itu.

Sebagian besar orang Israel yang kembali dari pembuangan adalah keturunan suku Yehuda di selatan. Pada tahun 586 SM, orang-orang Babel di bawah Raja Nebukadnezar membuang banyak orang Yehuda. Kembalinya keturunan mereka dari pembuangan secara tradisional ditetapkan pada tahun 538 SM. Pada tahun itu, Raja Koresh dari Persia mengeluarkan dekrit yang mengizinkan orang Yahudi untuk kembali ke tanah air mereka.

Ayat pembuka Kitab Ezra mencatat dekrit Koresh yang mengizinkan orang Yahudi kembali ke Yerusalem. Koresh menyatakan bahwa Tuhan “tmenugaskan aku untuk mendirikan rumah bagi-Nya di Yerusalem” (Ezra 1:2). Kembalinya orang Yahudi dimaksudkan untuk “mendirikan rumah TUHAN. Allah Israel” (ayat 3). Hal ini memenuhi nubuat Yeremia tentang kembalinya bangsa itu (Yeremia 29:10). Ezra sendiri kembali dalam gelombang pengasingan yang dibebaskan berikutnya. Kitab ini menceritakan peristiwa-peristiwa mendasar ini sebagai bagian dari pemulihan bangsa.

Akhirnya, Ezra 7:27—9:15 mencakup narasi orang pertama. Bagian ini dimulai dengan Ezra memuji Tuhan. Ia mengakui bahwa Tuhan telah menggerakkan hati raja untuk memperindah Bait Suci di Yerusalem. Ezra juga mencatat bahwa Tuhan telah memperlihatkan kasih setia-Nya kepadanya dan menyadari bahwa tangan Tuhan ada atas pelayanannya. Hal ini memberinya keberanian untuk mengumpulkan orang-orang Israel lainnya untuk kembali ke Yerusalem. Ia merenung, “aku menguatkan hatiku, karena tangan TUHAN, Allahku, melindungi aku” (Ezra 7:28). Narasi orang pertama ini menyarankan bahwa teks ini ditulis selama atau segera setelah kedatangan Ezra di Yerusalem. Bersama dengan bukti lain, hal ini mendukung kesimpulan bahwa Kitab Ezra ditulis antara tahun 457 dan 444 SM.

English



Kembali ke halaman utama dalam Bahasa Indonesia

Kapan Kitab Ezra ditulis?
Bagikan halaman ini: Facebook icon Twitter icon Pinterest icon Email icon
© Copyright Got Questions Ministries