Pertanyaan
Kapan Kitab Bilangan ditulis?
Jawaban
Kitab Bilangan, yang dinamai berdasarkan sensus penduduk dalam ceritanya, mencatat perjalanan 40 tahun bangsa Israel dari tinggal di Gunung Sinai hingga perkemahan mereka di dekat Tanah Perjanjian. Rincian yang terdapat dalam Kitab Bilangan, bersama dengan referensi di tempat lain dalam Alkitab, menunjukkan bahwa Musa menulis kitab ini pada akhir periode 40 tahun tersebut, sekitar tahun 1400 SM.
Ada dua referensi spesifik dalam Kitab Bilangan yang membantu menentukan tanggal penulisan kitab ini. Yang pertama terdapat dalam Bilangan 33:2, yang menggambarkan Musa mencatat rute perjalanan Israel ke utara sesuai perintah Tuhan: “Musa menuliskan perjalanan mereka dari tempat persinggahan ke tempat persinggahan sesuai dengan titah TUHAN; dan inilah tempat-tempat persinggahan mereka dalam perjalanan mereka” (Bilangan 33:2). Ayat ini menunjukkan bahwa Musa mulai menulis Kitab Bilangan saat perjalanan Israel dari Gunung Sinai ke Tanah Perjanjian dimulai sekitar tahun 1440 SM.
Referensi kedua yang membantu menentukan kapan Kitab Bilangan ditulis terlihat dari Musa yang mencatat perintah-perintah Tuhan kepada Israel saat mereka berada di ambang Tanah Perjanjian: “Itulah perintah dan peraturan yang diperintahkan TUHAN kepada orang Israel dengan perantaraan Musa di dataran Moab di tepi sungai Yordan dekat Yerikho” (Bilangan 36:13). Kontekstualisasi ayat ini, yang terdapat pada bagian akhir Kitab Bilangan, bab 20–36, mencakup periode satu tahun—tahun terakhir kehidupan Musa.
Kesimpulan tentang waktu penulisan Musa ini didasarkan pada penyelarasan dua tanggal dalam Bilangan dan Ulangan. Bilangan 20:1 mengatakan, “Kemudian sampailah orang Israel, yakni segenap umat itu, ke padang gurun Zin, dalam bulan pertama, lalu tinggallah bangsa itu di Kadesh. Matilah Miryam di situ dan dikuburkan di situ.” Bilangan 33:38 lebih lanjut menjelaskan bahwa “bulan pertama” merujuk pada tahun ke-40 setelah Israel keluar dari Mesir: “Ketika itu imam Harun naik ke gunung Hor sesuai dengan titah TUHAN, dan di situ ia mati pada tahun keempat puluh sesudah orang Israel keluar dari tanah Mesir, pada bulan yang kelima, pada tanggal satu bulan itu.” Ayat-ayat ini menunjukkan bahwa Musa menyelesaikan penulisan Kitab Bilangan pada akhir perjalanan empat puluh tahun Israel, pada tahun terakhir hidupnya.
Kitab Ulangan, yang mengikuti Kitab Bilangan dalam Alkitab, mendukung gagasan bahwa Musa menulis Kitab Bilangan sekitar tahun 1400 SM. Pertama, jelas bahwa peristiwa dalam Kitab Bilangan mendahului peristiwa dalam Kitab Ulangan. Secara khusus, Ulangan 1:3 merujuk pada bulan kedua dari akhir tahun ke-40 setelah Israel keluar dari Mesir: “Pada tanggal satu bulan sebelas tahun keempat puluh berbicaralah Musa kepada orang Israel sesuai dengan segala yang diperintahkan TUHAN kepadanya demi mereka.” Indikator waktu ini menunjukkan bahwa Musa menulis Bilangan sebelum peristiwa-peristiwa tersebut. Kedua, ayat terakhir dalam Kitab Ulangan—tulisan terakhir Musa—merujuk pada kelima kitab yang ditulisnya, termasuk Kitab Bilangan: “Ketika Musa selesai menuliskan perkataan hukum Taurat itu dalam sebuah kitab sampai perkataan yang penghabisan” (Ulangan 31:24). Bersama-sama, ayat-ayat ini memperkuat argumen bahwa Musa menulis Kitab Bilangan sekitar tahun 1440 SM.
Tema Kitab Bilangan adalah ketidaktaatan Israel dan tanggapan Tuhan terhadapnya (misalnya, Bilangan 14:1–45). Tujuan Tuhan mencatat peristiwa-peristiwa ini adalah agar generasi mendatang Israel belajar dari kelemahan-kelemahan ini dan sepenuhnya berkomitmen untuk taat kepada Tuhan: “Itulah semuanya yang harus menjadi ketetapan hukum bagimu turun-temurun di segala tempat kediamanmu” (Bilangan 35:29). Musa menulis kitab ini saat peristiwa-peristiwa tersebut terjadi. Ia menyaksikan konsekuensi dosa mereka secara langsung, menjadikan Kitab Bilangan sebagai catatan saksi mata.
English
Kapan Kitab Bilangan ditulis?