settings icon
share icon
Pertanyaan

Kapan Kitab Kejadian ditulis?

Jawaban


Kitab Kejadian menggambarkan asal-usul alam semesta, manusia, dosa, dan penebusan. Cerita-cerita ikoniknya meliputi penciptaan dunia oleh Tuhan, kejatuhan Adam dan Hawa ke dalam dosa, banjir global pada masa Nuh, serta pendirian dan perkembangan bangsa Israel. Bukti terbaik menunjukkan bahwa Musa menulis Kitab Kejadian antara tahun 1440 dan 1400 SM, selama periode 40 tahun setelah keluarnya Israel dari Mesir dan sebelum bangsa itu memasuki Tanah Perjanjian.

Mengidentifikasi penulis Kitab Kejadian merupakan kunci untuk menentukan kapan kitab tersebut ditulis, karena hal ini mempersempit rentang waktu ke masa hidup penulisnya. Meskipun Kitab Kejadian secara teknis anonim, karena penulisnya tidak menyebut namanya dalam teks, Alkitab menunjuk Musa sebagai penulis Kitab Kejadian (misalnya, Maleakhi 4:4; Matius 8:4). Selain itu, ketika mengutip peristiwa dalam Kitab Kejadian, Yesus merujuk pada Musa sebagai penulis kitab tersebut (Matius 19:4–6; Markus 12:26; Lukas 16:29; Yohanes 7:22), demikian pula rasul Paulus (Roma 10:19; 1 Korintus 9:9).

Selain itu, Alkitab memberikan rincian historis yang memberikan gambaran tentang kapan Musa menulis Kitab Kejadian. Misalnya, Ulangan 34:7 menyebutkan bahwa Musa meninggal pada usia 120 tahun, segera sebelum Israel memasuki Tanah Perjanjian: “Musa berumur seratus dua puluh tahun, ketika ia mati; matanya belum kabur dan kekuatannya belum hilang.” Israel masuk ke Tanah Perjanjian sekitar tahun 1400 SM, menunjukkan bahwa Musa lahir sekitar tahun 1520 SM. Oleh karena itu, ia menulis Kitab Kejadian antara tahun 1520 dan 1400 SM.

Namun, waktu penulisan Kitab Kejadian oleh Musa dapat ditentukan lebih tepat karena Alkitab menyebutkan bahwa ia mulai mencatat sejarah Israel selama 40 tahun terakhir hidupnya. Tuhan pertama kali memerintahkan Musa untuk menulis setelah Israel melarikan diri dari perbudakan di Mesir dan melintasi Laut Merah yang terbelah menuju Semenanjung Sinai (Keluaran 17:14; bandingkan Bilangan 33:2). Keluarnya Israel dari Mesir terjadi sekitar tahun 1440 SM; kemudian Israel mengembara di padang gurun selama 40 tahun sebelum akhirnya masuk ke Tanah Perjanjian sekitar tahun 1400 SM. Musa meninggal tepat sebelum Israel masuk ke Tanah Perjanjian (Ulangan 34:1–7).

Objeksi utama terhadap keaslian Musa sebagai penulis Kitab Kejadian disebut hipotesis dokumenter, yang muncul dalam konteks teologi liberal di Eropa abad ke-19. Tokoh utamanya, Julius Wellhausen (1844—1918), berargumen bahwa Kitab Kejadian ditulis oleh empat penulis—tidak satupun di antaranya adalah Musa—dan ia menyingkatnya menjadi J, E, P, dan D. J mewakili Yahwist, yang menyebut Allah sebagai YHWH; E mewakili Elohist, yang menyebut-Nya “Elohim”; P mewakili sumber Imam (Priestly), yang terutama terkait dengan Kitab Imamat; dan D mewakili Deuteronomist, yang terutama terkait dengan Kitab Ulangan. Menurut hipotesis ini, keempat penulis tersebut berkontribusi dan mengedit bagian-bagian dari Kitab Kejadian. Wellhausen mengajarkan bahwa bagian-bagian tertua Kitab Kejadian berasal dari sekitar tahun 800 SM, dan bagian-bagian terbarunya dari sekitar tahun 600 SM—berabad-abad setelah masa hidup Musa. Meskipun teori Wellhausen telah meyakinkan sebagian orang, mereka yang percaya pada ilham ilahi dan ketidakberdosaan Kitab Suci tetap menegaskan kesaksian Alkitab tentang keaslian Musa sebagai penulis Kitab Kejadian.

Tradisi Yahudi telah mengakui keaslian Musa sebagai penulis Kitab Kejadian selama hampir 3.500 tahun, dimulai dari penggantinya, Yosua (misalnya, Yosua 8:31). Tradisi Kristen telah mempertahankannya selama lebih dari 2.000 tahun, dimulai dari Perjanjian Baru (misalnya, Lukas 24:27, 44; Yohanes 5:46; Kisah Para Rasul 15:1; 2 Korintus 3:15). Argumen yang menolak keaslian Musa sebagai penulis Kitab Kejadian—yang mempertanyakan kesaksian tokoh-tokoh Alkitab dari Yosua hingga Yesus—tidak memiliki bukti dan mengungkap prasangka anti-supernatural para pendukungnya. Bagi mereka yang percaya bahwa Tuhan secara ilahi mengilhami para penulis Kitab Suci, tidak ada alasan untuk meragukan ajaran Alkitab yang jelas bahwa Musa menulis Kitab Kejadian.

English



Kembali ke halaman utama dalam Bahasa Indonesia

Kapan Kitab Kejadian ditulis?
Bagikan halaman ini: Facebook icon Twitter icon Pinterest icon Email icon
© Copyright Got Questions Ministries