Pertanyaan
Kapan Kitab 1 Korintus ditulis?
Jawaban
Gereja Kristen di Korintus pada abad pertama, yang terletak di selatan Yunani, aktif namun memiliki kelemahan. Gereja tersebut terdiri dari pengikut sejati Yesus Kristus yang telah meninggalkan masa lalu berdosa mereka (misalnya, 1 Korintus 6:11). Namun, gereja tersebut juga mencakup orang-orang yang masih hidup dengan cara yang tidak sesuai dengan ajaran Alkitab (misalnya, 1 Korintus 5:9–13). Paulus menulis 1 Korintus sekitar tahun 55 M, selama perjalanan misionaris ketiganya, saat ia melayani di Efesus (Kisah Para Rasul 19:1—20:1; 1 Korintus 16:8–9).
Paulus mendirikan gereja di Korintus selama perjalanan misionaris keduanya (Kisah Para Rasul 18:1–17), sekitar tahun 50–52 M. Ia melayani di sana selama sekitar 18 bulan. Hubungan Paulus dengan jemaat di Korintus terlihat jelas dalam 1 Korintus (misalnya, 2:1–5). Hal ini menjelaskan kepedulian mendalam yang ia tunjukkan kepada mereka. Ia menulis, “Hal ini kutuliskan bukan untuk memalukan kamu, tetapi untuk menegor kamu sebagai anak-anakku yang kukasihi. Sebab sekalipun kamu mempunyai beribu-ribu pendidik dalam Kristus, kamu tidak mempunyai banyak bapa. Karena akulah yang dalam Kristus Yesus telah menjadi bapamu oleh Injil yang kuberitakan kepadamu” (1 Korintus 4:14–15).
Sebagai gereja yang masih muda, jemaat di sana masih bertumbuh dalam iman mereka. Sebagai bagian dari pertumbuhan mereka, mereka juga belajar untuk menolak godaan daging dan budaya berdosa di sekitar mereka. Paulus mendesak mereka untuk bertobat dari dosa, seperti membiarkan kasus percabulan yang begitu parah hingga bahkan orang-orang kafir menolaknya (lihat 1 Korintus 5:1–5).
Paulus menulis 1 Korintus saat tinggal di Efesus selama perjalanan misionaris ketiganya. Ia melayani secara intensif di kota itu selama lebih dari dua tahun. Dari Efesus, ia mempersiapkan diri untuk perjalanan ke Makedonia (1 Korintus 16:5). Surat pertama kepada jemaat Korintus sebagian ditulis sebagai tanggapan atas laporan dari keluarga Kloe tentang perpecahan di gereja (1 Korintus 1:11). Surat itu juga ditulis untuk menjawab pertanyaan jemaat tentang cara menangani situasi tertentu di dalam tubuh gereja (1 Korintus 7:1).
Selain itu, Paulus menulis bahwa ia berencana tinggal di Efesus hingga Pentakosta, yang membantu menentukan kapan surat itu ditulis (1 Korintus 16:8). Pentakosta biasanya jatuh pada akhir musim semi, sehingga pembaca dapat menyimpulkan bahwa Paulus menulis 1 Korintus pada awal tahun tersebut. Rincian ini, dikombinasikan dengan rencananya untuk bepergian melalui Makedonia dan kemudian ke Korintus (1 Korintus 16:5–7), mendukung kesimpulan bahwa Paulus menulis surat tersebut pada musim semi tahun 55 M.
Pada intinya, 1 Korintus mengajarkan bahwa kematian Yesus, meskipun tidak penting bagi dunia, merupakan pusat kehidupan Kristen. Paulus menulis, “Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah” (1 Korintus 1:18). Kata-kata ini sangat berkuasa bagi gereja yang sedang berjuang untuk melepaskan hikmat dunia dan sepenuhnya menerima mengikuti Yesus.
English
Kapan Kitab 1 Korintus ditulis?