Apakah kita sedang hidup di akhir jaman?



 


Pertanyaan: Apakah kita sedang hidup di akhir jaman?

Jawaban:
Alkitab bernubuat tentang berbagai peristiwa yang akan terjadi di akhir jaman. Peristiwa ini dapat dikategorikan sebagai pertanda alam, pertanda rohani, pertanda sosiologis, pertanda teknologi, dan pertanda politis. Kita dapat mengamati apa yang telah dituliskan dalam Alkitab mengenai hal-hal ini, dan jika pertanda tersebut banyak yang digenapi, kita dapat memastikan bahwa kita sedang hidup di akhir jaman.

Lukas 21:11 memberi kita daftar beberapa pertanda alam yang akan terjadi sebelum kedatangan Yesus yang kedua: "Akan terjadi gempa bumi yang dahsyat dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit." Dalam 13 tahun di antara 1991 dan 2004, Amerika Serikat saja telah mengalami 5 angin topan termahal (dampak kerusakannya) sepanjang sejarah, 3 dari 4 angin puting beliung terbanyak sepanjang sejarah, dan 9 dari 10 bencana alam sebagaimana ditetapkan oleh FEMA, badan penanggulangan bencana alam di Amerika Serikat. Berdatangnya angin topan 'Sandy' sering disebut sebagai "badai sempurna". Seringpula kejadian tanah ambles / lubang yang tiba-tiba muncul menelan bangunan dan jalan. Mengenai pertanda dari langit, kita melihat Chelyabinsk meteor, yang meledak di atas langit Russia, mengakibatkan gelombang kejut yang cukup berdampak. Semua perisitwa ini seakan-akan merupakan pemanasan untuk peristiwa selanjutnya - "kesakitan bersalin" / "penderitaan," yang diumpamakan Yesus (Matius 24:8).

Alkitab telah memberi kita pertanda rohani positif maupun negatif. Dalam 2 Timotius 4:3-4 kita menemui bahwa banyak orang akan mengikuti guru-guru palsu. Kita dapat mengamati banyaknya pengikut kultis, ajaran sesat, penipuan, dan okultisme, beserta banyaknya orang yang memilih untuk mengikuti agama berhala atau agama new age. Dalam segi positif, Yoel 2:28-29 bernubuat bahwa akan ada pencurahan Roh Kudus yang luar biasa. Nubuat Yoel pertama digenapi pada hari Pentakosta (Kisah Para Rasul 2:16), dan sampai sekarang kita masih melihat dampak dari pencurahan Roh Kudus dalam KKR dan gerakan Kristen yang dipimpin Roh Kudus, pemberitaan Injil ke seluruh dunia, dan munculnya Yudaisme Mesianik.

Selain pertanda alam dan pertanda rohani, adapula pertanda di dalam budaya sosial. Amoralitas yang merajalela dalam masyarakat hari ini adalah gejala pembangkangan manusia terhadap Allah. Aborsi, hubungan homoseks, penyalahgunaan obat (narkoba) dan percabulan terhadap anak adalah bukti bahwa "orang jahat dan penipu akan bertambah jahat" (2 Timotius 3:13). Kita sedang hidup dalam era hedonisme dan materialisme. Manusia mencintai diri mereka sendiri, menjaga kepentingan diri sendiri, dan membenarkan semua tindakan pribadi. Semua hal ini, dan masih banyak lagi, dapat kita amati di sekitar kita setiap hari. "Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah" (2 Timotius 3:1-4).

Kita melihat dalam beberapa ayat kemudian dituliskan "Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya" (2 Timotius 3:14). Dari segi budaya sosial, kita yang berada di dalam Kristus membuat orang duniawi "heran, bahwa kamu tidak turut mencemplungkan diri bersama-sama mereka di dalam kubangan ketidaksenonohan yang sama, dan mereka memfitnah kamu" (1 Petrus 4:4). Dalam hal yang berhubungan dengan keagamaan adapula mereka yang "secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya" (2 Timotius 3:5). Ada beberapa keagamaan yang atas nama agama itu sendiri, ataupun atas nama Allah, mereka membunuh orang. Hal ini sudah pernah diungkapkan oleh Yesus dalam Yohanes 16:2-3 yang berbunyi, "Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah. Mereka akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku."

Penggenapan beberapa nubuat tentang akhir jaman terlihat seakan mustahil sebelum adanya perkembangan teknologi modern. Daniel 12:4 bercerita tentang meningkatnya pengetahuan di masa akhir. Beberapa penghakiman di dalam Wahyu lebih mudah kita terka jika melihatnya dari lensa jaman pasca-nuklir seperti saat ini. Di dalam Wahyu 13, AntiKristus akan mengendalikan perdagangan dengan cara memaksa orang menggunakan pertanda binatang / mark of the beast, dan mengingat perkembangan teknologi dalam chip komputer, alat yang ia perlukan mungkin sudah tersedia saat ini. Melalui internet, radio dan televisi, Injil pun dapat dinyatakan ke seluruh dunia (Markus 13:10).

Adapula pertanda politis. Kembalinya bangsa Yahudi ke tanah Israel di 1948 adalah nubuat tergenapi yang paling mudah kita amati, tanpa perlu diberi interpretasi bahwa kita sedang tinggal di jaman akhir. Pada pergantian dari abad ke-20, tidak ada orang yang mengira Israel akan kembali berdiri di tanah leluhur mereka, ataupun mendiami Yerusalem. Yerusalem adalah pusat geopolitik dan berdiri sendiri di antara banyaknya musuhnya; Zakharia 12:3 memastikan ini: "Maka pada waktu itu Aku akan membuat Yerusalem menjadi batu untuk diangkat bagi segala bangsa. Siapa yang mengangkatnya pastilah mendapat luka parah. Segala bangsa di bumi akan berkumpul melawannya." Yesus sendiri bernubuat bahwa "kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang" (Matius 24:6-7). Nubuat ini juga sangat karakteristik pada jaman ini.

Semua ini hanya beberapa pertanda bahwa kita sedang hidup pada akhir jaman, adapula lebih banyak lagi pertanda di dalam Alkitab. Allah telah memberi kita nubuat-nubuat ini karena Ia tidak menghendaki ada orang yang binasa, dan Ia selalu memberi peringatan yang cukup sebelum mencurahkan murkaNya (2 Petrus 3:9).

Apakah kita sedang hidup di jaman akhir? Pengangkatan / Rapture dapat terjadi setiap saat. Allah akan menangani dosa melalui karuniaNya atau melalui murkaNya. Yohanes 3:36 berkata, "Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya." Mereka yang tidak menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat akan tetap bernaung di bawah murka Allah.

Kabar baiknya adalah bahwa saat ini belum terlambat untuk memilih kehidupan kekal. Syaratnya hanyalah penerimaan, melalui iman, akan kasih karunia Allah. Tidak ada yang dapat Anda lakukan untuk menerima karunia; Yesus telah membayar harga untuk Anda (Roma 3:24). Apakah Anda siap akan kembalinya Tuhan untuk kedua kalinya?



Kembali ke halaman utama dalam Bahasa Indonesia

Apakah kita sedang hidup di akhir jaman?