Pertanyaan
Apa arti dan tujuan dari mengucapkan doa makan/ mengucap syukur (saying grace) sebelum makan?
Jawaban
"Doa makan/ mengucap syukur" (saying grace) mengacu pada praktik berterima kasih kepada Tuhan atas makanan sebelum makan. Hal ini juga disebut "mengucapkan berkat". Doa semacam itu mengikuti teladan Yesus dan rasul Paulus, yang keduanya "mengucap syukur" sebelum makan (lihat Kisah Para Rasul 27:35).
Matius mencatat dua kejadian ketika Yesus memberi makan ribuan orang dengan hanya sedikit makanan (Matius 14:15-21; 15:32-38). Dalam kedua catatan ini, sebelum Yesus "memecah-mecahkan roti" (memulai perjamuan), Ia mengucap syukur kepada Allah (14:19).
Rupanya, mengucap syukur sebelum makan adalah kebiasaan Yesus. Dalam Lukas 24:13-35, pada hari kebangkitan Yesus, dua orang pengikut-Nya pergi ke desa Emaus. Yesus bergabung dengan mereka dalam perjalanan, tetapi mereka "tidak dapat mengenal Dia" (ayat 16). Ketika mereka tiba di Emaus, Yesus berhenti untuk makan bersama mereka. Di meja makan, Yesus "mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka" (ayat 30). Dengan segera, para murid mengenali Dia; "waktu Ia memecah-mecahkan roti" (ayat 35) dan mengucap syukur, mata mereka terbuka.
Karena kita berhutang segala sesuatu yang kita miliki kepada kasih karunia Tuhan, "pemberian cuma-cuma dari Tuhan yang tidak layak kita terima", maka sudah sepantasnya kita selalu bersyukur kepada-Nya (Efesus 5:20). Makanan memberikan waktu yang tepat untuk berhenti sejenak dan melakukan hal tersebut. "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36).
English
Apa arti dan tujuan dari mengucapkan doa makan/ mengucap syukur (saying grace) sebelum makan?