settings icon
share icon
Pertanyaan

Apa artinya diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah?

Jawaban


Pepatah populer ini berasal dari Mazmur 46:11, "Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!"

Ayat ini berasal dari bagian Alkitab yang lebih panjang yang menyatakan kekuatan dan keamanan Tuhan. Meskipun ancaman yang dihadapi pemazmur tidak disebutkan secara spesifik, namun tampaknya ini berhubungan dengan bangsa-bangsa kafir dan seruan kepada Tuhan untuk mengakhiri perang yang berkecamuk. Berikut ini adalah keseluruhan mazmur:

"Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti. Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut; sekalipun ribut dan berbuih airnya, sekalipun gunung-gunung goyang oleh geloranya. Kota Allah, kediaman Yang Mahatinggi, disukakan oleh aliran-aliran sebuah sungai. Allah ada di dalamnya, kota itu tidak akan goncang; Allah akan menolongnya menjelang pagi. Bangsa-bangsa ribut, kerajaan-kerajaan goncang, Ia memperdengarkan suara-Nya, dan bumipun hancur. TUHAN semesta alam menyertai kita, kota benteng kita ialah Allah Yakub. Pergilah, pandanglah pekerjaan TUHAN, yang mengadakan pemusnahan di bumi, yang menghentikan peperangan sampai ke ujung bumi, yang mematahkan busur panah, menumpulkan tombak, membakar kereta-kereta perang dengan api! 'Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!' TUHAN semesta alam menyertai kita, kota benteng kita ialah Allah Yakub."

Perhatikan bahwa sebagian besar mazmur ini ditulis dengan menggunakan kata ganti orang ketiga karena pemazmur berbicara tentang Tuhan. Namun, suara Tuhan terdengar di ayat 11, dan Tuhan berbicara sebagai orang pertama: "Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!"

Diamlah. Ini adalah seruan bagi mereka yang terlibat dalam perang untuk berhenti berperang, diam. Kata diam adalah terjemahan dari kata Ibrani rapa, yang berarti "mengendur, menurunkan tekanan, atau berhenti." Dalam beberapa kasus, kata ini mengandung makna "menjatuhkan, menjadi lemah, atau pingsan." Kata ini berkonotasi dengan dua orang yang berkelahi hingga seseorang memisahkan mereka dan membuat mereka menjatuhkan senjata. Hanya setelah pertempuran berhenti barulah para pejuang dapat mengakui kepercayaan mereka kepada Tuhan. Orang Kristen sering menafsirkan perintah untuk "berdiam diri" sebagai "berdiam diri di hadirat Tuhan". Meskipun ketenangan memang sangat membantu, frasa ini berarti menghentikan aktivitas yang panik, membiarkan, dan berdiam diri. Bagi umat Tuhan, "diam" berarti mencari pertolongan Tuhan (bdk. Keluaran 14:13); bagi musuh-musuh Tuhan, "diam" berarti berhenti berperang dalam peperangan yang tidak dapat mereka menangkan.

Ketahuilah bahwa Akulah Allah. Ketahui dalam hal ini berarti "memastikan dengan benar dengan melihat" dan "mengakui, menyadari." Bagaimana mengakui Tuhan berdampak pada keheningan kita? Kita tahu bahwa Dia omniscient (maha tahu), omnipresent (mahahadir), omnipotent (mahakuasa), kudus, berdaulat, setia, tak terbatas, dan baik. Mengakui Tuhan berarti kita dapat mempercayai-Nya dan berserah pada rencana-Nya karena kita memahami siapa Dia.

Aku akan ditinggikan di antara bangsa-bangsa, Aku akan ditinggikan di bumi. Bangsa Israel tergoda untuk bersekutu dengan kekuatan asing, dan Tuhan mengingatkan mereka bahwa pada akhirnya Dia yang akan ditinggikan! Tuhan menang, dan Dia akan membawa damai sejahtera. Pada masa Yesaya, Yehuda mencari bantuan dari bangsa Mesir, meskipun Tuhan telah memperingatkan mereka untuk tidak melakukannya. Yehuda tidak membutuhkan kekuatan Mesir; mereka membutuhkan ketergantungan kepada Tuhan: "Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu" (Yesaya 30:15).

Ketika kita berdiam diri dan berserah kepada Tuhan, kita akan menemukan kedamaian bahkan ketika bumi bergoncang, gunung-gunung runtuh (ayat 2), atau bangsa-bangsa gempar dan kerajaan-kerajaan runtuh (ayat 6). Ketika hidup terasa berat dan kesibukan menjadi prioritas, ingatlah Mazmur 46:1, "Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti." Lari kepada-Nya, letakkan senjata Anda dan jatuhlah ke dalam pelukan-Nya. Akuilah bahwa Dia adalah Tuhan dan Dia ditinggikan di bumi. Berdiamlah dan ketahuilah bahwa Dia adalah Allah.



English



Kembali ke halaman utama dalam Bahasa Indonesia

Apa artinya diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah?
Bagikan halaman ini: Facebook icon Twitter icon Pinterest icon Email icon
© Copyright Got Questions Ministries