Pertanyaan
Apakah kasih itu? Apa definisi dari kasih/ cinta?
Jawaban
Kasih/ Cinta dapat menjadi tantangan untuk didefinisikan pada tingkat bagaimana seseorang mengalaminya. Kasih dapat melibatkan kasih sayang pribadi, ketertarikan seksual, kekaguman platonis, kesetiaan persaudaraan, kepedulian yang baik hati, atau pemujaan. Untuk menjawab pertanyaan "apakah kasih itu?" dengan tepat, kita perlu melihat asal mula kasih. Alkitab mengatakan bahwa kasih berasal dari Tuhan.
Dalam bahasa Inggris, kata kasih/ cinta dipaksa untuk menanggung beban dari berbagai macam makna. Kita "mengasihi/ cinta" segala sesuatu mulai dari pancake hingga orang tua, tetapi dengan cara yang sangat berbeda. Bahasa-bahasa yang digunakan untuk menulis Alkitab, yaitu bahasa Ibrani dan Yunani, lebih tepat dalam menggunakan kata-kata yang berbeda untuk jenis-jenis kasih yang berbeda. Bahasa-bahasa kuno membedakan antara kasih seksual, persaudaraan, dan kekeluargaan, dan juga jenis kasih yang Tuhan miliki untuk ciptaan dan yang kita miliki untuk-Nya.
Kata Ibrani yada dan kata Yunani eros adalah kata-kata yang digunakan untuk menunjukkan kasih seksual. Dalam Kejadian 38, Yehuda bercinta dengan seorang wanita yang ia anggap sebagai pelacur. Dalam bahasa Ibrani asli dari ayat 26, kata tersebut adalah yada, yang berarti "mengenal" dan dalam konteks ini "mengenal secara duniawi" atau "melakukan hubungan seksual". Dalam Perjanjian Baru, kata Yunani eros tidak ditemukan karena tidak ada konteks yang memungkinkan kata tersebut digunakan.
Jenis kasih yang kedua adalah kasih persaudaraan yang terjalin di antara teman-teman dekat tanpa memandang jenis kelamin. Tidak ada konotasi seksual; ini adalah kasih untuk dan oleh seorang teman. Kata Ibraninya adalah ahabah, dan kata ini digunakan untuk menggambarkan kasih antara Daud dan Yonatan dalam 1 Samuel 20:17. Kata Yunani untuk kasih persaudaraan atau kasih sayang adalah phileo, seperti yang digunakan untuk menyebut persahabatan dalam Yohanes 15:19, Roma 12:10, dan Ibrani 13:1.
Untuk kasih keluarga atau suku, kata Ibrani yang digunakan adalah ahabah, yang menunjukkan kasih sayang yang mendalam, dan kata Yunani-nya adalah storge. Kita menemukan kata ahabah di seluruh Perjanjian Lama karena cakupan maknanya yang luas, tetapi kata Yunani storge hanya ditemukan dalam Perjanjian Baru sebagai kata negatif, astorgos, yang berarti "tidak memiliki kasih yang baik" (misalnya dalam 2 Timotius 3:3).
Terakhir, ada kata Ibrani chesed dan kata Yunani agape, yang digunakan untuk mengekspresikan jenis kasih yang Tuhan tunjukkan kepada umat pilihan-Nya. Chesed sering diterjemahkan sebagai "kasih setia" atau "kasih sayang". Contoh yang baik tentang chesed dapat ditemukan dalam Bilangan 14:18, "TUHAN itu berpanjangan sabar dan kasih setia-Nya berlimpah-limpah, Ia mengampuni kesalahan dan pelanggaran." Kasih setia Tuhan adalah alasan mengapa Dia tidak pernah meninggalkan orang-orang yang telah Dia angkat menjadi anak-anak-Nya. Sepanjang Perjanjian Lama, umat Tuhan berulang kali jatuh ke dalam penyembahan berhala dan dosa, namun Dia selalu memelihara umat yang tidak tercemar; Dia tidak pernah menyerah pada umat-Nya. Alasannya adalah karena kasih setia-Nya.
Ide yang sama ditemukan dalam Perjanjian Baru dengan kata agape dalam bahasa Yunani. Kasih agape adalah niat baik dan kebajikan Tuhan yang ditunjukkan dalam pengorbanan diri dan komitmen tanpa syarat kepada orang yang dikasihi-Nya. Agape mirip dengan chesed dalam hal keteguhan hati, apa pun keadaannya. Kasih agape adalah jenis kasih yang harus kita miliki untuk Tuhan dalam memenuhi perintah yang terutama (Matius 22:37). Yesus ingin menanamkan kasih agape kepada para pengikut-Nya ketika kita melayani orang lain melalui kuasa Roh Kudus (Matius 22:39; Yohanes 13:34).
Dalam pengertian yang paling mendasar, kasih adalah emosi yang dirasakan dan tindakan yang dilakukan oleh seseorang yang peduli terhadap kesejahteraan orang lain. Kasih melibatkan kasih sayang, belas kasihan, kepedulian, dan pengorbanan diri. Kasih berasal dari Allah Tritunggal, dalam hubungan kekal yang ada di antara Bapa, Anak, dan Roh Kudus (1 Yohanes 4:7-8). Mengasihi adalah sesuatu yang unik bagi pengalaman manusia sebagai pembawa gambar Allah. Seorang pemilik hewan peliharaan mungkin mengasihi anjingnya; ia memperhatikan kesehatannya dan merawatnya. Di sisi lain, anjingnya tidak benar-benar mengasihinya. Anjing itu mengibas-ngibaskan ekornya, duduk di sampingnya, dan datang ketika ia memanggil, tetapi semua respons itu didasarkan pada fakta bahwa ia memberinya makan dan menjaganya tetap hangat. Hewan tidak dapat mengasihi dengan cara yang sama seperti manusia, yang diciptakan menurut gambar Allah, dapat mengasihi.
Inilah intinya tentang kasih: "Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita. Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi. . . . Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita" (1 Yohanes 4:9-11, 19).
English
Apakah kasih itu? Apa definisi dari kasih/ cinta?