Pertanyaan
Apa dampak yang ditimbulkan Domitianus terhadap sejarah Kristen?
Jawaban
Domitianus (24 Oktober 51 M—18 September 96 M) adalah Kaisar Romawi pada periode 81–96 M. Ia merupakan anggota ketiga dan terakhir dari Dinasti Flavius. Ayahnya, Vespasianus, adalah seorang jenderal Romawi yang mengepung Yerusalem pada tahun 68 ketika Nero meninggal dan kekaisaran dilanda kekacauan. Vespasianus “naik takhta” pada tahun 69 dan membawa stabilitas ke dalam kekaisaran. Putranya, Titus, menyelesaikan penghancuran Yerusalem pada tahun 70 M dan, setelah kematian ayah Vespasianus pada tahun 79, Titus naik takhta. Ketika Titus meninggal pada tahun 81, adik laki-lakinya, Domitianus, menjadi Kaisar. (Diduga bahwa ia mungkin telah membantu mempercepat kematian kakaknya agar ia dapat naik takhta.)
Domitianus tidak disukai atau diterima dengan baik oleh kalangan bangsawan seperti halnya ayah dan saudaranya. Hal ini tampaknya disebabkan, sebagian, oleh perilakunya yang kejam dan suka pamer, yang dianggap menyinggung oleh banyak orang. Namanya umumnya dikaitkan dengan penganiayaan terhadap orang Kristen.
Catatan paling awal mengenai penganiayaan oleh Domitianus ditemukan dalam sejarah gereja karya Eusebius. Eusebius merujuk pada penulis-penulis sebelumnya yang menyebutkan ketidaksukaan atau permusuhan Domitianus terhadap umat Kristen tanpa memberikan banyak rincian selain bahwa beberapa umat Kristen diasingkan. Bukti awal mengenai penganiayaan yang intens tampaknya sangat sedikit, tetapi Eusebius—entah karena mengandalkan bukti yang tidak ia cantumkan atau sekadar terbawa oleh narasi yang ingin ia bangun—menyatakan bahwa Domitianus memicu penganiayaan terhadap umat Kristen dan mengeluarkan dekret yang menentang mereka. Berdasarkan catatan Eusebius, para sejarawan Kristen di kemudian hari cenderung menganggap Domitianus sebagai penganiaya umat Kristen yang kejam. Berdasarkan bukti yang ada, sulit untuk memastikan sejauh mana keterlibatannya dalam penganiayaan tersebut dan seberapa besar dampak nyata tindakannya terhadap Kekristenan. Menurut setidaknya satu penafsiran atas tulisan Irenaeus, Yohanes diasingkan ke Pulau Patmos oleh Domitianus, dan pada masa itulah ia menerima penglihatan-penglihatan yang tercatat dalam Kitab Wahyu. Meskipun penafsiran atas tulisan Irenaeus ini diperdebatkan, jika Domitianus memang bertanggung jawab atas pengasingan Yohanes, maka hal itu mungkin merupakan dampak terbesarnya terhadap Kekristenan—namun, tentu saja, Yohanes bisa saja menerima penglihatan-penglihatan tersebut di tempat lain.
Sebagian orang beserta tindakan mereka dikenal luas dan tercatat dengan baik dalam sumber-sumber sejarah. Ada pula yang memiliki catatan lebih sedikit, bahkan sebagian besar umat manusia yang pernah hidup sama sekali tidak tercatat—mereka terlupakan oleh sejarah. Namun, mereka dan perbuatan mereka tidak terlupakan oleh Allah. 1 Timotius 5:24 menyatakan, "Dosa beberapa orang menyolok, seakan-akan mendahului mereka ke pengadilan, tetapi dosa beberapa orang lagi baru menjadi nyata kemudian.”
English
Apa dampak yang ditimbulkan Domitianus terhadap sejarah Kristen?