settings icon
share icon
Pertanyaan

Apakah yang diceritakan dalam Alkitab?

Jawaban


Alkitab membuat klaim tentang penciptaan alam semesta, khodrat Allah yang menciptakan alam semesta dan yang berdaulat di atasnya, dan takdir umat manusia. Jika klaim ini benar, maka Alkitab adalah buku terpenting dalam sejarah manusia. Jika Alkitab benar, maka di dalamnya terdapat jawaban bagi pertanyaan kita tentang kehidupan: "Dari manakah saya sebetulnya?" "Mengapa saya disini?" dan "Apa yang terjadi setelah saya mati?" Pentingnya pesan Alkitab menyaratkan pertimbangan dan perhatian yang seksama, dan kebenaran pesan itu dapat diamati, diuji, dan tahan diperiksa.

Pada dasarnya, Alkitab menceritakan rencana dan tujuan Allah bagi persekutuan-Nya dengan manusia di bumi. Allah menciptakan segala sesuatu, termasuk manusia yang diciptakan menurut gambar dan rupa-Nya, dan yang diciptakan untuk bersekutu dengan-Nya.

Kitab Kejadian menceritakan penciptaan manusia perdana, Adam dan Hawa, persekutuan mereka bersama Allah di Taman Eden, kejatuhan mereka ke dalam dosa, yang memutus persekutuan tersebut. Sebagai akibat dari pemberontakan manusia, kematian dan kesusahan masuk ke dalam dunia. Dunia yang kita kenal tidak seperti keadaannya waktu pertama diciptakan; akan tetapi, Allah tidak mencoret Adam dan Hawa serta keturunan mereka. Ia terus mengejar mereka dan menarik mereka pada DiriNya, meskipun mereka berdosa.

Pasal-pasal pertama Kejadian mengungkapkan kebejatan umat manusia. Kain membunuh saudaranya, Habel. Dalam beberapa generasi, dunia menjadi begitu tercemar sehingga Allah memutuskan untuk menyapu bersih umat manusia melalui banjir air bah dan memulai baru dengan keluarga Nuh. Allah memerintah supaya Nuh membangun sebuah bahtera yang dapat menyelamatkan keluarganya serta binatang-binatang. Bahkan setelah banjir itu, Nuh juga tidak luput dari kecemaran dosa. Ketika populasi bumi bertambah banyak, seluruh penduduk dunia bersatu untuk membangun sebuah menara “yang puncaknya sampai ke langit.” Inilah upaya umat manusia mencapai Allah menurut ketentuan pribadi mereka. Allah tidak berkenan, dan Ia mengacaukan bahasa mereka, yang kemudian menyebabkan mereka terpencar ke seluruh bumi.

Di dalam Kejadian pasal 12, Allah memilih satu pria, Abraham, dan keturunannya sebagai sarana perbaruan persekutuan antara Allah dan umat manusia. Allah berjanji bahwa melalui Abraham segenap dunia akan diberkati. Kisah Perjanjian Lama seterusnya adalah kisah keluarga Abraham (bangsa Israel) dan interaksi Allah dengan mereka. Allah juga menjanjikan tanah Kanaan sebagai warisan bagi keturunannya.

Kelanjutan kitab Kejadian merekam cerita, dan kadang juga kegagalan, Abraham, putranya bernama Ishak, cucunya bernama Yakub (yang kemudian diberi nama Israel), dan kedua-belas putra Yakub. Beberapa dari kedua-belas saudara itu menjual Yusuf sebagai budak dengan alasan iri hati. Allah menyertai Yusuf, dan selama 20 tahun, Yusuf bangkit dari perbudakan menjadi penguasa Mesir, satu eselon di bawah Firaun sendiri. Ketika paceklik tiba, para saudara Yusuf pergi ke Mesir untuk membeli makanan dan bertemu kembali dengan Yusuf, yang kemudian mengampuni mereka dan memindahkan mereka ke Mesir supaya mereka tetap dapat bertahan hidup dengan persediaan makan yang cukup.

Kitab Keluaran dimulai beberapa abad kemudian. Orang Israel berlipat ganda, dan penduduk Mesir, karena takut dengan jumlah orang Israel, memperbudak mereka. Firaun memerintah supaya semua bayi laki-laki Ibrani yang baru dilahirkan, dibunuh. Seorang ibu menyembunyikan bayi laki-lakinya dan merakit sebuah keranjang yang tahan air dan menempatkan dia di sungai dimana putri Firaun seringkali mandi. Sang putri itu menemukan keranjang itu dan memilih mengadopsi anak lelaki itu, yang kemudian ia juluki Musa dan ia besarkan sebagai cucu Firaun. Sebagai seorang dewasa, Musa melihat penindasan terhadap saudara sebangsanya dan membunuh seorang pengawas Mesir yang sedang memukul seorang budak Ibrani. Firaun mendengar kabr itu, dan Musa terpaksa melarikan diri dari Mesir. Ia menghabiskan 40 tahun selanjutnya sebagai penggembala. Kemudian Allah menampakkan Diri kepadanya dan memerintahnya supaya kembali ke Mesir dan membebaskan bangsa Israel. Ketika Musa menghampiri Firaun, Firaun menolak permintaan Allah. Allah mendatangkan berbagai tulah di atas Mesir, yang berpuncak pada kematian setiap anak laki sulung di negeri itu. Akan tetapi, siapapun, baik orang Israel atau Mesir, yang mengenakan darah domba kurban pada kusen rumahnya akan terhindar dari tulah itu. Setelah tulah terakhir itu, Firaun membiarkan bangsa Israel pergi, dan Musa memimpin mereka keluar. Firaun kemudian berubah pikiran. Ketika mereka dikejar oleh Firaun dan pasukannya dan terpojok di tepi Laut Merah, Allah membelah laut itu. Bangsa Israel kemudian melintasinya, namun tidak demikian dengan pasukan Mesir yang mengejar. Laut yang terbelah itu tiba-tiba tertutup di atas pasukan Mesir yang berusaha mengejar dan mereka dibinasakan.

Kitab Keluaran kemudian mengisahkan bagaimana Musa memimpin umat Israel ke tanah yang Allah janjikan pada Abraham serta keturunannya. Dalam perjalanan itu, mereka menerima Hukum Allah, yang mengungkapkan cara hidup yang benar, yang berkenan pada Allah. Mereka juga menerima rancangan tabernakel (suatu rumah ibadah yang dapat dipindah) dimana Allah akan menemui mereka. Dalam kitab Imamat, Allah memberi Israel peraturan tentang ritual dan persembahan kurban yang disyaratkan supaya orang berdosa dapat menghampiri Allah yang kudus. Meskipun bangs aitu berjanji akan menaati dan menghormati Allah, kitab Bilangan menceritakan kegagalan mereka. Selebihnya, orang-orang Israel menolak masuk ke Tanah Perjanjian, karena mengira bahwa mereka yang mendiaminya terlalu kuat bagi mereka. Atas ketidakpercayaan itu, mereka harus tinggal di padang gurun selama 40 tahun sampai generasi itu meninggal. Allah kemudian membawa generasi selanjutnya masuk ke tanah tersebut. Kitab Ulangan merekam pernyataan terakhir Musa pada generasi yang baru itu, yang belum menyaksikan kuasa supranatural Allah ketika pendahulu mereka diselamatkan dari Mesir.

Kitab Yosua juga menceritakan bagaimana bangsa Israel menaklukkan dan menduduki Tanah Perjanjian melalui kuasa Allah. Hakim-hakim mengisahkan penyimpangan rohani mereka dan penyembahan dewa-dewa palsu Kanaan. Siklus yang diulangi dalam kitab Hakim-Hakim terdiri dari pemberontakan bangs aitu, hukuman dari Allah, kemudian keselamatan melalui seorang hakim setelah mereka bertobat. Kitab Rut menceritakan bagaimana seorang wanita Moab yang saleh bergabung dengan Israel dan menjadi nenek buyut Daud, raja terhebat Israel.

Satu Samuel menceritakan kisah nabi Samuel dan bagaimana dirinya mengurapi raja pertama Israel, Saul. Saul merupakan raja yang gagal karena ketidaktaatannya pada Allah, sehingga Samuel mengurapi Daud. Daud menjadi hamba Raja Saul, dan dengan berjalannya waktu, Saul menyadari bahwa Daud bertakdir menjadi raja, sehingga ia berusaha membunuhnya. Saul pada akhirnya tewas dalam pertempuran, dan Daud menjadi raja. Kitab kedua Samuel dan 1 Tawarikh mengisahkan kepemimpinan Raja Daud. Meskipun ia mengalami kegagalan yang cukup berat, ia tetap mengasihi dan menghormati Allah. Allah berjanji bahwa ia akan selalu mempunyai keturunan yang bertakhta sebagai raja.

Alkitab juga memiliki beberapa kitab yang dijluki sastra hikmat. Ayub menceritakan seseorang yang kehilangan segalanya tapi tetap mempercayai Allah. Inti dari kisah Ayub adalah bahwa orang benar kadang menderita tanpa penyebab yang jelas – namun Allah selalu memiliki renanca, meskipun kadang Ia tidak mengungkapkannya kepada kita. Mazmur adalah kitab doa /pujian /sajak, yang banyak darinya merupakan karya Daud. Isinya mengandung lagu-lagu pujian dan doa memohon keselamatan dari berbagai fase sejarah Israel. Kitab Amsal adalah himpunan pepatah bijak, yang sebagian besar dihubungkan dengan Salomo. Pengkhotbah merangkum kesia-siaan hidup Salomo setelah ia tidak lagi dekat dengan Tuhan. Kidung Agung adalah kisah cinta yang menggambarkan kenikmatan pernikahan.

Satu dan Dua Raja-Raja merekam kisah raja-raja setelah Daud. Salomo, putra Daud, memulai dengan baik namun berakhir dengan kemerosotan ke dalam praktik berhala. Ketika putra Salomo menjadi raja, kesepuluh suku utara memisahkan diri darinya, sehingga kerajaan itu terbelah menjadi kerajaan utara (Israel) dan selatan (Yehuda) dan menyisahkan hanya suku Yehuda dan Benyamin yang setia terhadap garis keturunan Daud. Para raja-raja utara tidak mengikuti Tuhan, dan dari selatan pun hanya segelintir yang taat kepada-Nya. Kitab 2 Tawarikh lebih banyak membahas raja-raja Yehuda, atau kerajaan selatan. Ada berbagai dinasti di utara, namun raja-raja di selatan merupakan keturunan Daud.

Di sepanjang zaman para raja, Allah mengutus para nabi supaya menghimbau umat-Nya akan penghakiman yang datang jika mereka tidak bertobat akan dosa mereka. Hosea dan Amos menghimbau kerajaan utara. Yesaya, Yeremia, (dan Ratapan, yang ditulis oleh Yeremia), Yoel, Mikha, Nahum, Habakuk, dan Zefanya semua berbicara kepada kerajaan selatan. Obaja dan Yunus membawa himbauan kepada bangsa-bangsa asing. Penduduk yang mendengar himbauan itu tidak bertobat, dan akhirnya Allah menghukum mereka. Kerajaan utara dihancurkan oleh Asyur pada tahun 722 S.M., dan kerajaan selatan ditaklukkan oleh Babel pada tahun 586 S.M. Yerusalem dan baitnya dihancurkan, dan banyak penduduk Yehuda menjadi tawanan di Babel. Yehezkiel dan Daniel merupakan nabi pada zaman pengasingan ini. Kitab Ester adalah sejarah orang Yahudi yang tinggal di Persia pada masa itu.

Setelah Yehuda menjadi tawanan selama 70 tahun, Allah mulai membawa umat-Nya kembali ke Yerusalem guna membangunnya kembali. Nehemia dan Ezra merekam masa pembangunan kembali itu, dan nabi Zakharia, Hagai, dan Maleakhi menyampaikan firman Allah kepada umat-Nya pada masa ini. Di sepanjang sejarah raja-raja, para nabi berbicara tentang kerajaan yang dipulihkan, sebuah perjanjian yang baru, dan seorang keturunan Daud yang bakal berkuasa selamanya. Mereka mulai memberi indikasi bahwa orang non-Yahudi akan termasuk dalam cakupan berkat-Nya. Namun cara semua ini digenapi belum diungkapkan pada waktu itu. Maleakhi merupakan nabi Perjanjian Lama yang terakhir, dan setelahnya ada masa panjang selama 400 tahun dimana Alkitab tidak merekam perkataan nubuat. Dalam periode 400 tahun itu, Israel memperoleh kemerdekaan yang singkat sebelum kembali ditaklukkan, kali itu oleh Kerajaan Romawi.

Di dalam Injil dalam Perjanjian Baru (Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes), seorang nabi baru, Yohanes Pembatpis, hadir sebagai nabi pertama setelah empat abad “hening,” yang menyatakan bahwa Kerajaan sudah dekat dan Sang Mesias yang akan berkuasa sudah tiba. Ia menunjuk Yesus sebagai Mesias. Setiap dari ke-empat injil bercerita tentang kehidupan dan pelayanan Yesus. Meskipun Ia dilahirkan di Betlehem, itu bukan asal mulanya, karena sebenarnya Ia adalah Allah dalam bentuk manusia yang datang untuk hidup di antara kita! Injil merekam mujizat-Nya serta berbagai klaim ilahi-Nya seperti klaimnya setara dengan Sang Bapa, mengampuni dosa, dan menerima disembah. Yesus mengumpulkan kelompok kecil yang terdiri dari dua-belas murid, yang Ia latih dan Ia ajari. Kepada mereka, Ia mengajar bahwa Ia akan dibunuh guna membayar dosa dunia. Mereka tidak mengerti nubuat-Nya dan mereka menolak ide itu. Bagaimana mungkin sang raja, Sang Mesias, dibunuh? Namun, persis sesuai nubuat-Nya, Yesus dikhianati dan disalibkan dan bangkit dari kubur. Bukannya mendirikan sebuah kerajaan politik di bumi, Ia memerintah supaya para murid-Nya memberitakan kabar baik tentang kehidupan, kematian, dan kebangkitan-Nya kepada seluruh dunia. Siapapun yang mempercayai Dia akan diampuni dosanya dan menjadi bagian dari kerajaan-Nya. Ketika genap waktunya, Ia akan kembali secara tampak dan dalam kuasa. Hukum Perjanjian Lama telah digenapi oleh-Nya, dan karena-Nya, peran bait maupun persembahan kurban sudah ditiadakan. Ketika Ia kembali, kerajaan yang dijanjikan akan diresmikan.

Kitab Kisah Para Rasul merekam kedatangan Roh Kudus dan penyebaran injil di seluruh dunia oleh para murid pertama (rasul), kecuali Yudas sang pengkhianat yang digantikan oleh Matius, serta seorang rasul baru bernama Paulus. Paulus sebelumnya menganiaya gereja, namun Kristus menampakkan Diri padanya dan memberinya amanat menjadi rasul bagi orang non-Yahudi.

Surat-surat Perjanjian Baru ditulis oleh para rasul kepada umat Kristen di berbagai lokasi dalam Kerajaan Romawi, dengan menjelaskan doktrin yang benar dan perilaku yang pantas. Tiga belas surat ditulis oleh Paulus, dan judul tiap surat itu mengungkapkan tujuannya: Roma, 1 dan 2 Korintus, Galatia, Efesus, Filipi, Kolose, 1 dan 2 Tesalonika dituliskan kepada jemaat gereja di Roma, Korintus, Galatia, Efesus, dsb.; 1 dan 2 Timotius, Titus, dan Filemon ditulis kepada orang tertentu. Semua surat ini mengajar tentang sosok Yesus dan hubungannya antara injil dengan kehidupan sehari-hari.

Beberapa surat lainnya dijuluki oleh penulisnya: Yakobus, 1 dan 2 Petrus; 1, 2 dan 3 Yohanes; dan Yudas. Penulis kitab Ibrani tidak diketahui identitasnya, namun dialamatkan kepada orang Ibrani (orang Yahudi), dimana dijelaskan bagaimana Perjanjian Lama telah digenapkan oleh Yesus.

Wahyu adalah kitab terakhir Alkitab. Rasul Yohanes menuliskan penglihatan yang ia terima dari Yesus di dalam kitab itu. Wahyu dipenuhi dengan berbagai gambaran yang misterius, namun secara sederhana menyampaikan bahwa suatu hari Yesus akan kembali, dan Ia akan berkuasa secara tampak dan jelas. Di dalam-ya, semua janji kepada Abraham dan kepada dunia akan digenapi. Merka yang menolak Dia akan dilempar ke lautan api. Manusia dapat diampuni dan memperoleh persekutuan dengan Allah yang dimiliki Adam dan Hawa karena kehidupan, kematian, dan kebangkitan Yesus. Pada akhirnya, Allah akan menciptakan langit dan bumi baru. Puncak dari kisah itu didapati dalam Wahyu 21:3: “Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: ‘Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka.’”

Alkitab adalah kisah yang mencakup segenap sejarah manusia. Narasi Alkitab ialah bahwa persekutuan kita dengan Allah, yang hilang pada awalnya, dipulihkan melalui pelayanan Kristus. Persekutuan ini dapat dinikmati dengan sempurna di langit dan bumi baru, namun melalui Roh Kudus, mereka yang beriman pada Kristus dapat mengalami sebagian dari persekutuan itu sekarang.

Cara terbaik mengenal Alkitab adalah dengan membacanya. Jika Anda baru mulai membacanya, Anda dapat memahami “kisah” Alkitab dengan membaca kitab-kitab ini berdasarkan urutan berikut:

Kejadian

Keluaran

Bilangan

Yosua

Hakim-Hakim

1 Samuel

2 Samuel

1 Raja-Raja

2 Raja-Raja

Ezra

Nehemia

Lukas (atau kitab injil lainnya)

Kisah Para Rasul

Wahyu

English



Kembali ke halaman utama dalam Bahasa Indonesia

Apakah yang diceritakan dalam Alkitab?
Bagikan halaman ini: Facebook icon Twitter icon Pinterest icon Email icon
© Copyright Got Questions Ministries